3 Macam-macam Sel darah (Eritrosit, Leukosit, Trombosit)

3 Macam-macam Sel darah (Eritrosit, Leukosit, Trombosit)

Mengakujeius.com – Pada kesemp0atan kali ini kami akan membahas mengenai sel-sel darah yang terdapat di dalam tubuh manusia. Darah merupakan salah satu komponen yang berperan sangat penting dalam sistem peredaran darah manusia. Nah, pada artikel kali ini kami akan membahasnya secara ringan dan mudah di-pahami. Sebelum kita membahasnya lebih jauh, alangkah baiknya kita mengetahui beberapa penjelasan berikut ini.

Pengertian Sel Darah

Sel darah adalah semua sel dengan segala bentuk yang ditemukan dalam darah. Sel-sel darah dapat dibagi menjadi tiga macam, yaitu sel darah merah, sel darah putih, dan keping-keping darah. Selsel darah ini cukup besar sehingga dapat diamati dengan mikroskop biasa. Berikut ini adalah macam-macam sel darah dan penjelasannya lengkap.

  1. Sel Darah Merah (eritrosit)

    Dari ketiga macam sel darah, sel darah merah mempunyai jumlah paling banyak. Pada wanita normal mempunyai kira-kira 4,5 juta sel darah merah dalam setiap mm³ darah. Sedangkan,pada laki-laki normal sekitar 5 juta sel darah merah setiap mm³. Selain itu, jumlah sel darah merah juga dipengaruhi oleh ketinggian tempat seseorang hidup dan kesehatan seseorang. Sel-sel darah merah mempunyai bentuk cakram bikonkaf dengan diameter 7,5 µm, ketebalan 2 µm, dan tidak berinti sel.

    Bentuk bikonkaf ini mempercepat pertukaran gas-gas antara sel-sel dan plasma darah. Sel darah merah dibentuk dalam tulang-tulang rusuk, tulang dada, dan tulang belakang. Eritrosit memiliki pigmen respirasi, yaitu hemoglobin yang berperan mengikat oksigen sehingga membentuk oksihemoglobin (HbO2). Jangka hidup sel-sel darah merah kira-kira 120 hari. Sel-sel darah merah yang telah tua akan ditelan oleh sel-sel fagostik dalam hati. Sebagian besar besi dari hemoglobin digunakan kembali. Sedangkan, sisa dari molekul hemoglobin yang dipecah menjadi pigmen empedu yang diekskresikan oleh hati ke dalam empedu.

  2. Sel Darah Putih (leukosit)

    Sel darah putih mempunyai satu inti sel dan berbentuk tidak tetap. Fungsi umum dari sel darah putih adalah melindungi tubuh dari infeksi. Umur leukosit dalam sistem peredaran darah adalah 12 – 13 hari. Berdasarkan granula yang dikandung sitoplasma, sel darah putih dapat dibedakan menjadi sel darah putih bergranula (granulosit) dan sel darah putih yang tidak bergranula (agranulosit). Leukosit yang bergranula, contohnya eusinofil (2 – 4 %), basofil (0,5 – 1 %), dan neutrofil (60 – 70 %). Sedangkan, leukosit yang tidak bergranula, contohnya limfosit (20 – 25 %) dan monosit (3 – 8 %). Neutrofil dan monosit melindungi tubuh dengan cara melakukan endositosis terhadap partikel asing yang masuk ke dalam tubuh. Jumlah eusinofil akan meningkat jika tubuh mengidap cacing-cacing parasit. Basofil berperan dalam reaksi alergi dengan membentuk sel mast. Sedangkan, limfosit berperan dalam pembentukan antibodi.

    Semua sel-sel darah putih dibuat dalam sumsum tulang dan kelenjar limfa. Jumlah sel darah putih di dalam tubuh kirakira 5.000 – 10.000 sel setiap mm³ darah. Jika terjadi infeksi, jumlah leukosit di dalam tubuh bisa meningkat mencapai 30.000. Jumlah leukosit yang melebihi jumlah normal ini disebut leukopeni. Sedangkan, jumlah leukosit yang kurang dari jumlah normal disebut leukositosis. Contoh keadaan jumlah leukosit menjadi lebih besar dari normal adalah leukimia atau kanker darah. Leukosit yang sangat banyak ini mengakibatkan fagositosis terhadap sel darah merah oleh sel darah putih.

  3. Keping-keping Darah (trombosit)

    Keping-keping darah adalah fragmen sel-sel yang dihasilkan oleh sel-sel besar (megakariosit) dalam sumsum
    tulang. Trombosit berbentuk seperti cakera atau lonjong dan berukuran 2 µm. Keping-keping darah mempunyai umur hanya 8 – 10 hari. Secara normal dalam setiap mm³ darah terdapat 150.000 – 400.000 keping-keping darah. Trombosit memiliki peranan dalam pembekuan darah.

    Trombosit terdiri dari kepingan-kepingan darah yang tidak memiliki Nukleus pada DNA-nya. Bentuknya tidak beraturan dengan ukuran berdiameter  2-3 µm. Trombosit mengalir dalam darah yang terlibat dalam proses pembekuan darah dengan membentuk darah beku. Trombosit memiliki bentuk yang tidak teratur, tidak berwarna, tidak berinti, berukuran lebih kecil dari eritrosit dan leukosit, dan mudah pecah bila tersentuh benda kasar.

Nah, dari beberapa penjelasan diatas kita dapat mengetahui mengenai sel-seldarah  dalam manusia. Demikianlah 3 Macam-macam Sel darah (Eritrosit, Leukosit, Trombosit). Sekian yang dapat kami sampaikan pada artikel kali ini semoga dapat membantu anda dalam memberikan informasi yang anda butuhkan. Semoga bermanfaat. Jangan lupa share ya 😀

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published.