Pengertian dan Macam-Macam Talak Lengkap Penjelasannya

Advertisement

Pengertian dan Macam-Macam Talak Lengkap Penjelasannya

Pengertian Talak

Dalam menjalin hubungan rumah tangga, masalah yang datang silih berganti terkadang membuat kedua insan yang menyatu dalam ikatan pernikahan di terpa probema yang dapat memicu perceraian. Halini tentu sangat dihindari pasangan yang telah menikah, terlebih pasangan-pasangan muda yang baru mengayuh sampan dalam bahtera rumah tangga.Dalam kesempatan kali ini mimin akan membahas mengenai penertian talak dan macam-macam. Sebelum membeahsnya lebih jauh, alangkah lebih baiknya kita mengetahui pengertian talak terlabih dahulu. Perhatikan peryataan berikut.

Pengertian Talak

Ada beberapa macam pengertian talak menurut Ulama, sebagai berikut

  1. Menurut Ulama madzhab Hanafi dan Hanbali mengatakan bahwa talak adalah pelepasan ikatan perkawinan secara langsung untuk masa yang akan datang dengan lafal yang khusus.
  2. Menurut Ulama madzhab Syafi’i, talak adalah pelepasan akad nikah dengan lafal talak atau yang semakna dengan itu (kata-kata percerian)
  3. Menurut Ulama madzhab Maliki, talak adalah suatu sifat hukum yang menyebabkan gugurnya kehalalan hubungan suami istri.

Perbedaan definisi diatas menyebabkan perbedaan akibat hukum bila suami menjatuhkan talak Raj’i pada istrinya. Menurut Hanafi dan Hanbali, perceraian ini belum menghapuskan seluruh akibat talak, kecuali iddah istrinya telah habis. Mereka berpendapat bahwa bila suami jimak dengan istrinya dalam masa iddah, maka perbuatan itu dapat dikatakan sebagai pertanda rujuknya suami. Ulama Maliki mengatakan bila perbuatan itu diawali dengan niat, maka berarti rujuk. Ulama syafi’i mengatakan bahwa suami tidak boleh jimak dengan istrinya yang sedang menjalani masa iddah, dan perbuatan itu bukanlah pertanda rujuk. karena menurut mereka, rujuk harus dilakukan dengan perkataan atau pernyataan dari suami secara jelas, bukan dengan perbuatan.

catatan : Iddah adalah sebuah masa menunggu di mana seorang perempuan yang telah diceraikan oleh suaminya, baik diceraikan karena suaminya mati atau karena dicerai ketika suaminya hidup, untuk menunggu dan menahan diri dari menikahi laki-laki lain.(Wikipedia)

2 Macam Talak dan Penjelasannya

Pembagian talak menurut boleh atau tidaknya rujuk dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut

  1. Talak Raj’i

    Talak raj’i adalah talak yang dijatuhkan kepada isteri yang belum habis masa iddahnya. Talak ini hanya dijatuhkan sebanyak satu atau dua kali saja, sehingga suami dapat rujuk kembali dengan isterinya, selama masa idahnya belum habis. Cara rujuknya tidak perlu aqad dan mahar, suami masih berhak kembali kepada isterinya.
    sesuai dengan firman Allah dalam (Q.S. Al-Baqarah 231)

    Surat Al-Baqarah Ayat 231

    وَإِذَا طَلَّقْتُمُ النِّسَاءَ فَبَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَأَمْسِكُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ أَوْ سَرِّحُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ ۚ وَلَا تُمْسِكُوهُنَّ ضِرَارًا لِتَعْتَدُوا ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَقَدْ ظَلَمَ نَفْسَهُ ۚ وَلَا تَتَّخِذُوا آيَاتِ اللَّهِ هُزُوًا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَمَا أَنْزَلَ عَلَيْكُمْ مِنَ الْكِتَابِ وَالْحِكْمَةِ يَعِظُكُمْ بِهِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

    Advertisement

    Apabila kamu mentalak isteri-isterimu, lalu mereka mendekati akhir iddahnya, maka rujukilah mereka dengan cara yang ma’ruf, atau ceraikanlah mereka dengan cara yang ma’ruf (pula). Janganlah kamu rujuki mereka untuk memberi kemudharatan, karena dengan demikian kamu menganiaya mereka. Barangsiapa berbuat demikian, maka sungguh ia telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri. Janganlah kamu jadikan hukum-hukum Allah permainan, dan ingatlah nikmat Allah padamu, dan apa yang telah diturunkan Allah kepadamu yaitu Al Kitab dan Al Hikmah (As Sunnah). Allah memberi pengajaran kepadamu dengan apa yang diturunkan-Nya itu. Dan bertakwalah kepada Allah serta ketahuilah bahwasanya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (Q.S. Al-Baqarah 231).

