May 05 2017

7 Unsur Intrinsik Drama dan Penjelasannya Lengkap

7 Unsur Intrinsik Drama dan Penjelasannya Lengkap

Pelakon dari Komunitas Seni Nan Tumpah (KSNT) memainkan naskah teater "Nilam Binti Malin", di Gedung Teater Utama Taman Budaya Sumatera Barat (Sumbar), Padang, Senin (22/12) malam. Naskah karya Karta Kusumah dengan Sutradara Mahatma Muhammad itu, bercerita mengenai anak Malin Kundang, melalui eksplorasi Randai sebagai basis dramaturgi teater rakyat Minangkabau yang diselaraskan dengan teks lakon. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/Rei/mes/14.

Pengertian Drama

Dalam kesempatan kali ini mimin akan membahas tentang unsur-unsur intrinsik drama. Pernahkah Anda menyaksikan pementasan drama? didalam drama terdapat penokohan yang merupakan unsur yang wajib ada dalam pementasan drama. Tanpa adanya tokoh suatu drama tidak akan berjalan seperti yang semestinya. Di dalam penokohan tersebut kita dapat mengidentifikasi tokoh yang baik dan mana tokoh yang jahat. Sebelum mempelajari lebih lanjut, mimin akan jelaskan dahulu pengertian drama. Perhatikan pengertian berikut!

Drama adalah suatu bentuk karya sastra yang memiliki bagian untuk diperankan oleh aktor. Kosa kata ini berasal dari bahasa yunani yang berarti “aksi”, “perbuatan”. Hakikat drama adalah adanya dialog.

7 Unsur-unsur Intrinsik Drama

Unsur intrinsik drama adalah unsur-unsur yang membangun drama itu dari dalam. Unsur-unsur intrinsik dari drama adalah

  1. Plot atau kerangka cerita
    Plot adalah merupakan jalinan cerita atau kerangaka dari awal hingga akhir yang merupakan jalinan konflik antara dua tokoh berlawanan. Berikut ini adalah unsur-unsur plot.
    a. Pelukisan awal cerita
    b. Komplikasi atau pertikaian cerita
    c. Klimaks atau puncak cerita
    d. Resolusi atau penyelesaian.
    e. Keputusan.
    Plot atau kerangka cerita drama ada tiga jenis, yaitu sebagai berikut.
    a. sirkuler artinya cerita berkisar pada satu peristiwa saja.
    b. Linier artinya cerita bergerak berurutan dari A-Z.
    c. Episodik artinya jalinan cerita itu terpisah, kamudian bertemu pada akhir cerita.
  2. Penokohan
    Penokohan adalah orang yang berperan dalam drama. Perwatakan atau penokohan dalam drama dapat dibedakan sebagai berikut ini :
    a. Protagonis, yaitu tokoh yang mendukung cerita atau biasa disebut sebagai tokoh utama yang baik.
    b. Antagonis, yaitu tokoh yang menentang cerita atau biasa disebut sebagai tokoh yang jahat.
    c. Tritagonis, yaitu tokoh pembantu, baik membantu tokoh protagonis maupun menbantu tokoh antagonis.
    Berdasarkan segi peran atau tingkat pentingnya tokoh dalam suatu cerita dibedakan menjadi dua bagian, Yaitu central karakter (tokoh utama) dan peripheral character ( tokoh tambahan)
  3. Dialog
    Dialog adalah percakapan dalam drama. Dalam drama, dialog harus memenuhi dua tuntutan berikut ini.
    a. Dialog harus menunjang gerak dan laku tokohnya. Sehingga dapat mempertebal maksud yang diperankan oleh pemain.
    b. Dialog dalam pentas harus lebih tajam daripada dialog sehari-hari.
  4. Setting
    Setting adalah lingkungan tempat berlangsungnya peristiwa yang dapat dilihat, termasuk di dalamnya aspek waktu, iklim dan priode sejarah. Setting/landasan/tempat kejadian cerita biasanya disebut latar cerita. Setting biasanya mencakup hal-hal berikut.
    a. Setting tempat berhubungan dengan ruang waktu, misalnya di Jawa, di kota Semarang tahun berapa, hari apa.
    b. Setting waktu berarti kejadian itu terjadi pada waktu tertentu misalnya, pagi, siang sore, malam , fajar.
  5. Tema 
    Tema adalah gagasan pokok atau ide utama yanh terkandung dalam drama.
  6. Amanat
    Amanat dalah pesan pengarang yang hendak disampaikan pengarang melalui dramanya. Amanat adalah maksud yang terkandung dalam suatu drama.
  7. Konflik
    Konflik adalah pertentangan atau masalah yang terjadi pada suatu drama. Tokoh cerita dapat mengalami konflik, baik konflik dengan diri sendiri, dengan pihak lain, maupun dengan alam.

7 Istilah Dalam Pementasan Drama

Beberapa istillah dalam memerankan drama sebagai berikut.

  1. Pantomim
    Pantomim adalah ekspresi gerak-gerik tubuh yang menunjukan emosi yang dialami oleh pemain.
  2. Pantomimik
    Pantomimik adalah panduan ekspresi gerak-gerik wajah dan gerak-gerik tubuh yang menunjukan emosi yang dialami pemain.
  3. Blocking
    Blocking adalah aturan berpindah tempat dari satu tempat ke tempat lain agar penampilan pemain tidak menjemukan. Dalam blocking perlu kecermatan untuk dapat melakukan pemindahan posisi yang tepat dan tidak membelakangi penonton.
  4. Gesture
    Gesture adalah gerak-gerik besar, seperti gerakan tangan kaki, kepala, dan tubuh pada umumnya yang dialami oleh pemain.
  5. Improvisasi 
    Improvisasi adalah gerakan-gerakan atau ucapan-ucapan penyeimbang untuk lebih menghidupkan pemeranan. Pemain yang berimprovisasi biasanya menunjukan seluruh kemampuannya untuk bisa tampil total.

Drama merupakan salah satu seni yang dapat memberikan hiburan yang menarik bagi kita. Disamping itu drama mempunyai nilai pendidikan yang dapat dimanfatkan dalam kehidupan sehari-hari, karya seni memang dapat menimbulkan rasa indah bagi orang yang melihat, mendengar atau pun yang merasakannya. Karya seni seperti drama memang indah untuk dinikmati. Nah demikialah 7 Unsur Intrinsik Drama dan Penjelasannya Lengkap. sekian yang dapat mimin sampaikan semoga bermanfaat.

BACA JUGA :

Leave a Reply

Your email address will not be published.