Jun 05 2017

Sistem Pencernaan Hewan Ruminansia (Pemamah Biak) Lengkap

Sistem Pencernaan Hewan Ruminansia (Pemamah Biak) Lengkap

Sistem Pencernaan Hewan Ruminansia (Pemamah Biak) Lengkap

Pengertian Hewan Ruminansia

Hewan ruminanasia atau sering disebut juga hewan pemamah biak yaitu sekelompok hewan pemakan tumbuhan (herbivora) yang mempunyai dua proses pencernaan makanan. Pertama dengan mengunyak makanan yang sudah dicerna di dalam perutnya kemudian di keluarkan lagi untuk di makan kembali pada proses pencernaan yang kedua. Hal ini memungkinkan hewan ruminanasia dapat mendaatkan sari-sari makanan yang dapat memberikan nutrisi bagi pertumbuhan dan perkembangan hewan ruminansia. Selai itu hewan ruminansia dibantu mikroorganisme dalam perutnya dalam proses pencernaan.

Pengeluaran kembalai makanan yang telah dicerna sebagian yang disebut cad. keluar dari rumen dan mengunyahnya untuk kedua kalinya disebut cudding. Hewan ruminansia memiliki lambung degan beberapa ruangan. Hewan ruminanasia termasuk dalam subordo Ruminansia dan ordonya adalah artiodaktil atau berkuku belah. Hewan ruminansia memiliki empat lambung, yaitu (rumen, retikulum, omasum, dan abomasum. Selain itu hewan ruminansia juga memamah makanan yang telah dicerna, maka dari itu hewan ruminansia juga disebut hewan pemamah biak. Contoh hewan ruminansia adalah sapi, domba, kambing dan rusa.

Sistem Pencernaan Hewan Ruminansia

Sistem pencernaan hewan vertebrata (bertulang belakang) tlah berkembang dan terspesialisasi sesuai dengan makanan yang akan dicernanaya. Pada sistem pencernaan manusia, makanan yang kaya akan serat tidak bisa dicerna. Gigi hewan ruminansia (pemamah biak) memiliki bentuk khusus yaitu, gigi seri (densinsisivus) dan gigi taringnya (dens caninus) memiliki bentuk khusus untuk merenggut rumput. Gigi premolar (geraham depan) dan molar (geraham belakang) memiliki fungsi menghancurkan makanan pada hewan pemamah biak memiliki kapisan  email yang melintang dan tajam.

Hewan pemamah biak (ruminansia) memiliki struktur esofagus terspesialisasi menjadi tiga ruangan berbeda yaitu (rumen, retikulum, dan omasum). Setelah ruangan omasum, terdapat ruang abomasum yang merupakan lambung sesungguhnyadari hewan ruminansia. Rumput atau dedaunan yang dimakan dicampur air liur kemudian dikunyah sebentar lalu ditelan. Setelah melaui esofagus, makanan akan tiba di bagian lambung yang pertama yaitu rumen. Rumen adalah tempat simbiosis antara hewan pemamahbiak dengan flagellata(dari jenis Copromonas subtitis) dan bakteri dari genus Cytopaga dan Bacterium penghasil enzim selulase yang dapat mengurai selulosa.

Sistem Pencernaan Hewan Ruminansia (Pemamah Biak) Lengkap

Organ-organ yang berperan dalam pencernaan hewan ruminansia

  1. Rongga mulut 

    Rongga mulut menjadi tempat pertama dalam proses pencernaan hewan ruminansia. Di dalam rongga muut terdapat gigi seri (insisivus) mempunyai bentuk yang sesuai untuk meotong dan menjepit makanan yang berupa dedaunan dan rerumputan. Kemudian gigi taringnya yang berfungsi untuk merenggut rumput atau dedaunan yang agak keras. Sedangkan proses pengunyahan selanjutnya dengan gigi geraham depan (premolare) dan geraham belakang (molare). Selain itu rahang hewaan ruminansia dapat bergerak menyamping untuk menggiling makanan.

  2. Esofagus (kerongkongan)

    Setelah mengalami fase pengunyahan di dalam mulut, makanan kemudian melewati kerongkongan. Kerongkongan merupakan organ penghubung antara mulut dan lambung. Makanan yang melewati kerongkongan cukup singkat dikarenakan sebagian banyak hewan ruminansia memiliki organ kerongkongan yang relatif pendek.

  3. Lambung 

    Setelah melewati esofagus, makanan kemudian menuju lambung. Pada proses pencernaan yang pertama lambung bereperan untuk menampung makanan sementara sebelum di keluarkan kembali. Selain itu lambung pada hewan ruminansia juga berfungsi untuk proses pembusukan makanan yang merupakan simbiosis antara hewan pemamah biak dengan flagellata(dari jenis Copromonas subtitis) dan bakteri dari genus Cytopaga dan Bacterium penghasil enzim selulase yang dapat mengurai selulosa.
    Berikut ini adalah bagian utama lambung hewan ruminansia

    a. Rumen

    Rumen merupakan bagian lambung yang paling besar. Rumen juga menjadi tempat pertama masuknya makanan setelah melewati esofagus. Makanan akan menjadi lebut jika telah memasuki rumen untuk yang kedua kalinya setelah hewan tersebut mengunyah dan mengeluarkan makanannya. Karena makanan tersebut telah tercampur dengan air liur serta enzim-enzim yang terdapat dalam rongga mulut hewan ruminansia. Rumen dapat menampung cukup bayak makanan yang telah di kunyah.

