6 Faktor yang Mempengaruhi Kecepatan Pertumbuhan pada Tanaman

6 Faktor yang Mempengaruhi Kecepatan Pertumbuhan pada Tanaman

6 Faktor yang Mempengaruhi Kecepatan Pertumbuhan pada Tanaman

Pengertian Pertumbuhan dan perkembangan

Pertumbuhan adalah proses pertambahan volume secara ireversibel (menuju satu titik dan dapat kembali lagi), Sedangkan perkembangan adalah pertumbuhan menuju kedewasaan suatu organisme. Pada tumbuhan secara umum perkembangan dicrikan dengan adanya bentuk bunga sebagai alat perkembangbiakan. Pertumbuhanpada tanaman dimulai dari biji, kemudian biji akan mengalami fase perkecambahan, pertumbuhan, dan perkembangan. Adapun pada perkecambahan dibedakan menjadi dua tipe, yaitu epigeal dan hipogeal. Kecepatan suatu pertumbuhan pada tumbuhan dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya sebagai berikut.

A. Faktor Luar

Faktor luar yang mempengaruhi kecepatan pertumbuhan adalah sebagai berikut

  1. Air dan Mineral 

    Definisi salah satu unsur hara atau lebih akan menghambat atau menyebabkan pertumbuhan menjadi tidak normal. Namun sebaliknya bila tanaman kekurangan air, maka tanaman akan kering dan kekurangan nutrisi karena tidak ada yang mengangkut nutrisi itu. Tetapi jika kelebihan air juga tidak baik untuk tanaman karena pertumbuhan tanaman akan terhambat dan kemungkinan akan mati.
    Air adalah cairan jernih, tidak berwarna, tidak berasa, tidak berbau yang terdapat dan diperlukan dalam kehidupan manusia, hewan dan tumbuhan, yang secara kimiawi air terbentuk dari Hidrogen dan Oksigen.
    Fungsi air dan mineral dalam proses pertumbuhan tanaman adalah untuk membantu mengedarkan hasil fotosintesis ke seluruh bagian tubuh tumbuhan. Selain itu air berfungi sebagai pelarut inti sel dalam pertumbuhan dan perkembangan. Air dan mineral berperan dalam proses metabolisme sel dan mengaktifkan enzimatik yang membantu perkembangan perkecambahan biji. Selain itu air juga berperan aktif dalam menjaga kelembaban. Tanpa adanya air, reaksi kimia dalam sel tidak dapat berlangsung dengan baik sehingga dapat menyebabkan tumbuhan mati.

  2. Kelembapan

    Kelembapan yang rendah akan menyebabkan proses penyerapan air dan unsur hara lebih cepat, sehingga mempercepat proses penguapan. Kelembapan sangat berkaitan laju transpirasi tumbuhan melalui daun, karena laju pengangkutan air dan unsur hara yang terlarut akan mempengaruhi proses transpirasi. Jika kelembapan terjaga denga baik, maka akan banyak air yang terserap dan lebih sedikit air yang diuapkan. Kondisi tersebut akan berpenagruh terhadap perpanjangan sel, sehingga sel-sel lebih cepat ,encapai ukuran maksimum dan cepat tumbuh membesar.
    Kelembaban udara adalah kandungan uap air di udara. Kelembapan dibutuhkan oleh tanaman agar tubuhnya tidak cepat kering karena penguapan. Kelembaban yang dibutuhkan tanaman berbeda-beda tergantung pada jenisnya. jika ingin mendapatkan produktifitas yang optimal, tanaman ada yang membutuhkan kelembaban yang tinggi dan ada juga yang membutuhkan kelembaban yang rendah. Kelembaban udara berpengaruh terhadap penguapan pada permukaan tanah dan penguapan pada daun.
    Kelembaban udara akan berpengaruh terhadap laju penguapan atau transpirasi. Jika kelembaban rendah, maka laju transpirasi meningkat dan penyerapan air dan zat-zat mineral juga meningkat. Hal itu akan meningkatkan ketersediaan nutrisi untuk pertumbuhan tanaman. Dan sebaliknya, jika kelembaban tinggi, maka laju transpirasi rendah dan penyerapan zat-zat nutrisi juga rendah . Hal ini akan mengurangi ketersediaan nutrisi untuk pertumbuhan tanaman sehingga pertumbuhannya juga akan terhambat. Selain itu, kelembaban yang tinggi akan menyebabkan tumbuhnya jamur yang dapat merusak atau membusukkan akar tanaman. Dan apabila kelembapannya rendah akan menyebabkan timbulnya hama yang dapat merusak tanaman.

