5 Contoh Teks Eksposisi (Struktur, Ciri-ciri, dan Jenis) Lengkap

Advertisement

5 Contoh Teks Eksposisi (Struktur, Ciri-ciri, dan Jenis) Lengkap

Pembahasan mengenai teks eksposisi mungkin sudah pernah anda pelajari di bangku SMA. Namun pada kesempatan kali ini mimin akan mencoba membahas dan mengupas habis mengenai paragraf ekposisi, mulai dari pengertian, ciri-ciri, struktur teks eksposisi, jenis-jenis teks eksposisi, kaidah pembuatan teks eksposisi, dan contoh teks eksposisi. Sebelum kita membahsanya lebih jauh, hal yang pertama yang harus kita ketahui adalah pengertiannya terlebuh dahulu, untuk itu pahami pernyataan berikut ini.

Pengertian Teks Eksposisi

Teks eksposisi adalah Teks yang berfungsi untuk mengungkapkan gagasan atau mengusulkan  sesuatu berdasarkan argumentasi yang kuat. Teks ini hanya memiliki satu argumentasi. Tidak seperti teks negosiasi yang berisi dua argumentasi. Teks Eksposisi  Adalah salah satu  jenis teks yang berfungsi untuk memberitahukan sebuah informasi dan juga untuk mengusulkan suatu pendapat berdasarkan argumentasi yang kuat.

Tujuan eksposisi hanya menjelaskan dan menerangkan mengenai sesuatu tertentu, sehingga pembaca memperoleh informasi yang sejelas-jelasnya. Perbedaannya dengan paragraf argumentasi adalah, paragraf argumentasi bertujuan untuk mempengaruhi pembaca sehingga pembaca menyetujui bahwa pendapat dan keyakinan kita benar. Perbedaab lainnya adalah, penutup pada eksposisi biasanya menegaskan lagi dari sesuatu yang telah diuraikan sebelumnya, sedangkan penutup pada argumentasi biasanya berupa kesimpulan atas sesuatu yang telah diuraikan sebelumnya.

Struktur Teks Eksposisi

Teks eksposisi memiliki beberapa struktur, yaitu :

  1. Pernyataan pendapat (tesis)

    Pendapat atau opini diungkapkan dalam bentuk tesis. Teisi merupakan sudut pandang penulis dalam menanggapi peristiwa yang sedang terjadi. Dalam paragraf eksposisi, pendapat merupakan hal harus ada dalam struktur teks.

  2. Argumentasi

    Pada bagian argumentasi adalah bagian dimana penulis secara totalitas menyataka pendapatnya. Pada teks eksposisi penulis mengunggkapkan sesuatu yang menurutnya penting supaya gagasannya diketahui oleh publik.

  3. Penegasan ulang

    Pada kalimat-kalimat terakhir dalam teks eksposisi argumen yang telah disampaikan oleh penulis kemudian disampaikan ulang. Hal ini untuk mempertegas argumen tersebut. Selain itu juga berfungsi untuk myekinkan pembaca tentang argumen yang telah dikemukakan.

7 Ciri-ciri Teks Eksposisi

Ciri-ciri umum yang digunakan dalam Teks eksposisi adalah sebagai berikut

  1. Menggunakan pronomina (kata ganti). Misalnya, saya, ia, dia, beliau, dan lain-lain.
  2. Berdasarkan fakta yang otentik. Teks eksposisi juga disertai dengan fakta-fakta untuk memperkuat argumen penulis. Data yang digunakan dalam teks eksposisi haru benar-benar nyata.
  3. Teks eksposisi disampaikan secara jelas, lugas, dan tegas. Penyampaiannya menggunakan kata baku, sehingga tidak asal-asalan dalam menyampaikan gagasan.
  4. Bersifat informatif. Teks eksposisi memberikan informasi yang sejelas-jelasnya kepada pembaca, sehingga tidak ada informasi yang rancu dalam teks eksposisi.
  5. Berupa pendapat / opini. Di dalam teks eksposisi harus terdapat opini penulis, akan tetapi opini tersebut tidak bersifat mempengaruhi pembaca untuk sepenuhnya mempercayai opini penulis
  6. Teks eksposisi bersifat mengajak. Struktur kalimatnya merupakat kalimat persuasif (kalimat ajakan).
  7. Menganalisis peristiwa/ kejadian secara objektif. Pernyataan argumen tidak boleh memihak sehingga tidak terkesan memaksakan kehendak penulis kepada pembaca.

