10 Ciri-ciri Tumbuhan Dikotil (Biji Berkeping Dua) Lengkap

10 Ciri-ciri Tumbuhan Dikotil (Biji Berkeping Dua) Lengkap

Pada kesempatan kali ini mimin akan membahas mengenai tumbuhan monokotil. Tanpa sadar disekitar kita terdapat banyak sekali tumbuhan monokotil, tapi kita tidak menyadarinya. Mungkin sebagian dari anda sudah pernah membahasnya ketika duduk di bangku sekolah. Nah, pada artikel kali ini mimin akan membahasnya secara ringan dan mudah dipahami. Sebelum kita membahasnya lebih jauh, alangkah baiknya kita mengetahui pengertian tumbuhan monokotil terlebih dahulu, untuk itu perhatikan pengertiannya berikut ini.

Pengertian Tumbuhan Dikotil

Tumbuhan Dikotil  adalah tumbuhan biji berkeping dua atau berbiji belah. Mengapa demikian? karena tumbuhan dikokotil memiliki biji yang dapat membelah ketika sedang mengalami proses perkecambahan, maka dari itu disebut sebagai tumbuhan biji berkeping dua. Ciri dikokotil yang paling khas adalah bijinya berkeping dua karena memiliki satu daun lembaga. Tubuhan dikokotil atau tumbuhan biji berkeping satu bersifat monofiletik yaitu, suatu kelompok taksonomi yang memiliki satu leluhur bersama dengan keturunannya yang berasal dari satu nenek moyang yang sama. Tumbuhan dikokotil dikenal sangat stabil diluar kelompoknya, artinya memiliki perbedaan yang sangat jelas dengan kelompok tumbuhan lain.

10 Ciri-ciri Tumbuhan Dikotil dan Penjelasannya

  1. Biji Berkeping Dua

    Tumbuhan biji berkeping dua biasanya dimiliki oleh tumbuhan berbunga yang mengalami pembelahan saat proses perkecambahan. Tumbuhan dikotil juga memiliki sepasang daun lembaga (kotiledon). Tumbuhan dikotil sering kita temukan dalam lingkungan sekitar kita seperti mangga, jambu, rambutan, melinjo, karet, tumbuhan polong-polongan, dan lain-lain. Perhatikan gambar berikut.
    perkecambahan mangga

  2. Berakar Tunggang

    Tumbuhan dikotil memiliki akar tunggang. Akar tunggang pada tumbuhan dikotil merupakan akar yang sangat kuat dan besar. rata-rata akar pada tumbuhan dikotil memili ukuran yang cukup besar dan panjang serta memiliki cabang yang cukup banyak. Hal ini memungkinkan tumbuhan dikotil untuk tumbuh kuat dan menancap di atas tanah sehingga tidak mudah rubuh ketika terhempas angin kencang.  Akar tunggang merupakan akar lembaga yang tumbuh terus menerus menjadi akar pokok yang kemudian bercabang-cabang menjadi akar yang lebih kecil. Contoh tumbuhan dikotil yang memiliki akar tunggang cukup kuat adalah pohon mangga, melinjo, ohon jambu, pohon jeruk, pohon rambutan, dan masih banyak lagi. Akar tunggang memiliki akar primer yang kemudian muncul cabang-cabang akar yang lain. Akar tunggang juga berfungsi untuk menyerap unsur hara yang dibutuhkan tanaman, hal ini karena tumbuhan dikotil memiliki pembuluh pengangkut yaitu xylem dan floem. Perhatikan perbedaan berikut ini.
    akar tunggang

  3. Daun menyirip atau Menjari

    Tulang daun dan bentuk sumsumnya menyirip atau menjari dimiliki oleh tumbuhan dikotil. Tulang daun bisa dikatakan menyirip karena berbentuk seperti sirip ikan. Jika kita amati lebih jauh, daun yang menyirip dimiliki tumbuhan dikotil seperti pohon mangga, jambu, nangka. Untuk lebih mudah memahaminya, perhatikan gambar berikut ini.
    daun mangga

  4. Tidak memiliki tudung akar

    Tumbuhan dikotil tidak memiliki tudung akar. Hal ini dikarenakan tumbuhan dikotil tidak mempunyai akar serabut yang memiliki cabang akar yang banyak. Meskipun tidak memiliki tudung akar, tumbuhan dikotil memiliki sistem perakaran yang kokoh dan kuat karena akar tunggang mampu menembus tanah yang jauh lebih dalam dari pada akar serabut. Tumbuhan yang memiliki tudun akar biasanya terdapat pada tumbuhan dikotil, Sedangkan pada tumbuhan dikotil tidak memilikinya. Perhatikan perbedaan berikut ini.
    tudung akar

