7 Macam-macam Prosa Baru dan Penjelasannya !!

Advertisement

7 Macam-macam Prosa Baru dan Penjelasannya !!

macam-macam prosa lama

Mengakujenius.com – Pada kesempatan kali ini kami akan memabahas mengenai prosa baru yang berkembang di dunia kesusastraan. Karya sastra merupakan salah satu unsur pembangun sebuah peradaban. Secara garis besar, prosa dibedakan menjadi prosa lama dan prosa baru. Nah, pada artikel kali ini kami akan membahas mengenai prosa baru, karena prosa lama sudah kami bahas pada artikel sebelumnya, yakni Macam-macam Prosa Lama Lengkap. Sebelum kita membahasnya lebih jauh, alangkah baiknya kita mengetahui penjelasan-penjelasan berikut ini.

Pengertian Prosa Baru 

Prosa merupakan suatu jenis tulisan yang memiliki variasi ritme lebih besar di bandingkan puisi, serta bahasanya yang lebih sesuai dengan arti leksikalnya (makna bersifat tetap). Kata prosa berasal dari bahasa latin “prosa” yang artinya “terus terang”. Jenis tulisan prosa biasanya digunakan untuk menggambarkan suatu fakta atau ide. Prosa dapat digunakan untuk surat kabar, majalah, novel, ensiklopedia, surat, serta berbagai jenis media lainnya. Prosa sendiri dibedakan menjadi dua bagian, yaitu prosa lama dan prosa baru.

Prosa baru adalah karangan prosa yang timbul setelah mendapat pengaruh sastra atau budaya Barat. Prosa lama sebagian dari strukturalnya sudah terpengaruhi oleh budaya-budaya asing.

Prosa pada mulanya adalah sebuah karya sastra yang tidak tertulis, Pada zaman dahulu, prosa hanyalah kisah-kisah yang diceritakan oleh orang tua kepada anak-anaknya. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, prosa kini sudah banyak ditulis dan banyak mengalami perubahan.

Prosa baru merupakan karya sastra yang sudah terpengaruh oleh sastra atau kebudayaan barat.

Macam-macam Prosa Baru

Berikut ini macam-mcam Prosa Baru

Berdasrakan perkembangannya, prosa baru terbagi menjadi beberapa macam. Berikut penjelasannya lengkap

1. Roman

Roman adalah bentuk prosa baru yang menceritakan kehidupan suatu tokoh tertentu dengan segala suka dukanya. Dalam roman, pelaku utamanya sering diceritakan mulai dari masa kanak-kanak sampai dewasa atau bahkan sampai meninggal dunia. Roman mengungkap adat atau aspek kehidupan suatu masyarakat secaraspesifik dan menyeluruh, alur bercabang-cabang, banyak digresi (pelanturan). Roman terbentuk dari pengembangan atas seluruh segi kehidupan pelaku dalam cerita tersebut. Pada umumnya roman mengisahkakn tentang kisah percintaan yang dialami oleh tokoh utamanya. Pada perkembangannya roman menjadi salah satu karya sastra yang digemari oleh masyarakat karena sarat akan nilai-nilai moral yang disampaikan oleh pengarangnya.

Berdasarkan kandungan isinya, roman dibedakan atas beberapa macam, antara lain sebagai berikut:

  • Roman transendensi, yang di dalamnya terselip maksud tertentu, atau yang mengandung pandangan hidup yang dapat dipetik oleh pembaca untuk kebaikan. Contoh: Layar Terkembang oleh Sutan Takdir Alisyahbana, Salah Asuhan oleh Abdul Muis, Darah Muda oleh Adinegoro.
  • Roman sosial adalah roman yang memberikan gambaran tentang keadaan masyarakat. Biasanya yang dilukiskan mengenai keburukan-keburukan masyarakat yang bersangkutan. Contoh: Sengsara Membawa Nikmat oleh Tulis St. Sati, Neraka Dunia oleh Adinegoro.
  • Roman sejarah yaitu roman yang isinya dijalin berdasarkan fakta historis, peristiwa-peristiwa sejarah, atau kehidupan seorang tokoh dalam sejarah. Contoh: Hulubalang Raja oleh Nur St. Iskandar, Tambera oleh Utuy Tatang Sontani, Surapati oleh Abdul Muis.
  • Roman psikologis yaitu roman yang lebih menekankan gambaran kejiwaan yang mendasari segala tindak dan perilaku tokoh utamanya. Contoh: Atheis oleh Achdiat Kartamiharja, Katak Hendak Menjadi Lembu oleh Nur St. Iskandar, Belenggu oleh Armijn Pane.
  • Roman detektif merupakan roman yang isinya berkaitan dengan kriminalitas. Dalam roman ini yang sering menjadi pelaku utamanya seorang agen polisi yang tugasnya membongkar berbagai kasus kejahatan. Contoh: Mencari Pencuri Anak Perawan oleh Suman HS, Percobaan Seria oleh Suman HS, Kasih Tak Terlerai oleh Suman HS.

