Jul 24 2017

15 Ciri-ciri Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit Lengkap

15 Ciri-ciri Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit Lengkap

Ciri-ciri Larutan Elektrolit

Pada Kesempatan kali ini mimin akan membahas mengenai larutan elektrolit dan nonelektrolit. Mungkin sebagian dari anda sudah pernah mempeljarinya ketika duduk di bangku sekolah. Nah, pada kesempatan kali ini mimin akan membahas mengenai larutan elektrolit dan nonelektrolit. Sebelum kita membahasnya lebih jauh, alangkah baiknya kita mengetahui pengertiannya terlebih dahulu. Pahamilah pernyataan berikut ini.

Pengertian Larutan

Sebelum kita membahas mengenai larutan elektrolit, kita harus mengetahui pengertian larutan secara umum. Larutan adalah campuran homogen antara zat terlarut dan zat pelarut. Yang dimaksud homogen adalah tidak ada kecenderungan zat-zat tersebut terkonsentrasi di bagian tertentu akan tetapi menyebar rata ke seluruh campuran. Dua zat tersebut (terlarut dan pelarut) melebur menjadi satu kesatuan yaitu Larutan. Sebuah larutan, jumlah zat pelarut lebih banyak dari zat terlarut. Sifat kimia zat yang dicampurkan ke dalam sebuah larutan tidak mengalami perubahan. Sebutan lain untuk zat terlarut ialah solute, sedangankan zat pelarut disebut juga solvent. Pelarut yang biasa digunakan adalah air. Nah, setelah kita menetahui pengertian larutan kita lanjut ke pengertian larutan elektrolit dan ciri-cirinya.

Pengertian Larutan Elektrolit

Larutan elektrolit adalah suatu zat yang larut atau terurai ke dalam bentuk ion-ion dan selanjutnya larutan menjadi konduktor elektrik, ion-ion merupakan atom-atom bermuatan elektrik. Larutan elektrolit dapat menghantarkan listrik. Elektrolit bisa berupa air, asam, basa atau berupa senyawa kimia lainnya. Elektrolit umumnya berbentuk asam, basa atau garam. Beberapa gas tertentu dapat berfungsi sebagai elektrolit pada kondisi tertentu misalnya pada suhu tinggi atau tekanan rendah. Elektrolit kuat identik dengan asam, basa, dan garam kuat. Elektrolit merupakan senyawa yang berikatan ion dan kovalen polar. Sebagian besar senyawa yang berikatan ion merupakan elektrolit sebagai contoh ikatan ion NaCl yang merupakan salah satu jenis garam yakni garam dapur. NaCl dapat menjadi elektrolit dalm bentuk larutan dan lelehan. atau bentuk liquid dan aqueous. sedangkan dalam bentuk solid atau padatan senyawa ion tidak dapat berfungsi sebagai elektrolit. Larutan elektrolit merupakan larutan yang dapat menghantarkan listrik.

Larutan elektrolit terbagi menjadi dua, yaitu larutan elektrolit kuat dan larutan elektrolit lemah.
*Elektrolit kuat = Zat elektrolit yang terurai sempurna dalam air dan akan menghasilkan larutan elektrolit kuat.
*Elektrolit Lemah = Zat elektrolit yang hanya terurai sebagian membentuk ion-ionnya di dalam air disebut elektrolit lemah dan larutan yang dibentuknya disebut larutan elektrolit lemah.

Senyawa yang dalam larutannya dapat menghantarkan arus listrik berupa senyawa ion dan senyawa kovalen polar, karena senyawa-senyawa tersebut dapat terionisasi saat dilarutkan dalam air.

#Ciri-ciri Larutan Elektrolit Kuat

  1. Larutan elektrolit mampu menghantarkan listrik.
  2. Terjadi proses ionisasi (ion-ion terurai)
  3. Larutan elektrolitnya kuat daya hantarnya.
  4. Terdapat gelembung gas
  5. Lampu menyala terang

#Contoh larutan elektrolit kuat 

  1. Natrium Clorida (garam dapur)
    NaCl —> Na+ + Cl– 
  2. Natrium Hidroksida (soda api)
    NaOH —> Na+ + OH
  3. Asam Sulfat (asam mineral)
    H2SO4 —> H+ + SO42-
  4. Asam Clorida
    HCl —> H+ + Cl
  5. Kalium Clorida
    KCl —> K+ + Cl

#Ciri-ciri Larutan Elektrolit Lemah 

  1. Larutan elektrolitnya mampu menghantarkan listrik namun lemah
  2. Terjadi proses ionisasi (ion-ion terurai)
  3. Larutan elektrolitnya lemah daya hantarnya
  4. Terdapat gelembung gas
  5. Lampu menyala redup

#Contoh Elektrolit Lemah

  1. Asam Asetat (asam cuka)
    CH3COOH –> H+ + CH3COOH
  2. Hidrogen Sianida
    HCN –> H+ + CN
  3. Alumunium Hidroksida
    Al(OH)3 –> Al3+ + OH

Pengertian Larutan Non elektrolit

Larutan Nonelektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik, hal ini disebabkan karena larutan tidak dapat menghasilkan ion-ion. Berbeda dengan larutan elektrolit yang dapat mengahasilkan arus listrik, larutan  non elektrolit sama sekali tidak dapat menghasilkan arus listrik dikarenakan tidak ada ion-ion yang terurai. Larutan non elektrolit.

#Ciri-ciri Larutan Nonelektrolit

Berikut ini adalah ciri-ciri larutan nonelektrolit

  1. Tidak mengalami proses ionisasi
  2. Tidak dapat menghantarkan listrik
  3. Tidak terdapat gelembung gas
  4. Lampu tidak menyala
  5. Tidak mempunyai daya hantar

#Contoh Larutan Nonelektrolit

  1. (Glukosa) C6H12O6
  2. (Sukrosa) C12H22O11
  3. (Urea) CO(NH2)2
  4. (Etanol) C2H5OH

Nah, dari beberapa keterangan di atas kita dapat dengan mudah memahami dan membedakan antara larutan elektrolit dan nonelektrolit. Demikianlah 15 Ciri-ciri Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit Lengkap. Sekian yang dapat mimin sampaikan pada artikel kali ini semoga dapat membantu anda. Terimakasih telah membaca dan semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.