7 Ciri-ciri Sistem Pemerintahan Presidensial dan Pengertiannya

Advertisement

7 Ciri-ciri Sistem Pemerintahan Presidensial dan Pengertiannya

Ciri-ciri Sistem Pemerintahan Presidensial

Suatu negara yang berdaulat tentunya memiliki sistem yang berjalan dengan baik dalam negaranya. Sehingga dengan sistem tersebut sebuah negaradapat melakukan kegiatan-kegiatan kenegaraanya dengan baik dan seimbang. Pada kesempatan kali ini mimin akan membahas mengenai sistem pemerintahan parlementer. Sebelum membahasnya lebih jauh, alangkah baiknya kita mengetahui pengertian sistem pemerintahan terlebih dahulu.

Pengertian Sistem Pemerintahan

Menurut Wikipedia, Sistem pemerintahan adalah suatu tatanan utuh yang terdiri atas berbagai komponen yang bekerja saling bergantung dan mempengaruhi dalam mencapai tujuan dan fungsi pemerintahan.

Dalam hali ini sistem pemerintahan mempunyai peran untuk menjaga kestabilan suatu negara. Sistem pemerintahan yang diterapkan disuatu negara hendaknya dapat menjaga keharmonisan masyarakat, melindungi hak-hak minoritas, dan tidak selalu memanjakan mayoritas, melindungi sistem politik, sosial, ekonomi dan berbagai aspek kenegaraan. Sistem pemerintahan mempunyai landasan yang kuat dalam menjalankan segala kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan kepentingan masyarakat. Namun jika sistem pemerintahan yang diterapkan dalam suatu negara adalah sistem yang statis dan merugikan rakyat, maka akan terjadi gerakan-gerakan seperatis (perpecahan) dalam negara tersebut. Maka dari itu hendaknya sistem pemerintahan yang diberlakukan dalam suatu negara harus disesuaikan dengan kepentingan dan kehendak rakyat.

Sistem pemerintahan Presidensial adalah sistem pemerintahan yang diterapkan pada negara republik dimana kekuasaan presiden (eksekutif) di pilih melalui pemilihan umum. Pada sistem pemerintahan presidensial, eksekutif dan legislatif mempunyai wewenang sendiri, sehingga presiden tidak dapat dijatuhkan oleh legislatif. Kedudukan kepala negara lebih stabil jika dibandingkan dengan sistem pemerintahan parlementer. Kekuasaan eksekutif tidak mempunyai tanggungjawab terhadap legislatif. Pada negara yang menganut sistem pemerintahan presidensial, dikepalai oleh seorang presiden sebagai kepala negara dan juga sebagai kepala pemerintahan, hal ini tentu jauh berbeada dengan sistem pemerintahan parlementer yang mempunyai kepala pemerintahan dan kepala negara sendiri-sendiri.

7 Ciri-ciri Sistem Pemerintahan Presidensial

Berikut ini merupakan ciri-ciri sistem pemerintahan presidensial,

Advertisement
  1. Kepala negara (badan eksekutif) dipilih melalui pemilihan umum (pemilu). Dinegara yang demokrasi, pemilihan pemimpin selalu dilakukan dengan pesta demokrasi seperti pemilihan umum.
  2. Dikepalai oleh seorang presiden sebagai kepala negara dan juga kepala pemerintahan.
  3. Masa jabatan presiden dan wakil presiden (eksekutif) lebih jelas dalam jangka waktu tertentu. 
  4. Kekuasaan eksekutif (presidendan wakil presiden) tidak mempunyai tanggung jawab terhadap legislatif.
  5. Presiden mempunyai hak prerogatif (hak istimewa) untuk mengangkat dan memberhentikan menteri-menteri.
  6. Menteri-meteri bertanggung jawab kepada eksekutif, bukan kepada legislatif.
  7. Kekuasaan Presiden dan wakil presiden (eksekutif) lebih stabil dan tidak dapat dijatuhkan oleh legislatif.

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Pemerintahan Presidensial.

Dalam menjalankan sebuah sistem dalam kenegaraan selalu ada kelebihan dan kekurangannya masing-masing, terlebih dalam menyikapi berbagai persoalan yang kerap menerpa negara demokrasi seperti, perbedaan suku, ras, budaya, status sosial, dan lain-lain tentunya kebijakan-kebijakan pemerintah harus disesuaikan dengan kepentingan orang banyak. Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan sistem pemerintahan presidensial.

5 Kelebihan sistem pemerintahan presidensial

  1. Masa jabatan eksekutif lebih jelas dalam jangka waktu yang tepah ditentukan, seperti negara-negera demokrasi berikut ini; Indonesia 5tahun, Philipina 6tahun, dan America Serikat 4tahun.
  2. Kadudukan eksekutif tidak bergantung kapada kekuasaan legislatif sehingga kekuasaannya lebih stabil.
  3. Siapapun yang berkompeten dapat mencalonkan diri dalam pemilihan presiden, karena legisatif tidak menjadi ajang untuk kaderisasi kekuasaan-kekuasaan eksekutif dalam pemimpin pemerintahan.
  4. Karena masa jabatan eksekutif yang jelas (telah ditentukan), kabinet dapat menyususn program kerja sesuai dengan masa jabatan yang berlangsung.
  5. Jangka waktu pemilihan umum lebih jelas sesuai dengan masa jabatan yang telah habis.

5 Kekurangan Sistem Pemerintahan Presidensial

  1. Dapat menimbulkan kekuasaan yang absolut karena eksekutif terlepas dari pengawasan dan tanggung jawab kekuasaan legislatif.
  2. Sistem dan alur pertanggung jawaban kurang jelas.
  3. Terjadi tawar-menawar antara eksekutif dan elgislatif ketika akan menentukan kebijakan publik.
  4. Memakan waktu yang cukup lama dalam penentuan kebijakan publik.
  5. Ketidak tegasan dalam penetapan kebijakn publik.

Dalam sistem pemerintahan presidensial, presiden mempunyai kekuasaan cukup kuat karena tidak dapat dijatuhkan oleh legislatif. Meski demikian kekuasaan presiden juga dapat dikontrol suapaya tidak sewenang-wenang dengan kekuasaannya. Jika presiden terbukti menyalahgunakan wewenangnya seperti melanggar konstitusi, penghianatan terhadap negara, melakukan tindak kriminal, maka kekuasaan presiden dapat dijatuhkan. Jika seorang presiden dijatuhkan, maka yang akan menggantikannya adalah wakil presiden.

Demikialnlah 7 Ciri-ciri Sistem Pemerintahan Presidensial dan Penjelasannya. Semoga dapat membantu anda dalam memberikan informasi yang anda butuhkan. Sekian yang dapat mimin sampaikan melalui artikel ini semoga bermanfaat. Terimakasih telah membaca sampai jumpa di artikel selanjutnya.

Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published.