Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka dan Penjelasannya Lengkap

Advertisement

Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka dan Penjelasannya Lengkap

Ide yang dipakai dalam Pancasila sebagai ideologi terbuka berkembang sejak tahun 1985, karena Pancasila berada ditengah ideologi-ideologi bangsa di dunia, maka Pancasila harus bersifat terbuka, luwes, fleksibel dan tidak kaku, sehingga tidak ketinggalan zaman.

Pengertian Pancasila sebagai ideologi terbuka Pancasila harus mampu menyesuaikan diri dengan zaman. Hal tersebut bukan berarti bahwa nilai ang terkandung dalam pancasila dapat diganti dengan nilai dasar lain yang meniadakan jati diri bangsa Indonesia. Makna bahwa Pancasila sebagai ideologi terbuka bahwa nilai-nilai dasar pancasila seperti Ketuhanan, Kemanusiaan, Kerakyatan, dan keadilan dapat dikembangkan sesuai dengan dinamika kehidupan bangsa indonesia dan tuntutan perkembangan zaman secara kreatif dengan memerhatikan tingkat kebutuhan dan perkembangan masyarakat Indonesia sendiri, serta tidak keluar dari eksistensi dan jati diri sebagi bangsa Indonesia.

 

Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka dan Penjelasannya Lengkap

Sebagai ideologi terbuka, Pancasila hendaknya mampu memberikan orientasi kedepan yang mengharuskan bangsa Indonesia untuk selalu menyadari tentang kehidupan yang akan dihadapinya di kemudian hari, terutama menghadapi era globalisasi dan keterbukaan. Ideologi Pancasila menghendaki bangsa Indonesia tetap bertahan dalam jiwa dan budaya bangsa Indonesia dan dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dengan memandang pengertin ideologi sebagai sebuah ide dan gagasan, maka ideologi sebagai sebuah pemikiran dapat dibedakan menjadi berikut.

A. Ideologi terbuka

Ideologi terbuka adalah ideologi yang dapat berinteraksi dengan dinamika perkembangan zaman. Ideologi terbuka banyak di terapkan oleh bangsa-bangsa di dunia supaya ideologi yang mereka anut dapat menyesuaikan diri dengan perkambangan zaman. Berikut ini adalah ciri-ciri- ideologi terbuka.

  1.  Ideologi terbuka hanya ada dalam sistem yang demokratis.
  2. Ideologi terbuka bersifat inklusif, tidak totaliter, dan tidak dapat dipakai melegitimasi kekuasaan sekelompok orang.
  3. Nilai dan cita-cita berasal dari moral budaya masyarakat itu sendiri.
  4. Cita-cita bangsa dicapai secara bersama-sama dan disepakati secara demokratis.

B. Ideologi Tertutup

Ideologi tertutup adalah ideologi yang sulit untuk berinteraksi dengan perkembangan zaman. Ideologi ini biasanya di anut oleh negara yang menganut ideologi kumunis. Mereka cenderung enutup diri dengan bangsa-bangsa lain, serta tidak menghendaki adanya perubahan yang sedang berkembang di dunia. Berikut ini adalah ciri-ciri ideologi tertutup.

  1. Kebenaran suatu ideoligi tertutup tidak boleh dipermasalahkan berdasarkan nilai-nilai atau prinsip-prinsip moral yang lain.
  2. Isinya dogmatis dan apriori sehinga tidak dapat diubah atau di modifikasi berdasarkan pengalaman sosial.
  3. Ideologi tertutup tidak mengakui hak masing-masing orang untuk memiliki keyakinan dan pertimbangannya sendiri.
  4. Ideologi tertutup menuntut ketaatan terhadap kekuasaan pemimpin, tanpa keengganan.
  5. Tidak bersumber dari masyarakat, melainkan dari pikiran elit yang harus di propagandakan kepada masyarakat.
  6. Bersifat otoriter dan dijalankan secara totaliter.

Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka 

Pancasila merupakan ideologi yang tumbuh dari dalam jatidiri masyarakat Indonesia. Ideologi Pancasila hanya ada satu di dunia, yaitu di Indonesia. Dalam pelaksanaan ideologi sebagi ideologi terbuka, Pancasila berperan penting dalam menyikapi perkembangan zaman. Kita harus sama-sama menjaga Pancasila supaya tetap kokoh dan tidak mudah oleh idealisme-idealisme yang akan menyudutkan Pancasila.

Pancasila sebagi ideologi terbuka harus berperan sebagai berikut

  1. Ideologi Pancasila harus mampu menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi zaman yang terus mengalami perubahan.
  2. Pancasila sebagai ideologi terbuka mengandung makna, bahwa nilai-nilai dasar pancasila dapat dikembangkan sesuai dengan dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara.
  3. Pancasila harus mampu mengikuti perkembangan zaman secara kreatif dengan memperhatikan kebutuhan dan perkembangan masyarakat Indonesia sendiri.
  4. Sebagai ideologi terbuka Pancasila harus mampu memberikan orientasi ke depan yang mengharuskan bangsa indonesia untuk selalu menyadari situasi kehidupan yang sedang dan akan di hadapinya, terutama menghadapi globalisasai dan keterbukaan.
  5. Ideologi Pancasila menghendaki agar Bangsa Indonesia tetap bertahan dalam jiwa dan budaya Bangsa Indonesia dalam ikatan wadah NKRI.

3 Nilai yang Terkandung Dalam Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

Bangsa Indonesia mengakui bahwa Pancasila sebagai ideologi terbuka mengandung tiga hal fleksibilitas yaitu nilai dasar, nilai instrument, dan nilai praktis, adapun ketiga nilai tersebut sebagai berikut.

  1. Nilai dasar

    Nilai dasar adalah asas-asas yang diterima sebagi dalil mutlak. Nilai dasar yang bersumber dari nilai-nilai budaya dan masyarakat Indonsia sendiri, yaitu bersumber dari kebudayaan bnagsa yang sesuai dengan konstitusi UUD 1945 yang mencerminkan hakikat nilai kultural (budaya). Hal tersebut terdapat dalam pembukaan UUD1945. Wujud nyata dari nilai dasar adalah sila 1 sampai sila 5 yang terdapat dalam Pancasila.

  2. Nilai Instrumen

    Nilai instrumen adalah pelaksanaan umum dari nilai-nilai dasar. Pada umumnya pelaksanaan tersebut dalam wujud norma sosial atau norma hukum untuk selanjutnya terkristalisasi dalam lembaga-lembag yang sesuai dengan kebutuhan tempat dan waktu. Nilai instrumen ini kedudukannya lebih rendah dari nilai dasar, tetapi dapat terwujudkan nilai umum menjadi nilai konkret, serta sesuai perkembangan zaman. Hal tersebut tertuang dalam batang tubuh UUD 1945, ketetapan MPR, Peraturan Perundang-undangan(PP), dan Kepres (Keputusan Presiden).

  3. Nilai Praktis

    Nilai praktis adalah nilai yang sebenarnya dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai inilah yang sesungguhnya bahan ujian. Apakah nilai dasar dan nilai instrumen dan benar-benar hidup dalam masyarakat atau tidak. Dalam hal ini nilai praktis seperti menghormati, kerukunan, dan gotong-royong dapat diwujudkan dalam bentuk sikap, perbuatan, dan tingkah laku sehari-hari.

Sebagai masyarakat yang menganut sistem demokrasi, hendaknya kita bersama-sama memperjuangkan keutuhan nila-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Kita harus menjunjung tinggi harkat dan martabat bangsa. Bangsa di dunia telah mengakui keberadaan dan eksistensi Pancasila sebagai ideologi terbuka. Pancasila adalah ideologi yang termasuk dalam falsafah hidup bangsa paling kuat di dunia, maka dari itu hendaknya kita harus senantiasa menjaga keutuhannya. Nah, demikianlah Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka dan Penjelasannya Lengkap. Sekian yang dapat mimin sampaikan melaui artikel ini semoga dapat membantu anda dalam memberikan informasi yang anda inginkan. Terimakasih telah membaca.

BACA JUGA :

Advertisement
Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published.