Nasionalisme dalam Arti Luas dan Arti Sempit Lengkap

Advertisement

Nasionalisme dalam Arti Luas dan Arti Sempit Lengkap

Nasionalisme dalam arti luas

Setiap warga negara yang baik hendaknya selalu menerapkan hidup yang dapat menigkatkan kecintaan terhadap bangsanya sendiri. Cinta tanah air menjadi salah satu sikap pribadi bangsa yang beradab dan luhur. Nah, pada kesempatan kali ini mimin akan membahas mengenai nasioanlisme dalam arti luas dan arti sempi. Sebelum kita membahasnya lebih jauh, alangkah baiknya kita mengetahui pengertian nasionalisme terlebih dahulu. Pahamilah beberapa penjelasan berikut.

Pengertian Nasionalisme

Secara etimologi nasionalisme berasal dari kata Latin, yaitu “nation” yang berarti bangsa yang dipersatukan karena kelahiran. Akan tetapi, arti dan hakikat yang melekat pada kata “nation” telah berubah sejalan dengan perubahan zaman. Pengertian nasionalisme adalah suatu gejala psikologis berupa rasa persamaan dari sekelompok manusia yang menimbulkan kesadaran sebagai suatu bangsa.

Nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (dalam bahasa inggris “nation”) dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia yang mempunyai tujuan atau cita-cita yang sama dalam mewujudkan kepentingan nasional, dan nasionalisme juga rasa ingin mempertahankan negaranya, baik dari internal maupun eksternal.

Para nasionalis menganggap negara adalah berdasarkan beberapa “kebenaran politik” (political legitimacy). Bersumber dari teori romantisme yaitu “identitas budaya”, debat liberalisme yang menanggap kebenaran politik adalah bersumber dari kehendak rakyat, atau gabungan kedua teori itu.

Ikatan nasionalisme tumbuh di tengah masyarakat saat pola pikirnya mulai merosot. Ikatan ini terjadi saat manusia mulai hidup bersama dalam suatu wilayah tertentu dan tak beranjak dari situ. Saat itu, naluri mempertahankan diri sangat berperan dan mendorong mereka untuk mempertahankan negerinya, tempatnya hidup dan menggantungkan diri. Dari sinilah cikal bakal tubuhnya ikatan ini, yang notabene lemah dan bermutu rendah. Ikatan ini pun tampak pula dalam dunia hewan saat ada ancaman pihak asing yang hendak menyerang atau menaklukkan suatu negeri. Namun, bila suasananya aman dari serangan musuh dan musuh itu terusir dari negeri itu, sirnalah kekuatan ini.

Menurut sifatnya, nasionalisme dapat dibedakan menjadi dua, yakni nasionalisme dalam arti sempit dan nasionalisme dalam arti sempit. Berikut ini adalah penjelasannya.

Advertisement

Nasionalisme dalam Arti Sempit

Nasionalisme dalam arti sempit adalah perasaan kebangsaan atau cinta terhadapa bangsanya yang sangat tinggi dan berlebihan. Hal ini sering disamakan dengan jingoisme atau chauvinisme seperti yang pernah dianut bangsa Jerman di masa Hitler pada tahun 1933-1945. Pada saat itu, bangsa Jerman menganggap dirinya sebagai Deutcshland Uber Alles in der Welf (Jerman di atas segala-galanya dalam dunia).

Nasionalisme dalam Arti Luas

Nasionalisme dalam pengertian luas diartikan sebagai perasaan cinta atau bangga terhadap tanah air dan bangsanya yang tinggi, akan tetapi terhadap bangsa lain tidak memandang rendah. dalam mengadakan hubungan dengan bangsa lain, ia selalau mengutamakan persatuan dan kesatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsanya. Namun ia menempatkan bangsa lain tersebut sebagai negara yang berdiri sama tingi dan duduk sama rendah. Misalnya adalah bangsa Indonesia.

Nasioalisme menurut Hertz mengandung 4 unsur,

  • Hasrat untuk mencapai kesatuan
  • Hasrat untuk mencapai kemerdekaan
  • Hasrat untuk mencapai keaslian
  • Hasrat untuk mencapai kehormatan bangsa

Bentuk-bentuk Nasionalisme

Berikut ini adalah bentuk-bentuk Nasionalisme beserta penjelasannya

  1. Nasionalisme kewarganegaraan nasionalisme yang terbentuk karena negara memperoleh kebenara politik dari partisipasi aktif rakyatnya.
  2. Nasionalisme etnis (etnonasionalisme) adalah nasionalisme yang dibentuk karena negara memperoleh kebenaran politik dari budaya asal atauetnis sebuah masyarakat.
  3. Nasionalisme romantik (nasionalisme identitas) adalah nasionalisme etnis yang terbentuk karena negara memperoleh kebenaran politik sebagai suatu yang alamiah dan merupakan suatu ekspresi dari bangsa atau ras.
  4. Nasionalisme budaya adalah nasionalisme yang terbentuk karena negara memperolrh kebenaran politik dari budaya bersama dan tidak bersifat turun temurun seperti ras atau bahasa.
  5. Nasionalisme kenegaraan merupakan variasi nasionalisme kewarganegaraan yang sering dikombinasikan dengan nasionalisme etnis.
  6. Nasionalisme agama adalah nasionalisme yang terbentuk karena negara memperoleh legitimasi politik dari persamaan agama.

Semangat persatuan dan kesatuan bangsa atau nasionalisme Indonesia tumbuh sejak tahun 1908. Pada tanggal 28 Oktober 1928 diselenggarakan Kongres Pemuda II di Batavia (Jakarta) yang kemudian mengahsilkan ikrar Sumpah Pemuda yang berbunyi seperti berikut.

Pertama : Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah satu, tanah air Indonesia.

Keduan : Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia.

Ketiga : Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Nah, dari beberapa penjelasan di atas kita dapat memahami makna nasionalisme dalam arti luas dan nasioanlisme dalam arti sempit. Demikianlah Nasionalisme dalam Arti Luas dan Arti Sempit Lengkap. Sekian yang dapat mimin sampaikan melalui artikel kali ini semoga dapat membenatu anda dalam memberikan informasi. Semoga bermanfaat dan terimakasih.

Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published.