3 Macam Alur Cerita (Plot) Dalam Karya Sastra !!

3 Macam Alur Cerita (Plot) Dalam Karya Sastra !!

alur cerita

Mengakujenius.com – Pada kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai Macam-macam alur dalam cerita. Alur dalam cerita sering kali kita temui di dalam novel maupun cerpen. Alur cerita yang dimuat di dalam naskah sastra seperti drama, novel, dan cerpen adalah salah satu unsur intrinsik yang sangat menarik untuk dipelajari, mengapa demikian? karena alur cerita lah yang menjadi nyawa/ruh sebuah karya sastra. Jika alurnya menarik, maka akan mengahsilkan karya sastra yang menarik pula. Nah, pada artikel kali ini kami akan mencoba membahsnya secara ringa namun mudah untuk dipahami. Namun sebelum kita membahasnya lebih jauh alangkah baiknya kita mengetahui penjelasan berikut ini.

Pengertian Alur Cerita

Alur cerita adalah rangkaian tahapan jalan suatu cerita yang terdapat di dalam karya sastra seperti cerpen, novel, dan naskah drama. Alur cerita menjasdi salah satu daya tarik karya sastra karena merupakan unsur pembangun karya sastra dari dalam (intrinsik). Degan alur cerita, sebuah karya sastra menjadi lebih menarik dan lebih hidup. Dalam menyampaikan alur pun bermacam-macam. Alur cerita terdiri dari tahapan-tahapan jalan suatu cerita tang tersusun secara runtut dan berkesinambungan.

Hal yang menarik lainnya dari alur adalah mampu menghadirkan kejutan-kejutan yang tidak disangka-sangka sebelumnya. Nah, dari pengertian di atas kita dapat mengetahui pengertian alur secara umum. Selanjutnya kami akan membahas mengenai tahapan-tahapan alur pada cerita.

Tahapan-tahapan Alur Cerita

  1. Orientasi/pengenalan
    Tahapan ini merupakan bagian paling awal dari tahapan alur cerita. Pemain/tokoh dalam cerita diperkenalnkan secara cukup mendalam dengan menyebutkan secara tersirat mapunu tersurat. Selain itu latar/tempat kejadian juga disebutkan pada tahap pengenalan.
  2. Menuju Konflik
    Pada tahapan ini, tokoh mulai memasukai area permasalahan yang akan dihadapinya. Penulis mulai memperkenalkan masalah-masalah yang dialami tokoh.
  3. Klimaks/konflik
    Pada tahap ini penulis menghadirkan permasalahan yang sesungguhnya kepada tokoh. Puncak dari permasalahan adalah ketika tokoh mengalami suatu masalah yang sangat pelik. Disinilah tokoh mengalami sebuah masalah yang sangat menegangkan.
  4. Resolusi/penyelesaian
    Pada tahap inilah tokoh menyelesaikan konflik-konfliknya. Setelah melewati serangkaian peristiwa yang sangat menegangkan. Masalah-masalah yang dihadapi tokoh mendapat menyelesaian di tahap resolusi ini. Tahap ini merupahan bagian paling akhir/ending setiap alur cerita

Macam-macam alur cerita

Setelah kita mengetahui tahapan-tahapan alur cerita, berikut ini adalah macam-macam

  1. Alur maju/progresif

    Alur majau adalah urutan secara kronologis pada jalan cerita yang disajikan oleh penulis secara berkesinambungan dari tahap pengenalan dan penyelesaian. Alur maju disebut juga dengan alur progresif karena alurnya berurutan dan tidak diacak sama sekali. Berikut ini adalah contoh alur maju dalam cerita.

    #Perjalanan Yang Menegangkan

    Waktu itu kami berkumpul dirumah Pak RT pagi hari, kami melakukan sarapan dan berdoa bersama. Setelah itu kami bersiap menaiki kendaraan travel yang telah dipersiapkan sebelumnya. Kami satu per satu menaiki travel yang cukup muat untuk 40 orang. Perjalanan ke pulau Bali memang memerlukan waktu yang cukup lama jika ditempuh dengan jalur darat. Kami warga Tawang kabupaten Tegal akan melakukan penelitian budaya dan nwisata yang ada di pulau Bali.

