5 Sifat-sifat Fisik Protoplasma dan Penjelasannya

Advertisement

5 Sifat-sifat Fisik Protoplasma dan Penjelasannya

Pada kesempatan kali ini mimin akan membahas mengenai sifat fisik protoplasma. Mungkin sebagian dari anda sudah pernah mempelajarinya ketika duduk di bangku sekolah. Nah, pada kesempatan kali ini mimin akan membahasnya secara ringan dan mudah dipahami. Sebelum kita membahasnya lebih jauh, alangkah baiknya kita mengetahui penjelasan berikut ini.

Pengertian Protoplasma

Protoplasma adalah bagian hidup dari sebuah sel yang dikelilingi oleh membran plasma. Protoplasma terdiri dari campuran molekul kecil seperti ion, asam amino, monosakarida dan air, dan makromolekul seperti asam nukleat, protein, lipid dan polisakarida. Nah, setelah mengetahui pengertian protoplasma, perhatikan sifat-sifat fisik protoplasma berikut ini.

Sifat-sifat fisik protoplasma

Advertisement
  1. Sistem Koloid

    Sistem koloid merupakan suatu bentuk campuran (sistem dispersi) dua atau lebih zat yang bersifat homogen namun memiliki ukuran partikel terdispersi yang cukup besar. Cairan sel berupa koloid dengan ukuran 0,0001-1 mikron. Dengan adanya sistem koloid ini memungkinkan sitoplasma mengalami perubahan kepekatan yaitu fase sol dan fase gel dan sebaliknya.

  2. Gerak Brown

    Gerak Brown adalah gerakan terus menerus dari suatu partikel zat cair ataupun gas, artinya partikel-partikel ini tidak pernah dalam keadaan stasioner atau sepenuhnya diam. Hal ini, pertama kali dibuktikan dan dicetuskan oleh Robert Brown seorang botanis Skotlandia pada tahun 1827. Molekul-molekul dalam protoplasma selalu dalam keadaan bergerak. Gerakannya secara bebas dan acak tidak menentu, hal ini biasa disebut dengan gerak brown. Gerak brown dipenaruhi oleh suhu, makin tinggi suhu, maka gerakannya semakin cepat. Perhatikan gambar berikut ini.
    gerak brown

  3. Efek Tyndall

    Efek Tyndall adalah gejala penghamburan berkas sinar (cahaya) oleh partikel-partikel koloid. Hal ini disebabkan karena ukuran molekul koloid yang cukup besar. Efek Tyndall ditemukan oleh John Tyndall(1820-1893), seorang ahli fisika Inggris. Efek tyndall terjadi karena adanya gerak Brown. Adanya gerak Brown akan menyebabkan adanya pemantulan cahaya yang mengenai sistem koloid. Perhatikan ganbar berikut ini.
    efek-tyndal

  4. Siklosis/Sirklosis

    Siklosis adalah suatu gerakan protoplasma yang berupa aruas melingkar (rotasi). Yaitu gerak aliran sitoplasma pada tumbuhan. Gerak ini terjadi karena dipangaruhi oleh tekanan, suhu, PH, dan kekentalan. Gerak siklosis dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :
    *Sirkulasi yaitu aliran plasma yang arah pergerakannya lebih dari satu arah tanpa pola  tertentu.
    *Rotasi yaitu aliran plasma yang bergerak ke satu arah dan bergerak sepanjang dinding sel.

  5. DIfusi dan Osmosis

    *Difusi adalah peristiwa mengalirnya/berpindahnya suatu zat dalam pelarut dari bagian berkonsentrasi tinggi (hipertonis) ke bagian yang berkonsentrasi rendah (hipotonis). Perbedaan konsentrasi yang ada pada dua larutan disebut gradien konsentrasi. Perhatikan gambar berikut ini.
    proses difusi
    *Osmosis adalah perpindahan molekul air melalui selaput semipermiabel selektif dari bagian yang lebih encer ke bagian yang lebih pekat. Membran semipermeabel harus dapat ditembus oleh pelarut, tetapi tidak oleh zat terlarut, yang mengakibatkan gradien tekanan sepanjang membran. Dengan kata lain osmosis adalah perpindahnya suatu zat dalam pelarut dari bagian berkonsentrasi rendah (hipotonis) ke bagian yang berkonsentrasi tinggi (hipertonis). Perhatikan gambar berikut ini.
    proses osmosis

Nah, dari beberapa penjelasan di atas, kita dapat memahami sifat-sifat fisik protoplasma. Demikianlah 5 Sifat-sifat Fisik Protoplasma dan Penjelasannya. Sekian yang dapat mimin sampaikn pada artikel kali ini, semoga dapat membantu ada dalam memberikan informasi yang anda butuhkan. Semoga bermanfaat dan terimaksih tlah membaca.

Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published.