Jenis-jenis Teks Eksposisi

Berikut ini adalah jenis-jenis teks eksposisi;

  1. Teks Eksposisi Perbandingan
    Teks eksposisi perbandingan merupakan paragraf yang tersusun atas ide-ide atau gagasan utama yang disajikan dengan cara membandingkan hal satu dengan hal yang lainnya.
  2. Teks Eksposisi Pertentangan
    Teks eksposisi pertentangan adalah paragraf yang tersusun atas ide-ide atau gagasan utama yang disajikan dengan cara mengemukakan hal berbeda yang bertentangan satu sama lain.
  3. Teks Ekposisi Ilustrasi
    Teks eksposisi ilustrasi adala paragraf yang tersusun atas ide-ide atau gagasan utama yang disajikan melalui penggambaran-penggambaran yang merupakan penjelas dari suatu peristiwa.
  4. Teks Eksposisi Laporan
    Tekas eksposisi laporan adalah paragraf yang tersusun atas ide-ide atau gagasan utama yang disajikan berdasarkan penelitian terhadap suatu peristiwa tertentu. Paragraf ini berfungsi untuk memberikan laporan.
  5. Teks Eksposisi Proses
    Teks eksposisi proses adalah paragraf yang tersusun dengan cara memberikan tahapan-tahapan berupa proses terjadinya sesuatu.
  6. Teks Eksposisi Definisi
    Teks eksposisi definisi adalah paragraf yang tersusun atas gagasan utama yang berupa definisi-definisi atau pengetian tentang suatu hal tertentu.
  7. Teks Ekposisi Klasifikasi
    Teks ekposisi klasifikasi adalah paragraf yang tersusun atas gagasan utama yang terdapat pengelompokan terhadap suatu hal atau peristiwa.

Nah sekarang sudah tahu kan, apa itu teks eksposisi, berikut akan mimin paparkan contoh paragraf eksposisi. Perhatikan dengan saksama !

5 Contoh Teks Eksposisi

#Contoh Teks Eksposisi 1

“Nasib Pemain Sepak Bola Indonesia”

contoh teks eksposisi 1

Dunia sepak bola Indonesia harus memperbaiki diri. Banyak hal yang membuat karut marut dunia sepak bola nasional kita. Mulai dari dualisme kepengurusan beberapa waktu lalu, sampai yang terbaru pembekuan PSSI (persatuan sepak bola seluruh indonesia) yang notabene induk sepak bola Indonesia oleh kemenpora. Pembekuan itu berdampak pada penghentian kompetisi kasta tertinggi ISL (indonesian super league). Dampak yang lebih dahsyat kemudian melebar ke segala penjuru. Pelatih, pemain, perangkat pertandingan, menjadi korban. Tak ada kompetisi sama artinya dengan terhentinya kerja, yang berarti juga penghentian pemasukan, Sehingga kebutuhan sehari-hari sulit untuk tercukupi.

Keadaan menjadi memprihatinkan, banyak Pemain sepak bola yang banting setir demi pemasukan. Ada yang berjualan atau berkompetisi di liga tarkam (antar kampung). Sungguh pemandangan yang memprihatinkan. Karena itu semua pihak harus membenahi diri.

#Contoh Teks Eksposisi 2

“Faktor Pelacuran di Indonesia”

contoh teks eksposisi 2

Pelacuran menjadi masalah sosial yang menimpa hapir setiap daerah di Indonesia. Tidak terkecuali di Jakarta. Kota yang notabene menjadi kota terbesar dan terpadat di Indonesia terdapat banyak pelacuran dari kelas teri hingga kelas kakap.

