12 Contoh Frasa Endosentris Apositif dan Penjelasannya

Contoh Frasa Endosentris Apositif dan Penjelasannya

Mengakujenius.com – Pada kesempatan kali ini mimin akan membahas mengenai frasa apositif beserta contohnya. Dalam mempeajari kaidah bahasa dalam sintaksis dan kalimat. Kita harus terlebih dahulu mempelejari mengenai frasa. Nah, pada artikel kali ini mimin akan mencoba membahsanya secara ringan dan mudah. Sebelum kita membahasnya lebih jauh, alangkah baiknya kita mengetahui beberapa penjelasan berikut ini.

Pengertian Frasa

Frasa, sejatinya didefinisikan sebagai satuan gramatikal yang berupa gabungan kata yang berupa non predikatif, atau lazim disebut sebagai gabungan kata yang mengisi salah satu fungsi sintaksis dalam kalimat. Frasa tidak memiliki makna baru, melainkan makna sintaktik atau makna gramatikal. Bedanya dengan kata majemuk yaitu sebagai komposisi yang memiliki makna baru atau memiliki satu makna.

Frasa merupakan gabungan dua kata atau lebih yang bersifat nonpredikatif atau lazim juga disebut gabungan kata yang mengisi salah satu fungsi sintaksis di dalam kalimat (Chaer, 2003:222). Sebagai tambahan, frasa juga diartikan sebagai satuan lingual yang merupakan gabungan sintaksis dua kata atau lebih, namun bukan konstruksi subjek-predikat atau klausa. (Surono, 2014: 19). Sejatinya frasa merupakan gabungan kata yang tidak memiliki predikat atau tidak memiliki kata kerja. Dalam frasa terdapat Unsur Inti dan Unsur Tambahan. Supaya anda lebih mudah dalam memahaminya, berikut ini adalah ciri-ciri dari frasa

Ciri-ciri Frasa

  1. Frasa adalah gabungan kata non predikatif (tidak memiliki predikat) maupun kata kerja.
  2. Memiliki makna gramatikal dalam kalimat (maknanya berubah-ubah sesuai dengan konteks kalimat yang ada)
  3. Terdiri dari dua kata atau lebih yang tersusun menjadi sebuah frasa.
  4. Dalam kalimat memiliki fungsi gramatikal.

Contoh Frasa Endosentris Apositif

Frasa Endosentris

Frasa Endosentris adalah suatu frasa yang saah satu unsur atau komponennya memiliki perilaku sintaksis yang sama dengan keseluruhannya. Menurut Ramlan (1989) frasa endosentris adalah frasa yang mempunyai distribusi yang sama dengan unsur-unsurnya, baik sebagian maupun keseluruhan. Distribusi yang dimaksud di sini adalah kemampuan sebuah unsur dalam menggantikan kedudukan frasa. Nah, dari pengertian di atas kita beralih pada pengertian frasa endosentris apositif. Berikut ini adalah penjelasannya.

Frasa Endosentris Apositif

Frasa endosenttris apositif adalah frasa yang memiliki unsir inti dua dan kedua inti tersebut tidak mempunyai referen yang sama, sehingga kedua inti tersebut tidak dapat dihubungkan oleh konjungsi maupun koordinasi. Hubungan apositif adalah hubungan yang menjelaskan sekaligus dapat berperan sebagai pengganti bagian yang dijelaskan. Unur-unsur frasa ini tidak  dapat dihubungkan dengan kata dan atau atau dan secara semantis unsur yang satu sama dengan yang lainnya. Dengan kata lain, frasa endosntris aposisi merupakan frasa yang tersusun dari unsur-unsur inti.Berikut ini adalah contoh frasa endosentris apositif.

  1. “Kaki Meja”
    Contoh dalam kalimat “Pak tukang sedang memperbaiki kaki meja
    Keterangan = komponen kaki dan meja merupakan unsur inti dalam sebuah frasa “kaki meja”
  2. “Kaki tangan”
    Contoh dalam kalimat “Dia adalah kaki tangan presiden Soekarno”
    Keterangan = komponen kaki dan tangan adalah unsur inti dalam sebuah frasa “kaki tangan”
  3. “Kepala batu”
    Contoh dalam kalimat “Dodi anak yang sulit diberi nasehat, dia memang anak kepala batu
    keterangan = komponen kepala dan batu merupakan unsur inti dalam sebuah frasa “kepala batu”. *kepala batu berarti keras kepala.
  4. “Rumah hantu”
    Contoh dalam kalimat “Kakak sedang memasuki wahana rumah hantu
    Keterangan = komponen rumah dan hantu merupakan unsur inti dalam sebuah frasa “rumah hantu”.
  5. “Kota pahlawan”
    Contoh dalam kalimat “Kota Sutrabaya disebut sebagai kota pahlawan
    Keterangan = komponen kota dan pahlawan merupakan unsur inti dalam sebuah frasa “kota pahlawan”
  6. “Kota pelajar”
    Contoh dalam kalimat “Yogyakarta disebut sebagai kota pelajar
    Keterangan = komponen kota dan pelajar merupakan unsur inti dalam sebuah frasa “kota pelajar”.
  7. “Hewan kurban”
    Contoh dalam kalimat “Pak Ustad sedang menymbelih hewan kurban
    Keterangan = komponen hewan dan kurban merupakan unsur inti dalam kfrasa “hewan kurban”
  8. “Kaki buaya”
    Contoh dalam kalimat “Dia menemukan sebuah pasang sepasang kaki buaya
    Keterangan = komponen kaki dan buaya merupakan unsur inti dalam frasa “kaki buaya”
  9. “kepala ayam”
    Contoh dalam kalimat “Ibu menggoreng kepala ayam
    Keterangan = komponen kepala dan ayam merupakan unsur inti dalam sebuah frasa “kepala ayam”.
  10. “Bulu Babi”
    Contoh dalam kalimat “Saya dan teman-tean senang berburu bulu babi di laut”
    Keterangan = komponen bulu dan babi merupakan unsur inti dalam sebuah frasa “bulu babi”
  11. “Kepala negara”
    Contoh dalam kalimat “Pak Joko Widodo adalah seorang Kepala Negra Republik Indonesia”
    Keterangan = komponen kepala dan negara merupakan unsur inti dalam sebuah frasa “kepala negara”.
  12. “Lubang buaya”
    Contoh dalam kalimat “Sebanyak 6 orang Jenderal dan 1 perwira di bunuh dan dibuang disebuah sumur tua di lubang buaya”
    Keterangan = komponen lubang dan buaya merupakan unsur inti dalam sebuah frasa “lubang buaya”

Nah, dari beberapa penjelasan di atas kita dapat mengetahui mengenai frasa endosentris apositif. Demikianlah 12 Contoh Frasa Endosentris Apositif dan Penjelasannya. Sekian yang dapat kami sampaikan pada artikel kali ini semoga dapat membantu anda dalam memberikan informasi secara tepat dan akurat. Semoga bermanfaat dan jangan lupa share ya guys 😀

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published.