6 Ciri-ciri Sistem Pemerintahan Parlementer dan Penjelasannya

Advertisement

6 Ciri-ciri Sistem Pemerintahan Parlementer dan Penjelasannya

sistem pemerintahan parlementer

Suatu negara yang berdaulat tentunya memiliki sistem yang berjalan dengan baik dalam negaranya. Sehingga dengan sistem tersebut sebuah negaradapat melakukan kegiatan-kegiatan kenegaraanya dengan baik dan seimbang. Pada kesempatan kali ini mimin akan membahas mengenai sistem pemerintahan parlementer. Sebelum membahasnya lebih jauh, alangkah baiknya kita mengetahui pengertian sistem pemerintahan terlebih dahulu.

Pengertian Sistem Pemerintahan

Menurut Wikipedia, Sistem pemerintahan adalah suatu tatanan utuh yang terdiri atas berbagai komponen yang bekerja saling bergantung dan mempengaruhi dalam mencapai tujuan dan fungsi pemerintahan.

Dalam hali ini sistem pemerintahan mempunyai peran untuk menjaga kestabilan suatu negara. Sistem pemerintahan yang diterapkan disuatu negara hendaknya dapat menjaga keharmonisan masyarakat, melindungi hak-hak minoritas, dan tidak selalu memanjakan mayoritas, melindungi sistem politik, sosial, ekonomi dan berbagai aspek kenegaraan. Sistem pemerintahan mempunyai landasan yang kuat dalam menjalankan segala kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan kepentingan masyarakat. Namun jika sistem pemerintahan yang diterapkan dalam suatu negara adalah sistem yang statis dan merugikan rakyat, maka akan terjadi gerakan-gerakan seperatis (perpecahan) dalam negara tersebut. Maka dari itu hendaknya sistem pemerintahan yang diberlakukan dalam suatu negara harus disesuaikan dengan kepentingan dan kehendak rakyat.

Sistem Parlementer adalah sistem pemerintahan dimana parlemen mempunyai peranan yang sangat penting dalam suatu pemerintahan. Parlemen mempunyai wewenang yang sangat vital, dalam hal ini seperti mengangkat perdana menteri, selain itu parlemen juga dapat melengserkan perdana menteri dengan cara mengeluarkan mosi. Sistem parlementer jauh berbeda dengan sistem presidensil dimana di negara dengan sistem pemerintahan parlementer dapat mempunyai presiden dan perdana dimana presiden hanya sebagai simbol pemimpin negara, yang melakukan dan memimpin segala kegiatan pemerintahan tetap perdana menteri.

Ciri-ciri Sistem Pemerintahan Parlementer

Untuk lebih memudahkan anda dalam memahami sistem pemerintahan parlementer perhatikan ciri-ciri berikut,

Advertisement
  1. Sistem pemerintahan parlementer dikepalai oleh perdana menteri sebagai kepala pemerintahan dan seorang presiden sebagai kepala negara.
  2. Pengangkatan raja sebagai kepala negara diseleksi oleh undang-undang yang berlaku di negara tersebut. Sedangkan pengangkatan perdana menteri sebagai kepala pemerintahan ditunjuk oleh legislatif.
  3. Perdana menteri mempunyai kekuasaan dan hak istimewa (hak prerogatif) untuk mengangkat maupun memberhentikan menteri-menterinya, baik yang memimpin departemen maupun non departemen.
  4. Menteri-menteri hanya bertanggungjawab pada kekuasaan legislatif.
  5. Kakuasaan eksekutif bertanggung jawab kepada legislatif. Segala keputusan dan kebijakan kebijakan pemerintahan eksekuti dipertanggung jawabkan dihadapan legislatif.
  6. Kekuasaan eksekutif dapat dijatuhkan oleh legislatif, jika terbukti eksekutif tidak melaksanakan tugasnya dengan baik.

Kelebihan dan Kekurangan Sisitem Pemerintahan Parlementer
Sebuah sistem pemerintahan yang dianut oleh suatu negara memang mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing, begitulah sebuah sistem. Sistem parlementer memang banyak diunggulkan karena respon/ tanggapannya yang menyangkut dengan kebijakan-kebijakan publik. Aspirasi-aspirasi yang datang dari publik akan segera diproses sehingga pewujudan keinginan publik dapat segera dilaksanakan. Sistem parlementer selalu mengutamakan kinerja dan kualitas kabinet sehingga masalah-masalah dalam pemerintahan akan segera tertangani. Selain itu sistem pemerintahan parlementer juga mempunyai beberapa kekurangan, untuk itu pahamilah beberapa kelebihan dan kekurangan sistem parlementer berikut.

Kelebihan Sistem Pemerintahan Parlementer

  1. Sistem pemerintahan parlementer dalam menetapkan kebijakan-kebijakan pemerintahan relatif cepat.
  2. Secara struktural, alur penanggungjawaban publik cukup jelas, karena setiap lembaga negara dapat melaksanakan tugas pemerintahan tanpa adanya intervensi dari pihak manapun.
  3. Eksekutif maupun legislatf beada pada satu partai maupun koalisi sehingga memungkinkan penyesuaian dan keseimbangan dalam mejalankan sistem pemerintahan.
  4. Kabinet secara ketat diawasi oleh legislatif sehingga apat mengurangi kemungkinan penyalahgunaan wewenang oleh eksekutif.

Kekurangan Sistem Pemerintahan Parlementer

  1. Kabinet maupun eksekutif dijatuhkan dapat sewaktu-waktu oleh parlemen karena kedudukan eksekutif dan kabinet sangat bergantung kepada dukungan mayoritas parlemen.
  2. Masa jabatan eksekutif tidak pasti, karena dapat di lengserkan sewaktu-waktu jika terbukti tidak bekerja dengan baik.
  3. Kabinet dapat mengendalikan parlemen. Hal itu terjadi apabila para anggota kabinet adalah anggota parlemen dan berasal dari partai mayoritas. Karena pengaruh mereka yang besar diparlemen dan partai, anggota kabinet dapat mengusai parlemen.
  4. Parlemen menjadi ajang untuk menciptakan kader-kader yang akan meneruskan kekuasaan eksekutif. Kader yang berpengalaman akan sangat mudah untuk mendapat dukungan ketika maju menjadi kepala pemerintahan.

Demikianlah Ciri-ciri Sistem Pemerintahan Parlementer dan Penjelasannya. Sekian yang dapat mimin sampaikan melaui artikel ini, semoga dapat membantu anda dalam memberikan informasi yang anda butuhkan. Semoga bermanfaat dan terimakasih telah membaca, sampai jumpa lagi pada artikel selanjutnya.

 

Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published.