6 Organ Sistem Pencernaan Manusia Lengkap !!

6 Organ Sistem Pencernaan Manusia Lengkap !!

Mengakujenius.com – Pada kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai sistem pencernaan pada manusia. Setiap orga pada sistem pencernaan mempunyai fungsi masing-masing yang sangat berperan dalam proses pencernaan dan pengolahan makan pada manusia. Nah pada artikel kali ini mimin akan membahasnya secar ringan dan mudah dipahami. Namun sebelum kita  membahasnya lebih jauh alangkah baiknya kita mengetahui beberapa penjelasan berikut ini.

Pengertian Sistem pencernaan

Sistem pencernaan adalah sebuah sistem yang terdiri dari beberapa organ yang saling berkaitan atu sama lain yang berfungsi untuk mencerna bahan makanan dan kemudian diedarkan keseluruh tubuh. Secara umum, sistem pencernaan dibedakan menjdai dua yaitu pencernaan mekanik dan pencernaan kimiawi. Pencernaan mekanik adalah sistem pencernaan yang pengolahannya secara manual yakni terjadi di dalam mulut yang diperankan oleh gigi untuk menghancurkan makanan sebelum makanan melewati tenggorokan. Pencernaaan kimiawi adalah  proses pencernaan yang melibatkan enzim-enzim yang terdapat pada organ sistem pencernaan. Nah, dari beberapa penjelasan tersebut kita dapat dengan mudah memahami mengenai pengertan sistem pencernaan. Berikut ini adalah organ-organ pada sistem pencernaan.

  1. Mulut

    Mulut adalah alat pencernaan pertama yang dilalui oleh makanan. Di dalam mulut, makanan mengalami dua proses pencernaan yaitu proses pencernaan mekanik dan kimiawi. Secara mekanik, makanan yang teah masuk di dalam mulut akan dihancurkan dan mengalami porses pelembutan oleh gigi. Sedangkan pencernaan secara kimiawi, proses pencernaan pada mulut di bantu oleh enzim-enzim yang berada di dalam mulut. Di dalam mulut terdapat gigi, ludan dan kelenjar kudah yang berfungsi untuk mempermudah proses pengunyahan dan penelanan makanan.

    a. Gigi

    Gigi merupakan alat bantu pencernaan yang terdapat di dalam mulut  yang berfungsi
    mengunyah makanan. Makanan ini dipecah menjadi partikel yang lebih kecil sehingga dapat ditelan. Proses pemecahan makanan di mulut oleh gigi disebut pencernaan mekanik yang pertama.
    Berdasarkan fungsinya, gigi dibagi menjadi tiga macam,
    yaitu:
    a) Gigi seri (insisivus), berfungsi untuk memotong makanan. Memiliki bentuk seperti pahat.
    b) Gigi taring (kaninus), berfungsi untuk mengoyak makanan. Mempunyai bentuk agak panjang.
    c) Gigi geraham (molar dan premolar), berfungsi untuk mengunyah, menggiling, dan menghaluskan makanan.
    Seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan manusia, maka susunan gigi pada manusia mengalami dua tahap, yaitu tahap pada masa bayi dan masa dewasa.
    Susunan gigi masa bayi adalah gigi sulung (gigi susu). Gigi susu mulai tumbuh saat anak berumur 6 – 8 bulan. Gigi anak tersebut akan lengkap menjadi 20 buah, saat berumur 2,5 tahun. Susunan gigi susu adalah 8 gigi seri, 4 gigi taring dan 8 gigi geraham. Apabila gigi susu tanggal akan digantikan gigi permanen. Susunan gigi masa dewasa adalah gigi permanen (gigi tetap). Gigi permanen mulai tumbuh pada umur 6 – 8 tahun. Jumlah gigi permanen yang lengkap adalah 32 buah. Susunannya adalah 8 gigi seri, 4 gigi taring, 8 gigi premolar, dan 12 gigi molar. Apabila gigi molar tanggal, maka tidak akan tumbuh gigi baru lagi.