  5. Batang Berkambium

    Tumbuhan dikotil memiliki batang yang berkambium. Kambium adalah lapisan sel atau lapisan jaringan pada tumbuhan yang aktif membelah dan terdapat diantara pembuluh angkut yaitu xilem dan floem. Ada 2 jenis kambium, yaitu (Kambium gabus dan Kambium vaskular/pembuluh). Pertumbuhan kambium kearah luar akan membentuk kulit batang, sedangkan kearah dalam akan membentuk kayu, sehingga jika kita perhatikan lebih jauh akan terdapat guratan-guratan melingkar. Pada masa pertumbuhan, pertumbuhan kambium kearah dalam lebih aktif dibandingkan pertumbuhan kambium kearah luar, sehingga menyebabkan kulit batang lebih tipis dibandingkan kayu. Kambium (zat kayu) hanya dimiliki oleh tumbuhan dikotil. Coba amati pohon-pohon disekitar kita misalnya jati, mangga, jambu, dan lain-lain. Perhatikan gambar berikut ini.
    kambium batang

  6. Akar dan batang tumbuh membesar

    Tumbuhan biji berkping dua memiliki batang dan akar dapat tumbuh dan berkembang membesar. Hal ini dikarenakan tumbuhan dikotil memiliki pembuluh pengangkut. Pembuluh xylem berfungsi membawa air dari akar kemudian menuju ke daun. Sedangkan pembuluh floem berfungsi untuk membawa nutrisi dan unsur hara dari hasil proses fotosintesis menuju ke seluruh organ bagian tanaman. Perhatikan gambar berikut ini.
    akar tunggang 2

  7. Batangnya bercabang

    Tumbuhan dikotil batangnya bercabang. Batang tumbuhan dikotil mempunyai cabang yang cukup banyak. Batang utama dari tumbuhan dikotil memiliki struktur morfologi yang cukup kuat dan kokoh sehingga memungkinkan memiliki banyak cabang yang biasanya menjadi tempat tumbuhnya buah. Jauh berbeda dengan tumbuhan biji berkeping satu (monikotil) yang batangnya tidak mempunyai cabang. Tumbuhan dikotil adalah tumbuhan berkayu. Perhatikan gambar berikut.
    pohon mangga bercabang

  8. Bagian bunga kelipatan 2,4,5

    Tumbuhan biji berkeping dua memiliki jumlah kelopak bunga kelipatan 2,4,5 atau kelipatannya. Kita dapat mengamati disekitar kita terdapat pohon mangga yang memiliki kelipatan kelopak bunga 4. Untuk itu perhatikan gambar berikut ini.
    Bunga Buah Mangga

  9. Memiliki Xylem dan Floem

    Tumbuhan dikotil memiliki pembunuh pengangkut yang berupa xylem dan floem. Pembuluh xylem adalah pembuluh yang mengangkut air dan unsur hara lainnya dari akar menuju ke daun.  Pembuluh floem mengangkut hasil fotosintesis (terutama gula sukrosa) dan zat-zat lain dari daun menuju bagian-bagian tubuh tumbuhan yang lain. Baik pembuluh kayu maupun pembuluh tapis memiliki beberapa tipe sel yang agak berbeda. Hal ini lah yang memungkinkan tumbuhan dikotil tumbuh besar dan kokoh. Perhatikan gambar di bawah ini.
    pembuluh xylem dan floem

  10. Tidak memiliki koleoptil

    Tumbuhan dikotil tidak memiliki koleoptil. Koleoptil adalah ujung daun bagian atas bentuk berupa selaput yang ada pada tumbuhan monokotil untuk melindungi daun sampai bakal batang. Koleoptil hanya dimiliki tumbuhan monokotil (biji keping satu). Perhatikan gambar berikut ini.
    koleoptil pada tumbuhan monokotil

Nah, dari beberapa penjelasan di atas kita dapat dengan mudah dalam memahami mengenai tumbuhan dikotil. Serta kita dapat mengetahui perbedaan antara monokotil dan dikotil. Demikianlah 10 Ciri-ciri Tumbuhan Dikotil (Biji Berkeping Dua) Lengkap. Sekian yang dapat mimin sampaikan melalui artikel kali ini, semoga dapat membantu anda dalam memberikan informasi. Semoga bermanfaat dan terimakasih telah membaca.

BACA JUGA :

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published.