Faktor-faktor yang menyebabkan pelcuran sangat beragam. Jika di telisisk lebih dalam, ada dua faktor utama pelacuran yang kini semakin marak di Ibu Kota. Faktor tersebut adalah faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal diantaranya dalah berupa rendahnya standar moral dan nafsu seksual yang dimiliki orang tersebut. Berikut ini adalah faktor-faktor internal seseorang bisas terjerumus dalam dunia palacuran.

  1. Rendahnya pengetahuan agama dan pendidikan moral dalam keluarga.
  2. Rasa ingin tahu yang sangat tinggi mengenai seks, hingga seseorang sangat terobsesi untuk melakukan hubungan intim tidak hanya padasatu orang saja.
  3. Hyperseks, sehingga tidak merasa puas mengadakan relasi seks dengan satu pria/suami.
  4. Ada nafsu-nafsu seks yang abnormal, tidak terintegrasi dalam kepribadian, dan keroyalan seks.
  5. Sudah pernah/sering melakukan hubungan seks sebelum pernikahan.
  6. Broken home merupakan salah satu faktor internal yang dapat menyebabkan seseorang terjerumus dalam pelacuran.
  7. Adanya ambisi-ambisi besar pada diri wanita untuk mendapatkan status sosial yang tinggi, dengan jalan yang mudah tanpa kerja berat, tanpa suatu skill atau ketrampilan khusus.

Nah, sekarang saya akan membahas mengenai faktor eksternal penyebab pelacuran. Diantaranya adalah sebagai berikut.

  1. Bujuk rayu kaum laki-laki dan para calo, terutama yang menjajikan pekerjaan-pekerjaan terhormat dengan gaji tinggi.
  2. Banyaknya stimulus dalam bentuk konten atau gambar pornografi. Kemajuan teknologi sangat berpengaruh dala hal ini.
  3. Anak-anak gadis dan wanita-wanita muda yang kecanduan obat bius (hash-hish, ganja, morfin, heroin, candu, likeur/minuman dengan kadar alkohol tinggi, dan lain-lain) banyak menjadi pelacur untuk mendapatkan uang pembeli obat-obatan tersebut.
  4. Ajakan teman-teman sekampung/sekota yang sudah terjun terlebih dahulu dalam dunia pelacuran.
  5. Adanya kecenderungan melacurkan diri pada banyak wanita untuk menghindarkan diri dari kesulitan hidup, dan mendapatkan kesenangan melalui jalan pendek.
  6. Gadis-gadis dari daerah slum (perkampungan-perkampungan melarat dan kotor dengan lingkungan yang immoral yang sejak kecilnya selalu melihat persenggamaan orang-orang dewasa secara kasar dan terbuka, sehingga terkondisikan mentalnya dengan tindak-tindak asusila). Lalu menggunakan mekanisme promiskuitas/pelacuran untuk mempertahankan hidupnya.
  7. Gadis-gadis pelayan toko dan pembantu rumah tangga tunduk dan patuh melayani kebutuhan-kebutuhan seks dari majikannya untuk tetap mempertahankan pekerjaannya.
  8. Adanya gaya hidup yang hedonis sehingga membuat keinginan membeli barang-barang mahal sehingga dapat membuat seseorang.

Dari pendapat-pendapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang melatarbelakangi seseorang memasuki dunia pelacuran dapat dibagi menjadi dua, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal berupa rendahnya standar moral dan nafsu seksual yang dimiliki orang tersebut. Sedangkan faktor eksternal berupa kesulitan ekonomi, korban penipuan, korban kekerasan seksual dan keinginan untuk memperoleh status  sosial yang lebih tinggi.

#Contoh Teks Eksposisi 3

“Banjir Bencana Musiman di Jakarta”

contoh teks eksposisi 3

Kasus bencana banjir yang sering melanda ibu kota merupakan masalah pelik yang masih menjadi momok menakutkan bagi pemerintah provinsi DKI. Banjir sudah seperti bencana musiman di Jakarta, mengapa tidak? banjir yang sering melanda dapat melumpuhkan aktivitas kota sehingga produktivitas kerja menurun. Hal ini mencakup berbagai hal di bidang kehidupan.