    b. Lidah 

    Lidah yang terdapat di dalam rongga mulut tersusun atas otot lurik yang kasar dan dilapisi
    selaput mukosa, meskipun lentur, lidah mampu bekerja dengan kuat. Lidah berfungsi untuk membolak-balik dan mencampur makanan, serta membantu proses penelanan
    makanan. Tidak hanya itu, lidah juga berperan untuk menentukan rasa makanan, karena di permukaan lidah terdapat papila-papila pengecap. Bagian ujung lidah dapat merasakan rasa manis, tepi depan rasa asin, tepi samping rasa asam, dan pangkal lidah rasa pahit. Pada pangkal lidah bagian belakang terdapat epiglotis yang mempunyai fungsi menutup jalan pernapasan saat menelan makanan. Sehingga, makanan tidak akan masuk ke saluran pernapasan.

    c. Kelenjar Ludah 

    Kelenjar ludah adalah kelenjar yang terdapat di rongga mulut. Mempunyai fungsi untuk memproduksi larutan mukus ke dalam mulut yang disebut ludah atau air liur atau saliva. Secara normal air liur diproduksi sebanyak 1 – 1,5 liter setiap hari. Air liur mempunyai komposisi air 97 – 98 %, glukoprotein, ptialin (amilase), dan garam-garam alkali. Amilase atau ptialin merupakan enzim yang berfungsi mengubah amilum menjadi maltosa atau glukosa. Hal ini dapat dibuktikan apabila kamu makan roti tawar, lama kelamaan akan terasa manis. Air liur memiliki dua fungsi, yaitu secara mekanis dan secara kemis. Secara mekanis, air liur berfungsi membasahi,
    melumasi makanan menjadi lunak dam berbentuk pasta sehingga mudah di telan. Sedangkan, secara kemis, air liur berfungsi melarutkan makanan yang kering sehingga bisa dirasakan, menjaga pH mulut, membunuh bakteri dan mencegah agar mulut tidak kering.
    Kelenjar ludah di dalam mulut ada tiga, yaitu:
    1) Kelenjar submandibularis, terdapat di bawah rahang bagian tengah.
    2) Kelenjar sublingualis, terdapat di bawah dasar rongga mulut.
    3) Kelenjar parotis, terletak di bawah bagian depan telinga.

  2. Kerongkongan

    Kerongkongan disebut juga esofagus merupakan saluran pencernaan setelah mulut, memiliki panjang kurang lebih 25 cm. Posisi esofagus vertikal dari bagian tengah leher bawah faring sampai pada ujung bawah rongga dada belakang trakea. Faring adalah penghubung antara esofagus dan rongga mulut. Pada saat menelan makanan (diglusio), faring akan melakukan suatu gerakan untuk mencegah makanan masuk kedalam saluran pernapasan dengan menutupnya beberapa detik dan mendorong makanan masuk ke esofagus. Esofagus tersusun atas otot melingkar dan otot memanjang. Dengan adanya otot ini terjadi gerakan peristaltik sehingga bolus (makanan yang telah dicerna di dalam mulut) masuk ke lambung. Gerakan peristaltik terjadi, karena otot-otot esofagus berkontraksi dan berelaksasi secara bergantian. Jadi, fungsi esofagus hanya menyalurkan makanan dari rongga mulut ke lambung. Lapisan yang terdapat di dalam esofagus merupakan selaput lendir (mukosa) yang mensekresikan mukoid. Mukoid berfungsi untuk melumasi bolus sehingga dapat melewati esofagus. Selain itu, mukoid juga berfungsi untuk melumasi dinding esofagus sehingga terlindungi dari getah lambung. Pada bagian paling bawah esofagus yang berbatasan dengan lambung terdapat sfinkter esofagus. Sfinkter berfungsi mencegah isi lambung masuk ke esofagus.