    Setelah semuanya masuk ke dalam mobil, sopir pun mulai mengemudikan setir. Perjalanan yang cukup panjang melewati berbagai kota. Tepat jam 12 siang kami melintas di kota kendal, melewati hutan-hutan yang cukup lebat dan jalan pesisir yang berhembus angin yang cukuip kencang. Setelah melewati kota kendal tak terasa kota Semarang pun sudah terlampaui. Kami tiba di kota Purwodadi jam 3 sore. Setelah itu kami sholat ashar dan makan.

    Setelah beristirahat sejenak kami melanjutkan perjalanan ke arah timur. Perjalanan masih cukup panjang, sore mulai meredup dan senja mulai memerah menandakan sore sesaat lagi berganti dengan malam. Aku pun tertidur sangat lelap disisa perjalanan.Tak terasa sebagian kota di Jawa timur pun sudah terlampaui. Pagi sekali sekitar jam 3 dini hari mobil kami mogok ditengah jalan, rupanya kami telah memasuki daerah sekitar Sidoarjo. Naas, ban mobil kami pecah, keadaan di tengah hutan sangat gelap dan dingin.

  2. Alur mundur

    Alur mundur adalah tahapan-tahapan proses jalannya suatu cerita secara tidak urut. Penulis menyajikan ceritanya dimulai dari konflik menuju penyelesaian, kemudian menceritakan kembali latar belakang timbulnya konflik tersebut. Berikut ini adalah contoh alur mundur dalam cerita.

    #Pendaki Tersesat

    Aku telah cukup lama tertahan disini, di gubug reot tempat tinggal Mbah Inem di sekitar lereng Gunung Bromo. Bersama dua kawanku yang menemaniku mendaki gunung Bromo. Kami disini ditolong Mbah Inem ketika kami kehabisan perbekalan dan teman kami yang bernama Andi pingsan ketika perjalanan mendaki gunung. Sejak satu minggu yang lalu, kami terpisah dengan kawan-kawan kami yang berjumlah 7 orang. Mulanya kami berjumlah 10 orang. Perpisahan itu terjadi ketika temanku bernama Andi kelelahan dan meminta untuk istirahat sejenak, namun keadaan tidak memungkinkan untuk beristirahat. Medan yang sanagt terjal dan berdebu memang tidak cocok untuk beristirahat sejenak. Akhirnya ke 7 teman kami nekat meninggalkan kami sendirian disini.

    Namun ada satu kesalahan fatal yang kami lakukan, bahwa peta untuk mencapai puncak di bawa ke 7 temanku. Kami bertiga yang tertinggal disini masih belum menemukan jalan keluar. Temanku yang berama Andi meirntih kesakitan karena kakinya keseleo, dan itu menjalar ke seluruh tubuhnya. Terpaksa aku dan Riko, temanku yang lainnya bergantian menggendong Andi menuju ke puncak. Namun kami sama-sama tidak tahu menahu arah yang akan kami tuju untuk mencapai puncak. Yang kami tahu hanyalah terus berusaha menemukan titik terang dan keluar dari jalan yang sangat melelahkan ini.

    Hingga akhirnya kami memutuskan untuk beristirahat di tengah perjalanan dan mendirikan tenda. Sementara ini kami bermalam di tempat yang agak rindang serta sedikit berpasir, tapi tidak apa untuk sementara waktu dan menggu kesembuhan kaki Andi. Pagi telah datang kami sarapan dengan pembekalan yang seadanya. Kemudian kami melanjutkan perjalanan menuju ke puncak. Kabar bagus datang dari Andi yang sudah mampu untuk berjalan tanpa bantuan. Hal itu tentu cukup meringankan beban kami. Aku menyemangati kedua temanku untuk melanjutkan perjalanan.

    Jalur yang kami tempuh nampaknya salah dan belum memberikan titik terang. Ditengah terik yang menyengat kami dengan semangat menuju puncak yang entah kemana arahnya. Ditengah perjalanan, Andi kembali mengalami kelelahan karena keterbatasan makanan yang membuatnya cepat lapar dan lelah. Meski demikian ia tetap melanjutkan langkah. Namun tidak lama berselang ia kembali terjatuh. Nampaknya Andi pingsan. Akhirnya aku dan Riko bergantian menggendongnya. Kami harus segera menemukan tempat peristirahatan untuk berteduh, namun meddan yang berbatu dan berpasir nampak masih panjag.

