Nov 20 2017

Penyakit Sistem Pernapasan Manusia !!

Penyakit Sistem Pernapasan Manusia !!

Mengakujenius.com – Pada kesempatan kali ini mimin akan membahas mengenai penyakit pada sistem pernafasan manusia. Sistem pernafasan merupakan sebuah sistem yang terdapat di dalam tubuh manusia yang memungkinkan manusia bernafas dan bertahan hidup. Nah, pada artikel kali ini kami akan membahasnya secera ringan dan mudah dipahami. Namun sebelum kita membahasnya lebih jauh alangkah baiknya kita mengetahui beberpa penjelasan berikut ini.

Pengertian Sistem Pernapasan

Sistem pernapasan sering disebut juga dengan  sistem respirasi merupakan sistem organ yang digunakan untuk pertukaran gas yang terdapat dalam tubuh manusiaPernapasan pada manusia meliputi proses yakni inspirasi dan ekspirasi. Inspirasi merupakan pengambilan udara (menghirup udara) dari lingkungan, dan ekspirasi adalah pengeluaran udara (menghembuskan udara) sisa hasil perombakan dalam tubuh.

Sistem pernapasan merupakan sebuah sistem yang terdiri dari berbagai organ pernapasan yang melakukan tugasnya masing-masing secara terstruktur. Jika salah satu sistem tidak mampu bekerja dengan baik, maka akan sangat berpengaruh terhadap kesehatan seseorang. . Maka dari itu, kita harus sedini mungkin dalam mengetahui tanda-tanda jika salah satu organ pernapasan kita mengalami gangguan.

Penyakit Sistem Pernapasan 

Nah, dari pengertian di atas kita telah mengetahui mengenai sistem pernapasan manusia. Selanjutnya kita akan membahas mengenai penyakit atau gangguan yang sering terjadi di dalam sistem pernapasan manusia. Kelainan dan penyakit yang bisa menyerang sistem pernapasan pada manusia, antara lain sebagai berikut

  1. Faringitis

    Faringitis adalah peradangan faring yang diakibatkan oleh infeksi bakteri, virus atau karena merokok. Gejala yang timbul adalah ada rasa nyeri saat menelan makanan dan
    kerongkongan terasa kering.  Faringitismerupakan peradangan yang terdapat di dalam faring, yaitu saluran napas setelah dari hidung menuju ke trakea. Penyakiit ini biasanya disebabkan oleh infeksi maupun bakteri. Penyakit ini dapat menyebabkan rasa sakit disekitar organ faring yang berhubungan dengan organ pernapasan dan mulut. Penyebab umum dari faringitis yang paling sering ditemukan adalah infeksi dari bakteri atau virus yang menginfeksi faring. Salah satu jenis virus yang paling sering menyebabkan faringitis adalah influenza. Virus flu dapat menyebabkan gangguan pada hidung, telinga dan tenggorokan. Biasanya kondisi sakit ini lebih sering ditemukan pada anak-anak dan remaja. Meskipun tergolongan penyakit umum, namun faringitis juga patut diwaspadai. Beberapa gejala yang sering dialami oleh oarang yang terkena penyakit faringitis adalah demam tidak terlalu tinggi dan rasa kurang nyaman pada tenggorokan dan menjadikan suara menjadi sesak dan terasa sakit ketika digunakan untuk menelan makanan. Selain itu penderita juga sering bersin terus menerus meski tidak tidak sedang flu. Penderita juga akan mengalami batuk kecil yang seringserta tubuh menjadi cepat letih.

  2. TBC (tuberkulosis)

    Penyakit TBC menyerang paru-paru, karena infeksi bakteri Mycobacterium tuberkulosis. Penyakit ini menular lewat udara. TBC sering mneyerang paru-paru yang mempunyai gejala seperti sering batuk, nafsu makan turun drastis, demam, keringan di malam hari, batuk berdarah, sering merasakan nyeri dada, batuk tidak sembuh-sembuh hingga berbulan-bulan. Penyakit TBC adalah Mycobacterium tuberkulosis yang sering kali terltular ketiak penderita meludah dan butir-butir air liur itu melayang diudara sehingga dapat menular ke orang lain. Terdapat beberapa orang yang beresiko terkena penularan TBC yang lebih tinggi dari pada orang pada umumnya. Seperti orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti pengidap HIV/AIDS, diabetes, atau orang yang sedang menjalani kemoterapi. Selain itu, orang yang kekurangan gizi juga mudah sekali tertular penyakit ini. Perokok, pecand narkoba, dan orang-orang yang sering berhubungan dengan pengidap TBC  aktif.

  3. Pneumonia

    Pneumonia adalah penyakit yang berupa peradangan paru-paru yang diakibatkan karena infeksi virus, bakteri atau benda-benda asing yang masuk ke dalam paru-paru. Hal ini mengakibatkan adanya timbunan cairan, eritrosit, dan leukosit di dalam alveolus. Penyebab penyakit pneumonia adalah infeksi, infeksi yang terjadi pada paru paru yang menyebabkan paru paru memiliki kantung udara yang berisikan cairan. Infeksi bisa terjadi karena disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae  yang merupakan jenis bakteri yang bisa masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan penyakit pneumonia. Pneumonia dikenal juga dengan istilah paru-paru basah dalam masyarakat yang merupakan infeksi yang memicu inflamasi pada kantong-kantong udara yang tedapat di dalam salah satu atau kedua paru-paru. Pada pengidap pneumonia, sekumpulan kantong-kantong udara kecil di ujung saluran pernapasan dalam paru-paru akan membengkak dan dipenuhi cairan.