    Keterangan :

    (Apabila kamu menceraikan istri-istri, lalu sampai idahnya), maksudnya dekat pada berakhir idahnya (maka peganglah mereka), artinya rujuklah kepada mereka (secara baik-baik) tanpa menimbulkan kesusahan bagi mereka (atau lepaskanlah secara baik-baik pula), artinya biarkanlah mereka itu sampai habis idah mereka. (Janganlah kamu tahan mereka itu) dengan rujuk (untuk menimbulkan kesusahan) berfungsi sebagai maf`ul liajlih (sehingga menganiaya mereka) sampai mereka terpaksa menebus diri, minta cerai dan menunggu lama. (Barang siapa melakukan demikian, berarti ia menganiaya dirinya) dengan menghadapkannya pada siksaan Allah (dan janganlah kamu jadikan ayat-ayat Allah sebagai permainan), artinya berolok-olok dengan melanggarnya (dan ingatlah nikmat Allah kepadamu), yakni agama Islam (dan apa-apa yang telah diturunkan-Nya padamu berupa Kitab) Alquran (dan hikmah) artinya hukum-hukum yang terdapat padanya (Allah memberimu pengajaran dengannya) agar kamu bersyukur dengan mengamalkannya (Dan bertakwalah kamu kepada Allah serta ketahuilah bahwa Allah mengetahui segala sesuatunya) hingga tidak satu pun yang tersembunyi bagi-Nya.

  2. Talak Ba’in

    Talak ba’in dibagi menjadi dua yaitu,

    a.) Talak ba’in sughra

    Talak ba’in sughra adalah talak (kata-kata perceraian) yang dijatuhkan oleh suami satu atau dua kali kepada isterinya setelah habis masa iddahnya. Dalam talak ini, suami masih diperbolehkan rujuk kepada isterinya, dengan syarat dan ketentuan seperti persyaratan ketika lamaran, harus ada mahar, aqad (ijab qobul), wali, saksi, dan kesepakatan kedua belah pihak.

    b.)Talak ba’in Kubra

    Talak bain Kubra adalah talak yang telah dijatuhkan oleh suami kepada isterinya, talak ini merupakan talak yang ketiga kalinya. Seorang suami yang telah menjathkan talak yang ketiga kalinya kepada isterinya, sama sekali tidak boleh rujuk dengan isterinya, karena talak tiga merupakan talak yang bersifat final. Dengan catatan, isterinya telah menikah lagi dengan orang lain dan bercerai. Maka mantan suami boleh menikahi isterinya kembali dengan syarat dan ketentuan seperti pernikahan pada umumnya.

2 Cara pengungkapan lafal talak ada dua macam sebagai berikut

  1. Terang-terangan (Sharih)

    Suami yang mengucapkan talak entah sengaja atau tidak, maka dihukumi talak. Talak (kata-kata perpisahan) ini dilafalkan secara jelas dan terang-terangan. Seperti “kamu saya ceraikan”. Pelafalan talak sharih diungkapkan secara tegas dan jelas, sehingg tidak diragukan kebenarannya.

  2. Samar-samar (Kinayah)

    Pelafalan talak ini di ucapkan/diungkapkan secara samar-samar, biasanya diungkapkan dengan kata-kata sindiran. Seperti contoh “Pulanglah kerumah orang tuamu sekarang juga”, “pergi dari rumah ini dan jangan kembali”, “urusi saja urusanmu sendiri”.

Hal-hal yang dapat menimbulkan keresahan dan perpecahan sudah seharusnya dihindari ketika menjalin kehidupan rumah tangga, sehingga tidak menyakiti dan merugikan sebelah pihak. Termasuk kata-kata yang dapat menyinggung dapat menghancurkan hubungan suami isteri.
Demikianlah Pengertian dan Macam-Macam Talak Lengkap Penjelasannya. Sekian yang dapat mimin sampaikan pada artikel kali ini semoga dapat membantu anda dalam memberikan informasi yang anda butuhkan. Dan terimakasih telah membaca, kita bertemu lagi pada artikel selanjutnya.

Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published.