Jika saja semua warga Jakarta ikut serta menjaga lingkungan, maka dampaknya tidak akan separah ini. Hal pertama yang harus dilakukan oleh setiap anggota masyarakat adalah membuang sampah pada tempatnya. Tidak hanya itu, setiap anggota masyarakat juga berkewajiban menjaga lingkungan sekitar dari kerusakan-kerusakan yang dapat menimbulkan bencana alam seperti banjir.

Langkah selanjutnya adalah membersihkan selokan dan saluran air dari kotoran-kotoran yang menyumbat jalannya air, terutama sampah plastik. Sampah plastik merupakan salah satu penyebab utama penyumbatan saluran air sehingga dapat menyebabkan banjir, khususnya di jalanan. Jakarta sebagai Ibu Kota negara harus bebas dari bencana banjir. Karena sebagai pusat pemerintahan sudah seharusnya, Jakarta menjadi tempat yang nyaman untuk melakukan aktivitas kenegaraan. Cobalah kita lihat wilayah DKI secara geografis, DKI Jakarta merupakan suatu kota yang dilalui oleh 13 Sungai dan 40% wilayahnya merupakan dataran rendah yang sebagian besar elevasinya dibawah permukaan laut. Penurunan muka tanah (land subsidence) terjadi karena pemanfaatan air tanah yang tidak terkontrol dan bertambahnya pemukiman dan bangunan tinggi untuk mengakomodasi pertambahan jumlah penduduk akibat urbaninasi.

Nah, Oleh karena itu setiap anggota masyarakat khususnya yang berdomisili di wilayah DKI wajib menjaga lingkungan dari kerusakan yang dapat menimbulkan bencana, khususnya bencana banjir yang kerap melanda ibu kota. Semua kalangan hendaknya menggalakkan upaya mencegah dari pada mengobati. Jadi setiap anggota masyarakat juga berkewajiban menjaga lingkungan sekitar dari kerusakan-kerusakan yang dapat menimbulkan bencana alam seperti banjir.

#Contoh Teks Eksposisi 4

Bagaimana Banjir Bisa Terjadi?

contoh teks eksposisi 4

Banjir adalah meluapnya air yang menggenangi daratan sehingga dapat menyebabkan kerusakan fisik yang merugikan manusia. Secara umum banjir terjadi karena dua faktor, yaitu faktor alamiah dan faktor non alamiah.

Advertisement

Faktor alamiah adalah karena curah hujan yang sangat tinggi hingga membuat air meluap dan menggenangi lingkungan tempat tinggal manusia. Sedangkan faktor non alamiah adalah banjir terjadi karena ulah manusia seperti penebangan pohon secara liar, membuang sampah sembarangan seperti di sungai. Sungai yang dalam perlahan mengalami pendangkalan dikarenakan penumpukan sampah plastik yang tidak bisa di urai oleh bakteri sehingga memungkinkan terjadinya banjir. Penebangan pohon secara liar juga adapat menyebabkan adanya banjir. Jika curah hujan tinggi, namun pohon-pohon yang tumbuh di hutan tidak cukup mampu untuk meresap air, maka bukan tidak mungkin banjir aknterus terjadi. Selain itu sakuran air yang penuh dengan kotoran dan sampah sudah seharusnya di bersihkan supaya tidak menghambat laju air menuju ke tempat yang lebih rendah. Banjir yang terjadi dapat merugikan manusia diberbagai bidang, seperti pada bidang ekonomi, dan sosial. Maka dari itu pencegahan bencana banjir harus dilakukan sedini mungkin. Mulai dari hal kecil seperti membuang sampah pada tempatnya, membersihkan saluran air, serta tidak menebang pohon secara liar. Dengan hal tersebut banjir tidak lagi terjadi.