2. Novel

Novel berasal dari Italia. yaitu novella ‘berita’. Novel adalah bentuk prosa baru yang melukiskan sebagian kehidupan tokoh utama yang penuh drama, kisah-kisah menarik yang dialami tokoh dan mengandung konflik. Konflik atau pergulatan jiwa tersebut mengakibatkan perubahan nasib pelaku. lika roman condong pada idealisme, novel pada realisme. Biasanya novel lebih pendek daripada roman dan lebih panjang dari cerpen. Contoh: Ave Maria oleh Idrus, Keluarga Gerilya oleh Pramoedya Ananta Toer, Perburuan oleh Pramoedya Ananta Toer, Ziarah oleh Iwan Simatupang, Surabaya oleh Idrus.

Advertisement

3. Cerpen

Cerpen adalah bentuk prosa baru yang menceritakan sebagian kecil dari kehidupan pelakunya yang terpenting dan paling menarik. Di dalam cerpen boleh ada konflik atau pertikaian, akan tetapi hal itu tidak menyebabkan perubahan nasib pelakunya. Cerpen memiliki bebertapa daya tarik yang sangat memukau para penggemarnya. Diantaranya adalah alurnya yang sangat menegangkan dan ending dari ceritanya yang tidak dapat di tebak.

Baca Juga : Contoh Cerpen Terbaik

Berikut ini adalah ciri-ciri cerpen

  1. Cepen habis dibaca sekali duduk
  2. Panjang cerpen tidak lebih dari 10.000 kata
  3. Alur dan temanya tunggal
  4. Watak tokoh digambarkan secara sederhana
  5. Konflik tidak sampai mengubah nasib tokoh

Baca Juga : 10 Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Cerpen

4. Riwayat 

Riwayat (biografi), adalah suatu karangan prosa yang berisi pengalaman-pengalaman hidup pengarang sendiri (otobiografi) atau bisa juga pengalaman hidup orang lain sejak kecil hingga dewasa atau bahkan sampai meninggal dunia. Contoh: Soeharto Anak Desa, Prof. Dr. B.J Habibie, Ki Hajar Dewantara, Soekarno Sang penyambung Lidah Rakyat. Biografi biasanya mengisahkan tokoh-tokoh tertentu yang mempunyai pengaruh penting terhadap perubahan-perubahan yang diciptakannya.

5. Kritik

Kritik adalah karya yang menguraikan pertimbangan baik-buruk suatu hasil karya dengan memberi alasan-alasan tentang isi dan bentuk dengan kriteria tertentu yang sifatnya objektif dan menghakimi. Kritik yang di berikan kepada penulis hendaknya bersifat membangun dan tidak bersifat provokatif dan meremehkan.

Baca Juga : Prinsip Peulisan Kritik

Baca Juga : Contoh Kalimat Kritik

6. Resensi

Resensi adalah pembicaraan / pertimbangan / ulasan suatu karya (buku, film, drama, dll.). Isinya bersifat memaparkan supaya pembaca mengetahui karya tersebut dari berbagai aspek seperti tema, alur, perwatakan, dialog, dll, sering juga disertai dengan penilaian dan saran tentang perlu tidaknya karya tersebut dibaca atau dinikmati.

7. Esai

Esai adalah ulasan / kupasan suatu masalah secara sepintas lalu berdasarkan pandangan pribadi penulisnya. Isinya bisa berupa hikmah hidup, tanggapan, renungan, ataupun komentar tentang budaya, seni, fenomena sosial, politik, pementasan drama, film, dll.

Nah, dari berbagai penjelasan mengenai macam-macam prosa baru tersebut dapat kita pahami bahwa keberadaan prosa baru merupakan salah satu perkembangan yang cukup pesat dalam dunia sastra. Demikianlah 7 Macam-macam Prosa Baru dan Penjelasannya !!. Sekian yang dapat kami sampaikan pada artikel kali ini semoga dapat membantu anda dalam memberikan informasi. Semoga bermanfaat jangan lupa share ya 😀

Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published.