Apr 26 2017

Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Puisi Lengkap Beserta Penjelasan

Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Puisi Lengkap Beserta Penjelasan

images (2)

Pengertian Puisi

Masih ingatkah anda apa itu puisi? dalam pelajaran SD, SMP, SMA pasti ada pembahasan mengenai puisi. Dalam dunia sastra khususnya di Indonesia, kita sudah tidak asing lagi dengan penyair-penyair legendaris tanah air seperti Chairil Anwar, W.S Rendra, Ismail Marzuki, dan lain-lain. Karya mereka tetap eksis hingga saat ini seperti larik puisi Chairil Anwar yang berbunyi “Mampus kau dikoyak-koyak sepi” dalam sajaknya “Sia-sia. Nah sekarang minin akan membahas tentang pengertian, unsur inrrinsik dan unsur ekstrinsik puisi.

Puisi menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait. Dalam mempelajari puisi kita perlu mengetahui bahwa puisi terdiri dari unsur intrinsik dan ekstrinsik pembangun sebuah puisi.

Unsur Intrinsik dan Ektrinsik Puisi

Unsur Intrinsik Puisi

Unsur Intrinsik puisi adalah unsur yang membangun puisi dari dalam, berikut adalah unsur intrinsik puisi

  1. Tema 
    Tema dalam puisi adalah hal yang paling mendasar dalam pembuatan puisi, karena isi yang terkandung dalam puisi sangat di tentukan oleh baik atau tidaknya tema. Tema mengandung keseluruhan makna dalam puisi. Misalnya puisi yang bertema religius, maka keseluruhan bait dalam puisi tersebut membahas tentang agama yang biasanya mengandung amanat berupa pesan moral untuk pembacanya.
  2. Nada 
    Nada dalam puisi menentukan bagaimana suasana hati si pembuat puisi atau si penulis puisi. Nada yang tinggi biasanya menggambarkan kemarahan, dan nada rendah biasanya menggambarkan kesedihan. Selain itu ada nada yang menunjukan sebuah protes, ada nada yang menunjukan kebencian, ada nada yang menunjukan keterkejutan, ada nada yang menunjukan sebuah sindiran, dan lain-lain. Perhatikan Contoh berikut

    Di Negeri amplop

    Oleh : (Gus Mus)
    Aladin menyembunyikan lampu wasiatnya “malu”
    Samson tersipu – sipu, rambut keramatnya dituupi topi “rapi – rapi”
    david coverfil dan rudini bersembunyi “rendah diri”
    entah, andai Nabi Musa bersedia datang membawa tongkatnya

    amplop – amplop di negeri amplop mengatur dengan teratur
    Hal – hal yang tak teratur menjadi teratur
    Hal – hal yang teratur menjadi tak teratur
    Memutuskan putusan yang tak putus
    Membatalkan putusan yang sudah putus

    Amplop – amplop menguasai penguasa
    dan mengendalikan orang – orang biasa
    amplop – amplop membeberkan dan menyembunyikan
    mencairkan dan membekukan
    mengganjal dan melicinkan
    Orang bicara bisa bisu
    Orang mendengar bisa tuli
    Orang alim bisa nafsu
    Orang sakti bisa mati
    Di negri amplop, amplop – amplop mengamplopi apa saja dan siapa saja

    Dalam contoh puisi tersebut kita dapat mengidentifikasi bahwa ada nada sindiran dalam larik puisi tersebut.

  3. Rasa
    Rasa dalam puisi harus dapat menyentuh perasaan pembaca sehingga mampu mempengaruhi suasana hati yang membacanya. Tak heran jika para sastrawan profesional dapat membuat puisi yang sangat menyentuh hati sehingga membuat para pembacanya menjadi BAPER(bawa perasaan). Perhatikan contoh puisi tersebut.

    “Hatiku selembar daun”

    Oleh : (Sapardi Djoko Damono)

    Hatiku selembar daun melayang jatuh di rumput

    Nanti dulu, biarkan aku sejenak berbaring di sini

    Ada yang masih ingin ku pandang

    Yang selama ini senantiasa luput

    Sesaat adalah abadi

    Sebelum kau sapu taman setiap pagi

    Dalam contoh puisi di atas dapat dengan mudah kita mengidentifikasi unsur intrinsik puisi yaitu “rasa” seoalah-olah kita merasakan apa yang dirasakan oleh penulis.

