4 Langkah-langkah Penelitian Sejarah Lengkap !!

4 Langkah-langkah Penelitian Sejarah Lengkap !!

Mengakujenius.com РPada kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan dalam penelitian sejarah. Dalam penelitian sejarah memang terdapat beberapa langkah-langkah yang tidak boleh dilewatkan. Nah, pada artikel kali ini mimin akan membahasnya secara ringan dan mudah dipahami. Namun sebelum kita membicarakannya lebih jauh, alangkah baiknya kita mengetahui beberapa penjelasan  berikut ini.

Pengertian Penelitian Sejarah

Penelitian sejarah adalah sebuah usaha untuk mengungkap kebenaran sejarah. Kita tahu¬† ahwa sejarah masa lalu merupakan hasil dari penelitian. Penelitian tersebut berdasarkan disiplin ilmu sejarah sehingga daoat menemukan sumber-sumber yang tepat dan sesuai dengan topik yang sedang dipelajarai. Penelitian sejarah sendiri memiliki bentuk yang terkait dengan metode pengumpulan data yang digunakan dalam melakukan penelitian sejarah. Dalam usaha menyingkap dan mengungkap sejarahsebagai suatu peristiwayang telah terjadi dalam lingkup dan kehidupan manusia. Walau bagaimanapun juga sejarah menjadi pelajaran bagi generasi-generasi yang mempelajarinya. Kehidupan masa lalu memang meninggalkan bukti bukti sejarah yang penuh dengan misteri. Oleh karena itu sebelum melakukan penelitian sejarah, kita harus mengetahui mengenai tahap-tahap yang harus dilalui. Tahap-tahap tersebut adalah “Heuristik, Verifikasi, interpretasi, dan historiografi.

  1. Heuristik

    Heuristik berasal dari bahasa Yunani yaitu dari kata ” Heuriskein” yang berarti “menemukan”. Secara istilah heuristik adalah tahap untuk mencari, menemukan, mengumpulkan sumber-sumber sebagai data agar dapat mengetahui segala apa saja bentuk peristiwa pada masa lampau yang berkaitan dengan topiik penelitian. Untuk melacak dan mengetahui sumber-sumber tersebut, sejarawan harus dapat mencari berbagai dokumen dan bukti-bukti sejarah baik melalui metode kepustakaan maupun arsip nasional. Sejarawan juga dapat mengnjungi situs sejarah atau melakukan wawancara untuk melengkapi data sehingga memperoleh data yang baik, akurat, dan lengkap. Selain itu, data tersebut juga harus menunjang terwujudnya sejarah yang mendekati kebenaran. Masa lalu memang terdapat begitu banyak periodesasi nya dan banyak sekali bagian-bagian yang harus di teliti pada setiap periode seperti (politik, ekonomi, sosial, dan budaya) yang memiliki sumber data yang beraneka ragam sehingga perlu adanya filtrasi dan klarifikasi data yang akurat kebenarannya.Dokumen-dokumen yang berhasil dukumpulkan merupakan data yang sangat berharga. Dokumen dapat menjadi dasar untuk menelusuri peristiwa-peristiwa sejaah yang terjadi pada masa lampau. Manurut sifatnya ada dua, yaitu sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer merupakan sumber yang dibuat pada saat peristiwa itu terjadi. Sedangkan sumber sekunder merupakan sumber yang menggunakan sumber primer sebagai sumber utamanya yang dibuat oleh pihak kedua, seperti buku, skripsi, tesis.

    Jika kita mendapatkan sumber tertulis, kita akan mendapatkan sumber tertulis sezaman dan setempat yang memiliki kadar kebenaran yang relatif tinggi, serta sumber tertulis tidak sezaman dan tidak setempat yang memerlukan kejelian para penelitiannya. Dari sumber yang telah ditemukan tersebut, sejarawan melakukan penelitian. Tanpa adanya sumber sejarah, sejarawan akan mengalami kesulitan menemukan jejak-jejak sejarah dalam kehidupan manusia. Untuk sumber lisan yang hanya mendengar atau tidak hidup sezaman dengan peristiwa tidak dapat dijadikan narasumber lisan.