    Ditengah perjalanan kami bertemu dengan seorang nenek yang menggendong kayu bakar. Nenek yang melihat teman kami yang pingsan meminta agar diistirahatkan dirumahnya. Dengan sedikit tenaga yang masih tersisa, kami menggendong Andi menuju ke rumah nenek tersebut. Akhirnya kami tiba di rumah Mah Inem yang terbilang sangat sesderhana dan terkesan seperti gubug saja. Namun tak apa, kami disini menemukan tempat yang teduh untuk sekedar beristirahat

  3. Alur Campuran 

    Alur campuran adalah gabungan dari alur maju dan alur mundur. Penulis menyajikan ceritanya secara kronologis dan kemudian pada suatu waktu tertentu, penulis menceritakan kembali (Flash Back) kisah masa lalu. Untuk mengidentifikasi alur campuran kita harus cukup jeli dalam mengamati alur, biasanya alur campuran cukup sulit ditemukan. Nah, berikut ini adalah contoh alur campuran.

    #Mudik Lebaran

    Tak terasa, bulan puasa telah mendekati akhir. Para pejuang perantauan mulai memenuhi stasiun, terminal, bandara dan pelabuhan. Begitu pula denganku yang telah lama merantau di Ibu kota. Besok aku akan berangkat ke kampung halamanku Nusa Tenggara Timur. Tempat yang pertama kudatangi adalah stasiun Pal Merah Jakarta Barat. Kali ini aku mudik dengan menggunakan kereta. Karena selain murah, kereta juga cukup nyaman untuk melakukan  perjalanan jauh. Setelah beberapa jam aku menunggu, akhirnya kereta bernagkat juga. Melewati lika-liku rel yang membentang demikian panjangnya dari ujung barat pulau jawa hingga ujung timur pulau jawa.Jawa barat dan jawa tengah telah terlewati, tidak begitu terasa kini aku hampir tiba di pulau jawa bagian timur yang paling ujung. Setelah sampai pelabuhan paling timur pulau jawa, pelabuhan Banyu wangi, aku kemudian menyeberang selat bali. Setelah menyeberang kemudian aku melanjutkan perjalanan darat. Perjalan menyusuri puilau Bali tidak terlalu lama, kini aku tiba d nusa tenggara barat, kota Mataram tepatnya. Aku istirahat sejenak disana untuk makan malam. Setelah cukup beristirahat, aku melanjutkan perjalanan lagi menuju kampung halamanku Nusa Tenggara Timur. Tepat di pagi hari aku telah tiba di pelabuhan yang ada di Nusa Tenggara Timur. Tidak terlalu jauh menuju desaku cukup menempuh waktu kurang lebih satu jam perjalanan saja. Setelah beberapa jam aku naik angkotan kota, kini tibalah aku di kampung halaman tercinta.

    Sungguh indah kampungku, tepat lima tahun yang lalu aku pergi dari kampung ini. Banyak kenangan yang hadir ketika aku hidup di kampung tercinta ini. Dimana kisah cintaku dimulai. Waktu itu aku habis lulusan sekolah dan ingin melanjutkan merantau di ibu kota. Aku beranikan menemui pujaan hatiku tercinta untuk menyatakan rasaku selama ini. Ketika malam minggu yang sangat cerah dengan sinar rembulan, aku mengajaknya bertemu ke taman kota. Dengan segala rasa aku mengungkapkan cinta dengan tergugup. Ohh.. sungguh indah masa muda itu.

Nqh, dari beberapa contoh di atas merupakan contoh dari macam-macam alur cerita pada karya sastra. Demikianlah 3 Macam Alur Cerita (Plot) Dalam Karya Sastra !!. Sekian yang dapat kami sampaikan pada artikel kali ini semoga dapat membantu anda dalam memberikan informasi yang akurat bagi anda. Semoga bermanfaat, jangan lupa share ya 😀

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published.