10 Fungsi Xylem dan Floem Lengkap Penjelasannya !!

10 Fungsi Xylem dan Floem Lengkap Penjelasannya !!

Fungsi xylem dan floem

Mengakujenius.com – Pada kesempatan kali ini kami akan mengenai sistem pembuluh xylem dan Pembuluh Floem. Pada tumbuhan, kedua jenis pembuluh ini berperan sangat penting bagi tumbuhan. Terkhusus berfungsi untuk menyalurkan zat-zat bernutrisi dari akar tanaman menuju keseluruh bagian tumbuhan. Nah, pada artikel kali ini kami akan membahasnya secara ringan dan mudah dipahami. Sebelum kita membahasnya lebih jauh, alangkah baiknya kita mengetahui penjelasan berikut ini.

Pengertian Xylem

Xylem adalah Jaringan Pembuluh tumbuhan yang berfungsi untuk mengangkut cairan beserta zat-zat yang bernutrisi dari akar menuju daun. Akar yang berqda di dalam tanah menyerap sumber-sumber nutrisi yang ada di dalam tanah yang kemudian diangkut oleh pembuluh xylem menuju daun. DI dalam daun, zat-zat yang bernutrisi tersebut diolah pada proses fotosintesis. Zat-zat yang diangkut dari akar merupakan bahan-bahan untuk proses fotosintesis. Pembuluh Xylem adalah salah satu saluran utama bagi transportasi air beserta semua substansi yang terlarut dalam proses pengangkutan

Dari penjelasan di atas dapat kita pahami bahwa pembuluh xylem sangat berperan penting dalam mengedarkan zat-zat penting di dalam tubuh tumbuhan. Pada umumnya, pembuluh xylem tersusun atas sel-sel mati dengan dinding sel yang cukup tebal dan mengandung lignin. Selain itu, xilem juga memiliki fungsi sebagai jaringan penguat bagi pertumbuhan tumbuhan.

Pergerakan air pada xilem bersifat pasif karena xilem tersusun dari sel-sel mati yang mengayu (mengalami lignifikasi) karena jaringan pembuluh pada xylem merupakan sebagian besar tersusun atas sel-sel lignin (kayu) , sehingga xilem tidak berperan dalam proses ini. Faktor penggerak utama adalah transpirasi. Faktor pembantu lainnya adalah tekanan akar akibat perbedaan potensial air di dalam jaringan akar dengan di ruang tanah sekitar perakaran. Gaya kapilaritas hanya membantu mendorong air mencapai ketinggian tertentu, tetapi tidak membantu pergerakan.

Sel-sel xilem memiliki beberapa tipe, yaitu trakea (tidak dimiliki oleh tumbuahn paku dan tumbuhan berbiji terbuka), trakeida, dan serabut trakeida. Sel-sel xilem tidak memiliki protoplasma Pada sistem pembuluh kayu ditemukan pula parenkima kayu, yang mengisi ruang-ruang kosong di antara pembuluh dan membantu melekatkan pembuluh-pembuluh tersebut.

Trakea dapat dikatakan pembuluh yang sebenarnya. Ia adalah sekumpulan sel-sel yang dinding sel lateralnya mengalami penebalan oleh lignin (zat kayu) sedangkan bagian ujung atas dan bawahnya mengalami perforasi (pelubangan) sehingga berhubungan dengan sel-sel sejenis di atas dan bawahnya membentuk pipa kapiler memanjang.

Trakeida berukuran lebih kecil daripada trakea, bentuknya juga memanjang dan juga mengalami penebalan pada dinding lateralnya. Ujung-ujungnya tidak berperforasi sehingga pergerakan air seakan-akan melalui katup-katup. Dinding selnya banyak memiliki noktah-noktah.

Serabut trakeida mirip dengan trakeida namun memiliki dinding sel yang lebih tebal sehingga lumennya (ruang dalam dinding sel) sempit; selnya lebih memanjang. Xylem membawa air dari dalam tanah ke seluruh ke organ tumbuhan dan di jadikan sebagai energi untuk berfotosintesis.

Jika pembuluh tersebut tidak berfungsi sebagimana mestinya, maka pertumbuhann dan perkembangan tumbuhan pun akan terganggu. Berikut ini adalah fungsi pembuluh xylem yang lebih terinci.