  2. Verifikasi

    Verivikasi merupakan penilaian terhadap sumber-sumber sejarah. Verifikasi dalam disiplin ilmu sejarah memiliki arti pemeriksaan terhadap kebenaran laporan tentang suattu peristiwa sejarah. Penilaian terhadap sumber-sumber sejarah menyangkut aspek luar (ekstern) dan aspek dalam (intern). Aspek luar mempersoalkan apakah sumber tersebut asli ayau palsusehingga sejarawan harus mampu menguji tentang keakuratan dokumen sejarah tersebut, misalnya pada waktu pembuatan dokumen, bahan, atau materi dokumen. Aspek intern mempersoalkan apakah isi yang terdapat dalam sumber tersebut dapat memberikan informasi yang diperlukan. Dalam hal ini aspek intern berupa proses analisis terhadap suatu dokumen. Berikut ini adalah aspek ekstern yang mewakili pertanyaan-pertanyaan yang harus dapat dijawab ketika melakukan langkah-langkah penelitian sejarah.
    – Apakah sumber tersebut merupakan sumber yang dikehendaki (autentik)?
    – Apakah sumber itu asli atau turunan (orisinalitas)?
    – Apakah sumber tersebut masih utuh atau sudah diubah (integritas)?
    Setelah terdapat kepastian bahwa sumber tersebut merupakan sumber yang benar diperlukan dalam bentuk asli dan masih utuh, membutuhkan bahwa informasi yang terkandung dalam sumber tersebut dapat dipercaya, dengan penilaian intrinsik terhadap sumber dan dengan membandingkan kesaksian-kesaksian berbagai sumber.

    #Langkah pertama

    langkah pertama yang harus dilakukan dalam penelitian intrinsik adalah menentukan sifat sumber tersebut apakah resmi atau tidak resmi. Dalam penelitian intrinsik sumber tidak resmi dinilai lebih berharga daripada sumber yang resmi, sebab sumber tidak remsi dimaksudkan untuk di baca oleh orang banyak (kalangan bebas) sehingga isinya bersifat apa adanya, terus terang, tidak banyak yang disembunyikan dan objektif.

    #Langkah kedua

    langkah kedua dalam penilaian intrinsik adalah menyoroti penuis sumber tersebut. Sebab dia yang memberikan informasi yang dibutuhkan. pembuatan sumbr harus dipastikan bahwa kesaksiannya dapat dipercaya. Untuk itu, harus mampu memberikan kesaksian yang benar dan harus dapat menjelaskan mengapa ia menutupi suatu peristiwa.

    #Langkah ketiga

    Langkah ketiga dalam penelitian intrinsik adalah membandingkan kesaksian dari berbagai sumber dengan menjajarkan kesaksian para saksi-saksi sejarah yang tidak berhubungan satu sama lain sehingga infoirmasi yang diperoleh benar-benar objektif.
    Sumber-sumber yang diakui kebenarannya lewat verifikasi atau kritik, baik intern maupun ekstern , menjadi fakta. Fakta adalah keterangan tentang sumber yang dianggap benar oleh sejarawan atau peneliti sejarah.