  4. Emfisema

    Emfisema merupakan keadaan dimana permukaan alveolus melebar karena infeksi sehingga menurunkan proses difusi OksigenEmfisema adalah penyakit progresif jangka panjang pada paru-paru yang umumnya menyebabkan napas menjadi pendek. Jaringan paru-paru, yang berperan pada bentuk fisik paru-paru dan fungsi pernapasan, pada penderita emfisema sudah rusak.Emfisema merupakan salah satu penyakit yang termasuk dalam kelompok penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Penyakit ini digolongkan sebagai penyakit paru-paru obstruktif  karena kerusakan jaringan paru-paru di sekitar saluran udara yang lebih kecil, bronkiolus. Kerusakan ini akan membuat bentuk fisik paru-paru tidak normal saat kita menghembuskan napas keluar. Bentuk abnormal ini akan mengganggu pertukaran udara kotor dan udara bersih, sehingga oksigen yang masuk dan karbondioksida yang keluar dari aliran darah di paru tidak maksimal. Secara bertahap, kerusakan jaringan paru pada emfisema akan membuatnya kehilangan elastisitas. Kantung-kantung udara (alveoli) pada paru-paru penderita juga rusak. Elastisitas membantu kantung-kantung udara mengembang dan mengempis. Kehilangan elastisitas akan  menyebabkan udara terperangkap di dalam kantung, sehingga mengurangi ruang untuk masuknya udara segar.

  5. Asma

    Asma adalah suatu kondisi dimana bronkus atau bronkiolus mengalami penyempitan karena alergi. Biasanya ditandai dengan sesak napas. Udara-udara kotor yang ada disekitar juga dapat menyebabkan sesak napas. Selain itu, perokok aktif maupun pasif juga beresiko terkena asma. Selain gejala sulit bernafas, penderita juga mengalami sesak dan sakit didada, batuk-batuk yang terus menerus, dan mengi. Asma dapat diderita oleh semua golongan usia, baik yang masih mudamaupun dikalangan orang tua.Meskipun tergolong penyakit yang sering di derita disemua kalangan, penyebab pasti penyakit asma belum diketahui secara jelas, namun ada beberapa hal yang sering menjadi pemicunya, seperti asap rokok, debu, bulu binatang, aktivitas fisik, udara dingin, infeksi virus, atau bahkan terpapar zat kimia. Bagi seseorang yang menderita penyakit asma, saluran pernapasannya lebih sensitif dibandingkan orang yang sehat. Ketika paru-paru mengalami iritasi, maka otot-otot saluran pernapasan penderita asma akan menjadi kaku dan membuat saluran tersebut menyempit, itulah yang menyebabkan penderita asma mengalamisesak nafas dan nyeri di dada. Selain itu, penderita akan mengalai  batuk yang terus menerus.

  6. Difteri

    Difteri merupakan salah satu penyakit pada sistem pernapasan yangdiseababkan oleh infeksi bakteri yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan manusia. Difteri merupakan penyakit yang sangat mudah menular dan termasuk infeksi serius yang berpotensi mengancam jiwa jika tidak segera ditangani. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae. Bakterinini dapat merasuk dan menyerang sistem kekebalan tubuh 2-5 hari setelah menginfeksi tubuh. Orang yang terinfeksi penyakit ini memiliki gejala-gejala seperti demam menggigil, suara serak dan tenggorokan sakit, sulit bernafas dan nafasnya pendek, hidung tidak henti-hentinya mengeluarkan ingus dan jika tidak segera ditangan maka dapat mengeluarkan darah. Selain itu gejala khusus yang sering dialami penderita oenyakit ini adalah terbentuknya lapisan tipis berwarna abu-abu yang menutupi tenggorokan dan amandel.
    Bakteri difteri yang telah menginfeksi akanmenghasilkan racun yang sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh akan membunuh sel-sel sehat dalam tenggorokan, sehingga akhirnya menjadi sel mati. Sel-sel yang mati inilah yang akan membentuk membran (lapisan tipis) abu-abu pada tenggorokan. Jika tidak segera ditangani, racun yang dihasilkan juga berpotensi menyebar dalam aliran darah dan merusak jantung, ginjal, serta sistem saraf. Untuk itu, segera cek kesehata anda jia mengalami gejala-gejala seperti diatas.

  7. Pleuritis

    Pleuritis adalah peradangan pada pleura. Biasanya, gejala yang ditimbulkan adalah adanya perasaan sakit di dada saat menghirup napas. Pleura terdiri dari dua selaput yang masing-masing menempel pada paru-paru dan tulang rusuk yang berfungsi untuk memisahkan kedua jaringan tersebut. Di antara kedua selaput pleura terdapat cairan yang membantu mengurangi gesekan pada saat kita bernapas. Saat peradang terjadi, cairan tersebut menjadi lengket dan permukaan selaput pleura menjadi kasar, sehingga timbul rasa sakit ketika kedua lapisan pleura saling bergesek, misalnya saat kita bernapas atau batuk. Itulah yang menyebabkan rasa nyeri di dalam dada penderita pleuritis. Penderita plueirtis pada umumnya mengalami gejala-gejala seperti, sakit dan nyeri pada salah satu sisi dada, nyeri bahu dan punggung, batuk kering sesak napas, mual, pusing berkeringat, sakit pada sendi dan otot.

Nah, dari beberapa penjelasan di atas kita dapat mengetahui mengenai penyakit pada sistem pernapasan manusia. Demikianlah Penyakit Sistem Pernapasan Manusia !!. Sekian yang dapat kami sampaikan pada artikel kali ini semoga dapat membantu anda dalam memberikan informasi secara akurat dan bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.