10 Contoh Perubahan Makna Kata Amelioratif dan Penjelasannya

10 Contoh Perubahan Makna Kata Amelioratif dan Penjelasannya

10 Contoh Kata Amelioratif dan Penjelasannya Lengkap

Pengertian Amelioratif

Dalam pergaulan seringkali kita berinteraksi dengan orang-orang sekitar menggunakan bahasa-bahasa yang halus supaya tidak menyinggung perasaan orang yang kita ajak bicara. Pada kesempatan kali ini mimin akan membahas mengenai perubahan makna kata Amelioratif. Sebelum kita membahasnya lebih lanjut alangkah baiknya kita mengetahui pengertiannya terlebih dahulu.

Perubahan makna kata Amelioratif adalah perubahan makna kata menjadi lebih baik. Artinya, makna kata yang baru menghasilkan arti yang lebih positif dan lebih baik dibandingkan yang sebelumnya. Perubahan makna kata ini juga biasa digunakan untuk mengungkapkan sesuatu secara halus supaya tidak menyinggung perasaan orang yang kita ajak bicara. Supaya lebih mudah dalam memahaminya, berikut ini akan mimin berikan contohnya, perhatikan contoh berikut.

 10 Contoh Kata Amelioratif

1. Wanita Tuna Susila

2. Tunawisma

3. Tunawicara

4. Tunanetra

5. Tunarungu

6. Asisten Rumah Tangga

7. Kaki Tangan

8. Isteri

9. Keterbelakangan Mental

10. Penyandang Disabilitas

Contoh Penggunaan Kata Amelioratif dalam Kalimat

  1. “Setiap malam, sepanjang jalan Jendral Suprapto selalu berkeliaran Wanita Tunasusila yang sedang menjajakan dirinya”.
    Penjelasan : Kata Amelioratif dalam kalimat tersebut adalah “Wanita Tunasusila” yang mengalami perubahan makna yang lebih baik. Makna yang sebenarnya adalah pelacur, tentunya akan lebih kasar jika kita menyebutnya sebagai pelacur, karena mempunyai arti yang lebih bururk.
  2. “Keluarga Pak Haji memberikan santunan kepada ratusan Tunawisma yang berada di kawasan Gambir Jakarta Pusat”
    Penjelasan : Kata Amelioratif dalam kalimat tersebut adalah “Tunawisma”. Kata tersebut mengalami perubahan makna menjadi makna yang lebih baik, sebelum mengalami perubahan makna, kata tunawisma biasa disebut dengan gelandangan. Sedang arti kata  “Tunawisma” secara harfiah adalah orang yang tidak mempunyai tempat tinggal secara layak seperti orang-orang pada umumnya.
  3. Menjadi seorang guru, Pak Ahmad harus bisa menjelaskan kepada muridnya yang menyandang Tunawicara supaya dapat memahami pelajaran seperti murid lainnya.
    Penjelasan :  Kata Amelioratif dalam kalimat tersebut adalah “Tunawicara”. Kata tersebut mengalami perubahan makna yang lebih baik sehingga terkesan halus dalam mengucapkannya. Arti kata Tunawicara biasanya ditujukan kepada orang bisu atau orang yang tidak bisa bicara.
  4. Sebagai penyandang Tunanetra, Pak Maman tidak berkecil hati, dia membuka usaha pijat tunanetra di depan rumahnya sehingga dapat menjadi ladang penghasilan bagi Pak Maman.
    Penjelasan :  Kata Amelioratif dalam kalimat tersebut adalah ” Tunanetra”. Kata tersebut mengalami perubahan makna menjadi lebih baik. Kata tunanetra biasanya di gunakan untuk menyebut seorang yang tidak bisa melihat atau buta.
  5. Sebagai seorang Ayah, Pak heru tetap bekerja layaknya orang-orang normal, meski Tunarungu yang di deritanya kerap mengganngu ketika sedang beraktivitas.
    Penjelasan :  Kata Amelioratif dalam kalimat tersebut adalah “Tunarungu”. Kata tersebut mengalami perubahan menjadi lebih baik. Kata tunarungu bisasanya digunakan untuk menyebut oarang tidak bisa mendengar/tuli.
  6. Karena tidak mendapatkan kerja di desanya sendiri, mbak Surti merantau ke Jakarta dan bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga.
    Penjelasan :  Kata Amelioratif dalam kalimat tersebut adalah ” Asisten Rumah Tangga”. Kata tersebut mengalami perubahan makna menjadi lebih baik. Kata Asisten rumah Tangga biasanya digunakan untuk menyebut seorang pembantu. Supaya tidak menyinggung, kata tersebut di ganti dengan Asisten Rumah Tangga.
  7. Setelah pengejaran selama satu minggu, seorang kaki tangan dari Uni Soviet di tangkap oleh tentara Amerika Serikat di perbatasan AS-Kanada.
    Penjelasan :  Kata Amelioratif dalam kalimat tersebut adalah “Kaki tangan”. Kata tersebut mengalami perubahan menjadi makna kata yang lebih baik. Kata kaki tangan bisanya digunakan untuk menyebut seorang mata-mata.
  8. “Ketika menghadiri acara pernikahan, Pak Edi mengajak isterinya untuk menemaninya”
    Penjelasan :  Kata Amelioratif dalam kalimat tersebut adalah “isteri”. Kata tersebut mengalami perubahan makna menjadi lebih baik. Kata isteri digunakan untuk menggantikan kata “bini” supaya mendapat pemahaman yang lebih halus.
  9. Pak Romi mendirikan sekolah khusus untuk penyandang keterbelakangan mental supaya mereka juga bisa mengembangkan bakat-bakat mereka.
    Penjelasan :  Kata Amelioratif dalam kalimat tersebut adalah “keterbelakangan mental”. Kata tersebut mengalami perubahan menjadikata yang mempunyai makan lebih baik. Kata keterbelakangan mental biasanya digunakan untuk menyebut seorang yang idiot atau orang yang punya gangguan mental.
  10. Pengabdiannya di desa ini membawa perubahan yang baik, diantaranya adalah dia mengajak penyandang disabilitas untuk sama-sama belajar dan mengembangkan potensinya.
    Penjelasan :  Kata Amelioratif dalam kalimat tersebut adalah “Penyandang disabilitas”. Kata tersebut mengalami perubahan menjadi kata yang bermakna lebih baik. Kata penyangdang disabilitas biasanya di gunakan untuk menyebutkan seorang penyandang cacat.

Dari beberapa contoh diatas kita dapat memahami bahwa kata amelioratif digunakan untuk mengungkan hal secara lebih halus, sehingga tidak menyinggung orang yang kita maksud. Kata amelioratif biasanya digunakan oleh orang yang berhati-hati dalam berbicara, karena memiliki arti yang tinggi untuk menyebutkan hal yang sebenarnya dinilai rendah oleh orang-orang pada umumnya.

Nah demikianlah 10 Contoh Perubahan Makna Kata Amelioratif dan Penjelasannya Lengkap. Semoga dapat ,emmbantu anda dalam memberikan informasi yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Sekian dan Terimakasih telah membaca.

BACA JUGA : 

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published.