  3. Lambung

    Lambung merupakan suatu organ yang berbentuk kantong yang memiliki otot yang terletak di sebelah kiri atas rongga perut di bagian bawah diafragma. Bagian-bagian dari lambung adalah kardiak, fundus, dan pilorus. Kardiak adalah bagian yang berbatasan dengan sfinkter esofagus. Fundus adalah bagian atas lambung. Pilorus adalah bagian paling bawah lambung yang berbatasan dengan usus halus (duodenum). Pada perbatasan ini terdapat klep yang disebut dengansfinkter pilorus. Di dalam lambung makanan dapat tersimpan selama 2 – 5 jam. Kecepatan pengosongan lambung tergantung pada jenis makanan. Pencernaan yang di dalam lambung terjdai secara kimiawi dan mekanik. Secara mekanis makanan yang masuk lambung akan dihancurkan dan dihaluskan oleh gerakan peristaltik. Makanan yang telah menjadi bentuk lebih halus disebut chime (kim). Secara kimiawi Selain dengan gerakan peristaltik, makanan dicerna dengan getah lambung yang terdiri atas enzim pepsin, renin, lipase, dan HCL. Pepsin, enzim yang memecah protein menjadi asam amino (albumin dan peptin). Renin, enzim yang mengubah kaseinogen menjadi kasein. Lipase, enzim yang menghidrolisa lemak menjadi asam lemak dan gliserol. HCL (asam lambung) mempunyai fungsi mengaktifkan
    pepsin, mengubah pepsinogen menjadi pepsin, dan bakteri yang masuk lambung bersama makanan.

  4. Usus Halus (Intestinum)

    Makanan yang telah berbentuk seperti bubur (kim) karena mengalami pencernaan di lambung kmeudian masuk ke usus halus. Usus halus memiliki panjang kurang lebih 6 meter. Di dalam usus
    halus makanan mengalami proses pencernaan dan absorpsi(penyerapan kembali). Permukaan dalam usus
    halus susunannya berupa lipatan-lipatan yang memiliki vili (jonjot) sehingga memperluas penyerapan. Vili banyak mengandung pembuluh darah dan limfa. Usus halus terdiri atas tiga bagian, yaitu duodenum (usus dua belas jari), jejunum (usus kosong), dan ileum (usus penyerapan).

  5. Usus Besar

    Setelah usus halus, dilanjutkan usus besar. Usus besar mempunyai panjang kurang lebih 1,5 – 1,7 meter. Kolon terdiri atas sekum, yaitu suatu bentukan seperti kantong lebar batas antara kolon dan usus halus. Pada bagian bawah sekum terdapat bentukan tambahan usus yang disebut dengan umbai cacing atau apendiks. Apendiks memiliki panjang ± 6 cm, dan belum diketahui dengan pasti fungsinya. Apendiks ini dapat mengalami peradangan yang sering disebut dengan apendiksitis atau dikenal dengan radang usus buntu. Bagian kolon yang lain, yaitu kolon asenden (kolon naik), kolon transversal (kolon melintang), dan kolon desenden (kolon menurun). Lapisan dalam kolon tidak terdapat vili, tetapi memiliki kripta-kripta yang mrnghasilkan mukus pelumas. Di dalam kolon hanya terjadi penyerapan air dan elektrolit dan terjadi pembusukan sisa-sisa
    makanan yang dibantu bakteri E. coli. Di dalam kolon terjadi pergerakan yang lemah. Feses ditampung sementara. Apabila feses terkumpul telah cukup banyak, maka akan terjadi gerakan mendorong feses ke arah rektum sehingga timbul keinginan defekasi (buang air besar).

  6. Anus

    Anus adalah organ diamana ampas-ampas makanan bermuara/berakhir dari sistem pencernaan. Anus merupakan organ terakhir dari sistem pencernaan manusia. Anus mempunyai dua otot, yaitu otot sadar dan otot tak sadar. Otot sadar terdapat di bagian eksternal, sedangkan otot tak sadar terdapat di bagian internal(dalam). Jika feses(tinja) menyentuh dinding rektum akan merangsang otot tak sadar relaksasi sehingga ada keinginan untuk buang air besar. Pada saat bersamaan otot sadar berkontraksi sehingga kamu bisa menahan keinginan untuk buang air besar. Hal ini,
    menyebabkan kamu bisa menahan keinginan buang air besar jika keadaan tidak memungkinkan untuk mengeluarkan feses.

Nah, dari beberapa penjelasan di atas kita dapat mengetahui mengenai sistem pencernaan pada manusia. Ddemikianlah 6 Organ Sistem Pencernaan Manusia Lengkap !!. Sekian yang dapat kami sampaikan pada artikel kali ini semoga dapat membantu anda dalam memberikan informasi yang akurat dan bermanfaat. Jangan lupa share ya

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published.