  3. Interpretasi

    Interpretasi adalah menafsirkan fakta sejarah dan merangkai fakta tersebut menjadi satu kesatuan yang harmonis dan masuk akal. Interpretasi dalam sejarah dapat juga diartikan sebagai penafsiran suatu peristiwa atau memberikan pandangan teoritis terhadap suatu peristiwa. Sejarah sebagai suatu peristiwa dapat diungkap kembali oleh para sejarawan melalui berbagai sumber, baik berbentuk data, dokumen perpustakaan, buku, berkunjung ke situs-situs sejarah atau wawancara, sehingga dapat terkumpul dan mendukung dalam proses interpretasi. Dengan demikian, setelah kritik selesai maka langkah berikutnya adalah melakukan interpretasi atau penafsiran dan analisis terhadap data yang diperoleh dari berbagai sumber.
    Interpretasi dalam disiplin ilmu sejarah, merupakan penafsiran terhadapa suatu peristiwa, kebenaran atau fakta sejarah, dan merangkai suatu fakta tersebut dalam satu kesatuan yang masuk akal dan mudah dipahami. penafsiran fakta harus bersifat logis terhadap keseluruhan konteks peristiwa sehingga berbagai fakta yang lepas satu sama lainnya dapat disusun dan dihubungkan menjadi satu kesatuan yang logic/masuk akal.
    Bagi kalangan akademis seperti mahasiswa, agar dapat menginterpretasi fakta dengan kejelasan yang objektif, harus dihindari penafsiran yang semena-mena karena biasanya cenderung bersifat subjektif. Selain itu interpretasi harus bersifat deskriptif sehingga para akademisis juga dituntu untuk mencari landasan interpretasi yang mereka gunakan. Proses interpretasi juga harus bersifat selektif yang ketat sebab tidak semua fakta sejarah dimasukan dalam peristiwa sejarah, sehingga harus dipilih yang terkait dengan topik dan yang relevan serta yang mendukung kebenaran sejarah.

  4. Historiografi

    Historiografi adalah penulisan sejarah dalam penelitian sejarah. Historiografi merupakan tahap terakhir dari kegiatan atau langkah-langkah dalam penelitian sejarah. Menulis kisah sejarah bukanlah sekedar menyusun dan merangkai fakta-fakta hasil penelitian, melainkan juga menyampaikan suat pemikiran melalui interpretasi sejarah berdasarkan fakta hasil penelitian. Untuk itu, menulis sejarah memerukan kecakapan dan keterampilan serta kemahiran. Historiografi merupakan rekaman tentang segala sesuatu yang dicatat sebagai bahan pelajaran tentang perilaku yang baik. Sesudah menentukan judul, mengumpulkan bahan-bahan atau su ber serta melakukan kritik dan seleksi, maka penulisan sejarah telah siap dilakukan. Berikut ini adalah bentuk-bentuk penulisan sejarah menurut ruang dan waktu.

    a. Penulisan Sejarah Tradisional

    Pada umumnya karya ini lebih kuat dalam hal genealogi (pengetahuan turun-temurun) daripada secara kronologi dan detail biografis. Tekanannya penggunaan sejarah sebagai bahan pengajaran agama. Adanya konsep mengenai raja, pertimbangan kosmologis, dan apologis lebih diutamakan daripada keterangan dari sebab akibat.

    b. Penulisan sejarah Kolonial

    Penulisan arti ini memiliki ciri yaitu tekanannya pda aspek politik dan ekonomi serta bersifat institusional, sehingga sarat akan ketegangan-ketegangan politik yang terjadi pada peristiwa masa lalu.

    c. Penulisan Sejarah Nasional

    Penulisannya dengan menggunakan metode ilmiah secara terampil dan bertujuan untuk kepentingan nasionalisme. Penulisan sejarah ini cenderung lebih resmi dan memenuhi kepentingan nasional.

Nah, dari beberapa penjelasan diatas kita dapat mengetahui mengenai langkah-langkah dalam melakukan penelitian sejarah. Dalam melakukan penelitian sejarah memang harus dilakukan dengan lebih selektif dan melakukan tahap-tahap yang cukup rumit demi mengungkap kebenaran sejarah. Demikianlah 4 Langkah-langkah Penelitian Sejarah Lengkap !!. Semoga dapat membantu anda dalam memberikan informasi yang anda butuhkan semoga bermanfaat.

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published.