  3. Suhu 

    Suhu berpengaruh terhadap laju metabolisme seperti fotosintesis, respirasi, dan transpirasi. Suhu ideal yang diperlukan untuk pertumbuhan yang paling baik adalah suhu optimum, yang berbeda di setiap jenis tanaman. Suhu disebut juga temperatur lingkungan tempat dimana tumbuhan berada. Tinggi atau rendahnya suhu akan mempengaruhi reproduksi, bahkan kelangsungan hidup tanaman. Suhu juga mempengaruhi metabolisme tumbuhan. Fluktuasi suhu dalam tanah akan berpengaruh langsung terhadap aktivitas pertanian terutama proses perakaran tanaman didalam tanah. Apabila suhu tanah naik akan berakibat berkurangnya kandungan air dalam tanah sehingga unsure hara sulit diserap tanaman., sebaliknya jika suhu tanah rendah maka akan semakin bertambahnya kandungan aiar dalam tanah, dimana sampai pada kondisi ekstrim terjadi pengkristalan. Akibatnya aktivitas akar/respirasi semakin rendah mengakibatkan translokasi dalam tubuh tanaman jadi lambat sehingga proses distribusi unsure hara jadi lambat dan akhirnya pertumbuhan tanaman jadi lambat. Demikian pula dengan suhu yang terlalu tinggi terjadi aktivitas negatif seperti terjadi pembongkaran/perusakan organ. Suhu maksimal dan minimal berpengaruh terhadap hasil produksi. Hal inilah yang menyebabkan hasil panen padi Indonesia menjadi rendah.

  4. Cahaya

    Matahari merupakan sumber energi terbesar di alam semesta. Energi matahari diradiasikan kesegala arah dan hanya sebagian kecil saya yang diterima oleh bumi. Energi matahari yang dipancarkan ke bumi berupa energi radiasi. Keberadaan sinar matahari merupakan sumber dari energi yang menyebabkan tanaman dapat membentuk gula. Tanpa bantuan dari sinar matahari, tanaman tidak dapat memasak makanan yang diserap oleh tanah, yang mengakibatkan tanaman menjadi lemah atau mati.
    Cahaya mempengaruhi fotosintesis. Secara umum cahaya merupakan faktor penghambat pertumbuhan karena dapat mengurangi zat tumbuh (auksin), sehingga pertumbuhan meninggi terhambat. Hal ini dapat di buktikan ketika kita tempatkan 2 kecambah pada tempat yang berbeda (satu ditempat terang dan satu ditempat gelap). Kecambah ditempat gelap akan lebih cepat tumbuh meninggi daripada kecambah yang ditempatkan ditempat yang terang. Pertumbuhan yang cepat dalam kondisi gelapdisebut etiolasi. Fotoperiodisme adalah respon tumbuhan terhdap cahaya dan panjang penyinaran. Akan tetapi sinar matahari dibutuhkan oleh tanaman untuk melakukan proses fotosintesis. Jika intensitas cahaya yang diterima oleh tanaman berlebihan maka akan berpengaruh terhadap rusknya zat-zat pengatur tumbuhan.

B. Faktor Dalam
Beberapa faktor dalam yang mempengaruhu pertumbuhan tumbuhan adalah sebagai berikut

  1. Faktor Hereditas 

    Gen mempengaruhi pertumbuhan melalui sifat yang diwariskan dan sintesis protein yang dikendalikan.  Gen juga berperan sebagai pembawa kode untuk pembentukan enzim. Enzim berfungsi mengatur laju berbagai reaksi metabolisme dalam tubuh. Pertumbuhan dan perkembangan akan optimal jika laju metabolisme juga optimal. Perbedaan pada jenis gen akan menyebabkan terjadinya respons pertumbuhan terhadap kondisi lingkungan yang sama. Setiap tumbuhan membawa gen tersendir, ada yang tinggi, ada pula yang pendek.Proses pertumbuhan tumbuhan dimulai dari proses perkecambahan. Proses ini diawali dengan penyerapan air secara imbibisi. Air berfungsi melarutkan cadangan makanan yang terdapat di bagian keping lembaga, juga menginduksi aktivitas enzim hidrolitik dikendalikan oleh gen-gen yang bertanggung jawab untuk hal tersebut.

    Berakhirnya masa dormansi dan dimulainya proses perkecambahan ditentukan oleh kemampuan tumbuhan untuk melakukan metabolisme pada tumbuhan dipengaruhi oleh enzim-enzim metabolik. Enzim metabolik merupakan protein yang berfungsi untuk mengatur laju metabolisme. Pertumbuhan dan perkembangan akan berproses optimal apabila laju metabolisme juga optimal.