    Di dalam rumen terdapat sismbiosis antara flagellata dengan hewan pemamah biak yang menghasilkan enzim selulase, oligosakharase, hidrolase, glikosidase, dan enzim amilase. Enzim tersebut berfungsi untuk mengurai selulosa. Selulosa merupakan komponen utama yang membentuk tanaman hijau. Selulosa adalah molekul yang terdiri dari karbon, hidrogen, dan oksigen, dan ditemukan dalam struktur selular hampir semua materi tanaman, dan di dalam selulosa terdapat polisakarida. Sebuah polisakarida yang merupakan konstituen utama dari dinding sel di semua tumbuhan hijau dan sebagian besar bakteri.

    b. Retikulum

    Setelah melewati rumen, makanan kemudian menuju retikulum. Retikulum mempunyai dinding oto yang cukup kuat, sehingga mampu untuk mengiling dan memproses makanan menjadi lebih halus. Retikulum juga sering disebut perut jalang. Retikulum berbatasan langsung dengan rumen, namun diantara keduanya tidak ada dinding penyekat. Pembatas diantara retikulum dan rumen yaitu hanya berupa lipatan, sehingga partikel makanan menjadi tercampur.  Pada retikulum dan rumen terjadi pencernaan secara fermentatif, karena pada bagian tersebut terdapat bermilyaran mikroorganisme.

    c. Omasum

    Setelah melalui proses di rumen dan retikulum, kemudian makanan  menuju omasum. Di dalam omasum terdapat enzim-enzim yang berperan untuk menghaluskan makanan. Di dalam omasum terjadi proses absorpsi yaitu penyerapan air yang dilakukan oleh dinding omasum. Bentuk permukaan omasum berbuku-buku. Ph omasum berkisar antara 5,2 sampai 6,5. Antara omasum dan abomasums terdapat lubang yang disebut omaso abomasal orifice.

    d. Abomasum

    Setelah melalui proses di omasum, kamudian makanan menuju abomasum. Abomasum juga disebut dengan perut sejati. Permukaan abomasum dilapisi oleh mukosa dan mukosa ini berfungsi untuk melindungi dinding sel tercerna oleh enzim yang dihasilkan oleh abomasum. Sel-sel mukosa menghasilkan pepsinogen dan sel parietal menghasilkan HCl. Pepsinogen bereaksi dengan HCl membentuk pepsin. Pada saat terbentuk pepsin reaksi terus berjalan secara otokatalitik. Di abomasumlah semua enzim-enzim bekerja dengan optimal.

  4. Usus Halus

    Setelah melewati berbagai tahap pencernaan yang terdapat dalam lambung, kemudian makanan menuju usus halus. Usus halus berperan untuk menyerap sari-sari makanan yang telah di giling halus di dalam lambung. Kemudian sari-sari makanan yang telah diserap di edarkan ke seluruh tubuh dan menjadi energi. Usus halus terdiri dari tiga bagian yaitu duodenum, jejenum dan ileum. roses penyerapan sari makanan dari organ gastrointestinal terjadi dengan cara transpor pasif atau dengan difusi dipermudah.

  5. Anus 

    Setelah proses penyerapan sari-sari makanan oelh usus halus, kemudian ampas-ampas bekas dari proses penyerapan tersebut di bawa menuju anus. Kemudian ampas-ampas tersebut menumpuk ampas-ampas sebelumnya dan menjadi kotoran yang siap untuk dikeluarkan.

Pola sistem pencernaan pada hewan ruminansia umumnya sama dengan manusia, yaitu terdiri dari mulut, faring, esofagus, lambung, usus, dan anus. Damun demikianlah struktur alat pencernaan pada hewan terkadang berbeda dengan yang lainnya. Sapi misalnya mempunyai susunan gigi sebagai berikut.

3 3 0 0 0 0 3 3 Rahang atas
M P C I I C P M Jenis gigi
3 3 0 4 4 0 3 3 Rahang bawah

KETERANGAN :

M : Molare = gigi geraham belakang
P : Premolare = gigi geraham depan
C : Canninus = gigi taring
I : Insisivus = gigi seri

Dari berbagai keterangan diatas kita dapat memahami bagaimana prose pencernaan yang terjadi pada hewan ruminansia (pemamah biak). Pada hewan vertebrata, proses pencernaan telah terspesialisasi karena berbeda dengan hewan vertebrata lainnya.

Nah, demikianlah Sistem Pencernaan Hewan Ruminansia (Pemamah Biak) Lengkap. Sekian yang dapat mimin sampaikan melalui artikel kali ini, semoga dapat membantu anda dalam memahami pelajaran yang berkaitan dengan artikel di atas. Dan semoga bermanfaat, terimakasih telah membaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published.