Paragraf Narasi Lengkap Beserta Penjelasanya

Advertisement

Paragraf NarasiA. Pengertian dan karakteristik paragraf Narasi

 Paragraf narasi adalah paragraf yang berisi cerita/kejadian berdasarkan urutan waktu. Cerita kejadian dalam paragrf naratif ada yang realistis ada yang imajinatif.. Gagasan utama dalam paragraf naratif sering kali tidak terdapat dalam satu kalimat, melainkan terselubung dalam keseluruhan kalimat yang ada dalam paragraf. Ada beberpa ciri paragraf narasi yaitu sebagai berikut.

  1. Bersumber dari fakta atau sekedar fiksi.
  2. Merupakan rangkaian peristiwa.
  3. Bersifat menceritakan

B. Pola Pengembangan Paragraf Narasi

 Paragraf narasi dapat dikembangkan dengan berbagai pola pengembangan sebagai berikut.

  1. Urutan waktu ( pola kronologis )

          Kejadian-kejadian yang diceritakan dalam pola ini disampaikan dengan urutan waktu.

          Misalnya, dari pagi hingga pagi lagi, dari tahun ketahun, dan lain-lain.

    2. Urutan ruang ( pola kronologis )

         Kejadian-kejadian yang menceritkan dalam pola ini disusun mengikuti bagian-bagian dari            suatu tempat.Misalnya, dari barat ke timur, dari bagian dalam ke bagian luar, dan lain-lain.

C. Langkah Menyusun Narasi

 Dalam menyusun paragraf narasi, harus memperhatikan langkah-langkah berikut ini.

Advertisement
  1. Menentukan tema.
  2. Merumuskan tujuan.
  3. Mengumpulkan bahan atau data.
  4. Menyusun kerangka karangan
  5. Mengembangkan kerangka karangan.
  6. Menyunting paragraf dengan memperhatikan EYD.

D. Menggunakan Kata Ulang Dalam Paragraf Narasi

  1. Bentuk-bentuk kata ulang

   a. Perulangan seluruh bentuk kata dasar

           Perulangan ini juga disebut sebagai perulangan utuh atau dwilingga. Perulangan ini terdiri atas dua                      macam, yaitu perulangan bentuk kata dasar dan perulangan bentuk kata berimbuhan.

       contoh: makan-makan, jalan-jalan, letusan-letusan,dan lain-lain.

   b. Perulangan berimbuhan

       Bentuk perulangan yang disertai dengan proses pengimbuhan.

       contoh: kekuning-kuningan, sejauh-jauhnya, selama-lamanya, dan lain-lain

   c. Perulangan sebagian

         Perulangan ini disebut dengan kata ulang dwipura, yaitu bentuk berulangan yang terjadi hanya pada                      sebagian bentuk dasar atau sebagian suku katanya.

       contoh: memanggil-manggil, bertanya-tanya, mengaung-ngaung, dan lain-lain.

    2. Makna Kata Ulang

         a. Banyak   :burung-burung,baju-baju

         b. Bermacam-macam: buah-buahan, mobol-mobilan

         c. Tindakan yang dilakukan berulang-ulang : berteriak-teriak, memukul-mukul.

         d. Saling/berbalasan (resipokal) : tolong-menolong, bersalam-salaman.

         e. Agak : kehitam-hitaman, kemerah-merahan.

         f. Tingkat paling tinggi (superlatif) : sekuat-kuatnya, sepandai-pandainya.

         g. Sangat : keras-keras, tinggi-tinggi. 

Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published.