  1. Mengangkut Zat-zat Bernutrisi
    Xylem merupakan jaringan pembuluh yang tersusun oleh zat-zat lignin. Zat lingnin merupakan zat-zat yang berkayu yang terdapat di dalam tubuh tumbuhan. Zat-zat bernutrisi yang diperlukan oleh tumbuhan diserap oleh akar dari dalam tanah yang kemudian disalurkan melalui jaringan xylem dan di bawa menuju ke daun. Zat-zat tersebut adalah bahan-bahan yang diperlukan saat proses fotosintesis yang terjadi di daun.
  2. Jaringan Penguat Bagi tumbuhan
    Selain sebagi jaringan pengangkut, pembuluh xylem juga berfungsi sebagai jaringan penguat pada tumbuhan. Namunf tidak semua tumbuhan memiliki jaringan pengangkut xylem.
  3. Membawa Air dari Akar Keseluruh Tubuh
    Selain membawa zat-zat yang dibutuhkan oleh tumbuhan untuk proses fotosistesis, jaringan pengangkut xylem juga berfungsi untuk mengangkut air dari dalam akr menuju keseluruh bagian tubuh tumbuhan. Air menjdi salah satu unsur terpenting dalam p[roses metabolisme pada tumbuhan. Jika jaringan xylem tidak dapat berfungsi dengan baik, hal itu dapat mengancam kehidupan tumbuhan.
  4. Tempat Cadangan Zat Tepung
    Di dalah jaringan pembuuh xylem terdapat sel-sel parenkim xylem yang berfungsi sebagai tempat cadangan makanan berupa zat tepung. Zat tepung ini biasanya tertimbun sampai pada saat-saat pertumbuhan kemudian akan berkurang bersamaan dengan proses-proses pengangkutan yang berada di kambium.
  5. Menjaga Kestabilan Metabolisme
    Setiap makhluk hidup memiliki caranya masing-masing untuk melakukan proses metabolisme. Begitu juga dengan tumbuhan yang senantiasa melakukan metabolisme untuk bertahan hidup. Dalam proses metabolisme tersebut terdapat peran pembuluh pengangkut seperti floem dan xylem. Peran pembukuh pengangkut sangat penting untuk menjaga ketsabilan metabolisme.

Pengertian Floem

Floem adalah jaringan pengangkut pada tumbuhan yang berfungsi untuk mengedarkan hasi dari forosintesis. Pembuluh Floem berperan penting dalam transportasi hasil dari fotosintesis yang terjadi di daun. Pada pembuluh floem, sari-sari makanan (hasil fotosintesis) kemudian diedarkan ke seluruh bagian tubuh tumbuhan. Pembuluh Floem sering disebut sebagi pembuluh tapis.

Hasil fotosintesis terutama gula sukrosa dan berbagai hasil fotosintesis lainnya yang diedarkan dari daun menuju bagian-bagian tumbuhan lainnya, seperti batang, akar, bunga, buah, biji, dan umbi. Proses transpor ini disebut sebagai translokasi. Daun merupakan tempat terjadinya fotosintesis, sedangkan organ lain sebagai tempat penampungnya . Arah pergerakan zat dalam pembuluh tapis berlawanan dengan pembuluh kayu  .

Berbeda dengan pembuluh xylem, sel-sel pembuluh floem bersifat “aktif” dalam mengatur pergerakan unsur-unsur hara di dalamnya. Dinding sel-selnya tipis dan memiliki struktur lubang-lubang. Sel-sel buluh tapis dihasilkan oleh kambium pembuluh dan setelah “masak” tidak kehilangan protoplasma dalam sistem pembuluh, biasanya sel-sel buluh tapis didampingi oleh sel-sel yang berada disekitarnya yang lebih kecil.

Nah, dari beberapa penjelasan di atas kite telah mengetahui mengenai mekanisme pembuluh floem dalam mengedarakan hasil fotosintesis. Berikut ini adalah fungsi pembuluh floem secara lebih rinci

  1. Mengedarkan Hasil Fotosintesis
    Pembuluh Floem memiliki fungsi utama, yaitu mengedarkan hasil fotosintesis dari daun menuju ke seluruh bagian tubuh tumbuhan. Sel-sel dari pembuluh floem bersifat aktif sehingga memnungkinkan untuk menyalurkan makanan hasil mfotosintesis lebih optimal ke bagian-bagian tubuh tumbuhan.
  2. Tempat Penyimpanan Hasil Fotosintesis
    Pembuluh Floem berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara hasil fotosintesis. Sebelum pembuluh floem mengedarkannya ke seluruh bagian tubuh tumbuhan. Hasil fotosintesis yang tersimpan meliputi karbohidrat, lemak, tanin, resin, dan zat organik lainnya.
  3. Tempat Hormon Penyembuh Luka
    Di dalam pembuluh floem terdapat sel pengantar yang menyusun jaringan floem berupa sel-sel hidup yang bersifat meristematik. Komponen ini berfungsi sebagai pembawa hormon-hormon penyembuh luka dan penyalur fotosintat bagi sel-sel floem.
  4. Menunjang Pertumbuhan dan perkembangan Tumbuhan
    Pada jaringan floem, terdapat serat-serat penyusun yang terdiri dari 2 komponen floem, yaitu komponen floem primer dan floem sekunder. Floem primer biasanya ada dalam organ-organ tumbuhan yang masih mengadakan pertumbuhan memanjang, sedangkan serat-serat floem sekunder berada dalam sel-sel kayu (kambium) sehingga memungkinkan pembuluh floem berperan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan.
  5. Menjaga Kestabilan Metabolisme
    Setiap makhluk hidup memiliki caranya masing-masing untuk melakukan proses metabolisme. Begitu juga dengan tumbuhan yang senantiasa melakukan metabolisme untuk bertahan hidup. Dalam proses metabolisme tersebut terdapat peran pembuluh pengangkut seperti floem dan xylem. Peran pembukuh pengangkut sangat penting untuk menjaga ketsabilan metabolisme.

Nah, dari beberapa penjelasan di atas kita dapat mengetahui mengenai fungsi jaringan xylem dan floem. Demikianlah 10 Fungsi Xylem dan Floem Lengkap Penjelasannya !!. Sekian yang dapat mimin sampaikan pada artikel kali ini semoga dapat membantu anda dalam memberikan informasi. Sekian yang dapat kami sampaikan pada artikel kali ini semoga bermanfaat. Jangan lupa share ya 😀

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published.