  4. Amanat
    Puisi yang baik dapat memberikan kesan yang istimewa kepada pembacanya. Sehingga pesan yang di muat dalam puisi mampu diterima dengan mudah oleh para pembacanya. Puisi yang baik adalah puisi yang mengandung amanat yang mampu mengajak kebaikan kepada para pembacanya.
  5. Diksi
    Diksi adalah pemilihan kata yang tepat dalam pembuatan puisi. Kata yang digunakan dalam puisi biasanya kata yang sangat jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari akan tetapi mempunyai makna yang sangat istimewa. Namun ada pula puisi yang diksinya sama seperti kata-kata yang digunakan dalam sehari-hari namun mempunyai kekuatan kata yang sangat bagus tergantung penempatan dan pemilihan katanya.
  6. Majas
    Majas atau sering disebut gaya bahasa adalah unsur intrinsik yang wajib ada dalam pembuatan puisi. Karena baik tidaknya gaya bahasa mempengaruhi keindahan bahasa dalam puisi. Terdapat banyak gaya bahasa yang dapat digunakan dalam puisi, seperti hiperbola, metafora, personifikasi, metonimia, dan lain-lain.
  7. Irama 
    Irama biasa juga disebut ritme adalah gambaran suasana hati penyair dalam melafalkan puisi. Biasanya berupa persamaan bunyi pada baris tertentu yang kadang-kadang berpola tetap.
  8. Imajinasi 
    Imajinasi adalah khayalan penulis puisi. Khayalan dapat mempengaruhi pembaca sehingga seolah-olah pembaca daqpat melihat, mendengar, merasakan, bahkan ikut larut dalam khayalan tersebut. Dibutuhkan kejelian dan kepekaan terhadap apa yang terjadi disekitar supaya kita dapat membuat puisi yang dapat diterima dengan mudah oleh pembaca.
  9. Rima
    Antara bunyi dengan unsur irama saling mendukung dalam memperindah puisi. Irama untuk memperindah puisinya, sedangkan bunyi untuk persajakannya. Dalam sajak sajak puisi biasa terdapat persamaan kata dalam beberapa bait. Nah sekarang sudah tahu kan apa saja unsur pembangun puisi dari dalam? oke, kita beranjak dari unsur intrinsik puisi, selanjutnya kita akan membahas unsur ekstrinsik puisi.

Unsur Ekstrinsik Puisi 

Unsur Ekstrinsik Puisi adalah unsur pembangun puisi dari luar. Dengan kata lain unsur yang yang mempengaruhi baik buruknya puisi dari luar kandungan puisi tersebut. Supaya tidak muter-muter dan membuat semakin bingung, langsung saja inilah unsur Ekstrinsik puisi.

  1. Unsur Biografi 
    Unsur boigrafi ini adalah latar belakang pengarang. Latar belakang cukup berpengaruh dalam pembuatan puisi, misalkan penulis puisi yang latar belakangnya berasal dari keluarga miskin, maka jika ia membuat puisi akan sangat menyentuh hati para pembacanya, yang terbawa dari latar belakang penulis sehingga mampu dikesankan dalam sebuah puisi.
  2. Unsur Sosial
    Unsur sosial sangat erat kaitanya dengan kondisi masyarakat ketika puisi itu dibuat. Misalkan puisi itu dibuat ketika masa orde baru menjelang berakhir. Pada saat itu kondisi masyarakat itu sedang sangat kacau dan keadaan pemerintahan pun sangat carut marut, sehingga puisi yang dibuat pada saat itu adalah puisi yang mengandung sindiran-sindiran terhadap masyarakat.
  3. Unsur Nilai 
    Unsur nilai dalam puisi ini meliputi unsur yang berkaitan dengan pendidikan, seni, ekonomi, politik, sosial,budaya,  adat-istiadat, hukum, dan lain-lain. Nilai yang terkandung dalam puisi menjadi daya tarik tersendiri sehingga sangat mempengaruhi baik atau tidaknya puisi.

Sekarang sudah tahu kan apa saja Unsur Intrinsik dan Unsur Ekstrinsik Puisi? Jika ada yang belum paham bisa ditanyakan melalui kolom komentar, nanti akan minin jelaskan lagi, Demikianlah yang dapat mimin sampaikan melalui artikel ini semoga bermanfaat.

BACA JUGA :

Leave a Reply

Your email address will not be published.