Jadi kita harus belajar dari pengalaman yang telah terjadi bahwasanya penyebab banjir itu ada dua faktor, yaitu faktor alamiah yang terjadi karena faktor alam, dan faktor non alamiah yang terjadi karena ulah manusia sendiri.

#Contoh Teks Eksposisi 5

“Faktor Meningkatnya Kemiskinan di Indonesia”

contoh teks eksposisi 5

Kemiskinan menjadi masalah yang tidak pernah habis untuk di bahas. Bagaimana tidak? Dari jumlah kemiskinan di Indonesia, pulau jawa menyumbang paling banyak daerah yang masyarakatnya masih hidup dalam garis kemiskinan.

Jawa Timur merupakan provinsi pertama yang menyumbang angka kemiskinan terbanyak di Indonesia.  Sekitar 4.775.000 orang miskin berada di Jatim. Rinciannya, lebih 3,2 juta  berada di perdesaan dan 1,5 juta tersebar di kota-kota besar. Batas penghasilan bulanan untuk sebuah keluarga miskin di Jawa Timur berkisar di angka Rp. 318.000.

Jawa Tengah di urutan kedua, dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 4.505.780. Batas pendapatan untuk kategori miskin di provinsi ini berkisar Rp 310.000  per bulan.

Ketiga adalah Provinsi Jawa Barat yang mencatat 4,48 juta penduduk miskin tahun 2016 dan didominasi penduduk perkotaan dengan jumlah  mencapai 2,7 juta penduduk. Untuk dikategorikan miskin, seseorang harus berpenghasilan maksimal Rp. 319.000 ribu per bulan.

Terdapat tiga faktor utama penyebab kemiskinan yaitu, pengangguran, SDM yang rendah, dan bencana alam. Pengangguran menjadi penyebab umum terjadi kemiskinan. Jika pengangguran semakin banyak maka angka kemiskinan akan semakin meningkat. pengangguran cenderung berdampak negatif dalam kehidupan bermasyarakat. Jika jumlah pengangguran semakin tidak terkendali, maka akan berdampak pada angka pencurian, perampokan dan tindak kriminal lainnya. Tidak hanya itu, para peminta-minta juga akan membludak. Jika hal semacam ini dibiarkan saja, maka akan berpotensi mengganggu kehidupan sosial. Penyebab kemiskinan yang kedua adalah SDM yang rendah. Hal ini terbukti dari banyaknya anak-anak yang tidak mau melanjutkan sekolah dengan alasan biaya. Akibatnya tingkat pendidikan masyarakat rendah. Hal itu akan berpengaruh terhadap tidak adanya keterampilan, ilmu pengetahuan, dan wawasan yang dapat membawa kepada taraf hidup yang lebih baik. Jika tingkat pendidikan masyarakat diperbaiki, maka peluang untuk mendapatkan pekerjaan akan terbuka lebar sehingga dapat memperbaiki ekonomi keluarga. Kemudian penyebab umum ketiga adalah bencana alam seperti banjir, tanah longsor, gunung meletus, dan tsunami menyebabkan gagalnya panen para petani, sehingga tidak ada bahan makanan untuk dikonsumsi dan dijual kepada penadah atau koperasi. Kesulitan bahan makanan dan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari tidak dapat terpenuhi.

Dari berbagai keterangan tersebut terdapat tiga faktor utama yang menyebabkan angka kemiskinan semakin meningkat, yaitu pengangguran, tingkat SDM rendah, dan bencana alam. Ketiga faktor tersebut sebenarnya dapat di atasi jika semua kalangan bergerak dan berpartisipasi dalam memberantas kemiskinan.

Demikianlah 5 Contoh Teks Eksposisi (Struktur, Ciri-ciri, dan Jenis) Lengkap. Sekian yang dapat mimin sampaikan melaui artikel ini semoga dapat membantu anda dalam memberikan informasi yang anda butuhkan. Semoga bermanfaat, dan terimakasih telah membaca.

BACA JUGA :

Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published.