  2. Hormon 

    Hormon yang mempengaruhi pertumbuhan tumbuhan adalah sebagai berikut
    1. Hormon auksin
    Hormon auksin adalah senyawa asam indol asetat (IAA) yang dihasilkan di ujung meristem apikal (ujung akar dan ujng batang).
    Manfaat hormon auksin bagi pertumbuhan tumbuhan, yaitu:

    1. Dapat merangsang perpanjangan sel pada daerah titik tumbuh.
    2. Dapat merangsang pembentukan akar.
    3. dDpat merangsang pembentukan buah tanpa biji (partenokarpi).
    4. Dapat merangsang diferensiasi jaringan pembuluh.
    5. Dapat merangsang absisi (penguguran pada daun).
    6. Berperan dalam dominansi apical.

    2. Hormon Giberelin
    Senyawa ini diahasilkan oleh jamur Giberella Fujikuroi atau fusarium moniliformae, ditemukan oleh F. Kurusawa.
    Giberelin berfungsi sebagai berikut

    1. Dapat merangsang pemanjangan batang dan pembelahan sel tumbuhan.
    2. Dapat merangsang perkecambahan biji.
    3. Berperan dalam memecah dormansi biji.
    4. Merangsang pembungaan dan pembuahan.

    3. Hormon Sitokinin
    Pertama ditemukan pada tembakau.
    hormon sitokinin berfungsi

    1. Menghambat dominansi apical oleh auksin.
    2. Merangsang pertumbuhan kuncup lateral.
    3. Merangsang pemanjangan titik tumbuh.
    4. Mematahkan dormansi biji serta merangsang pertumbuhan embrio.
    5. Merangsang pembentukan cabang akar.
    6. Menghambat pertumbuhan akar adventif.
    7. Menghambat proses penuaan daun, bungga, dan buah dengan cara mengontrol proses kemunduran yang menyebabkan kematian sel-sel daun.

    4. Gas Etilen 
    Gas etilen banyak ditemukan pada buah yang sudah tua. Gas etilen berfungsi sebagai berikut

    1. Mempercepat pematangan buah.
    2. Menghambat perpanjangan akar, batang, dan pembungaan.
    3. Menyebabkan pertumbuhan batang menjadi kokoh dan tebal.
    4. Merangsang proses absisi.
    5. Interaksi antara etilen dengan auksin memacu proses pembungaan.
    6. Interaksi antara etilen dengan giberelin mengontrol rasio bunga jantan dengan bunga betina pada tumbuhan monoceus.

    5 Asam Absisat
    Asam absisat berfungsi sebagai berikut

    1. Mengurangi kecepatan pembelahan dan pemanjangan di daerah titik tumbuh.
    2. Dapat memacu pengguguran daun pada saat kemarau untuk mengurangi penguapan air.
    3. Membantu menutup stomata daun untuk mengurangi
    4. Dapat mengurangi kecepatan pembelahan dan pemanjangan sel, bahkan menghentikannya.
    5. Dapat memicu berbagai jenis sel tumbuhan untuk menghasilkan gas etilen.
    6. Memacu dormansi biji agar tidak berkecambah.

    6. Florigen
    Adalah hormon tumbuhan yang khusus merangsang pembentukan bunga, berikut fungsi hormon florigen
    7. Klarin 
    Hormon klarin merupakan hormon pertumbuhan organ yang terdiri dari rhizokalin, kaulokali,filokalin, dan antokalin. Rhizokalin, berfungsi merangsang pembentukan akar. Kaukalin, berfungsi merangsang pembentukan batang. Anthokalin, berfungsi merangsang pembentukan bunga. Filokalin, berfungsi merangsang pembentukan daun.
    8. Asam traumalin atau kambium luka
    Merangsang pembelahan sel didaerah luka sebagaimekanisme untuk menutupi luka.

Pertumbuhan tanaman mula-mula lambat, kemudian bernagsur-angsur lebih cepat sampai suatau maksimum, akhirnya laju tumbuh menurun. apabila diagambarkan dalam grafik, dalam waktu tertentu maka akan terbentuk kurva sigmoid (bentuk S). Bentuk kurva sigmoid untuk semua tanaman kurang lebih tetap, tetapi penyimpangan dapat terjadi sebagai akibat variasi-variasi di dalam lingkungan. Kurva menunjukan ukuran kumulatif sebagai fungsi dari waktu.
Demikianlah 6 Faktor yang Mempengaruhi Kecepatan Pertumbuhan pada Tanaman. semoga dapat membantu anda dalam memberikan informasi yang anda butuhkan. Sekian yang dapat mimin sampaikan dalam artikel ini semoga bermanfaat. Dan terimakasih telah memebaca.

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published.