9 Ciri-ciri Jaringan Epidermis dan Fungsinya Lengkap

9 Ciri-ciri Jaringan Epidermis dan Fungsinya Lengkap

ciri-ciri jaringan epidermis

Pada kesempatan kali ini mimin akan membahas tentang jaringan epidermis, meliputi pengertian, ciri-ciri, dan fungsinya. Mungkin sebagian dai anda sudah pernah membahasnya ketika duduk di bangku SMA tapi tidak ada salahnya jika mimin disini akan membahsanya secara ringan namun juga mudah untuk dipahami. Nah, sebelum kita membahasnya lebih jauh, alangkah baiknya kita mengetahui pengertiannya terlebih dahulu. Perhatikan pernyataan berikut ini.

Pengertian Jaringan Epidermis

Menurut Wikipedia Bahasa Indonesia, Epidermis dalam biologi mengacu pada jaringan sel-sel pelindung yang berada di lapisan terluar. Epidermis menjadi bagian kulit pada hewan, termasuk manusia. Pada tumbuh-tumbuhan, epidermis merupakan lapisan sel-sel terluar pada akar, batang, daun, serta organ-organ lainnya.

Pada tumbuh-tumbuhan tingkat tinggi, epidermis adalah lapisan jaringan, biasanya setebal satu lapis sel saja, yang menutupi permukaan organ, seperti daun, batang, akar, dan bunga. Epidermis biasanya tipis, tidak memiliki klorofil, dan pada permukaan yang menghadap ke luar terlapisi oleh kutin yang menghasilkan kutikula atau lapisan malam (wax).

Daun tumbuhan merupakan organ yang paling banyak dipelajari epidermisnya. Sebagian sel-sel epidermis dapat berbentuk khusus dan memiliki keistimewaan fisiologi, terutama bila memiliki fungsi tertentu. Sel-sel penjaga stomata berbentuk ginjal atau halter, tergantung dari spesies. Sel-sel ini dapat mengerut dan membesar, tergantung bagaimana aliran udara dan uap air diatur oleh tubuh daun. Pergerakan ini akan membuka atau menutup lubang stoma. Sebagian sel-sel epidermis juga dapat membentuk trikomata, yang biasa disebut awam sebagai “rambut” atau “bulu” pada tumbuhan. Jika terdapat di daun orang menyebutnya sebagai rambut daun dan jika terdapat di batang disebut rambut batang. Trikomata juga dapat mengeras menjadi duri.

Epidermis batang, terutama terlihat jelas pada pohon yang berkayu pokok, berfungsi maksimal pada waktu batang masih muda. Seiring dengan perkembangan organ, fungsi epidermis sebagai pelindung tergantikan oleh lapisan periderm yang membentuk pepagan (kulit kayu). Periderm tumbuh dari lapisan korteks di dalam/bawah epidermis dan dibentuk oleh kambium gabus. Periderm membentuk struktur kaya lignin atau suberin yang melindungi batang lebih jauh lagi daripada epidermis. Epidermis perlahan-lahan akan mati.(Wikipedia)

9 Ciri-ciri Jaringan Epidermis

Berikut ini adalah ciri-ciri jaringan epidermis

  1. Jaringan epidermis memiliki susunan sel yang sangat rapat sehingga tidak terdapat ruang antar sel.
  2. Pada umumnya jaringan epidermis tidak mempunyai kloroplas.
  3. Mempunyai sitoplasma yang hidup dan mengandung kristal garam, kristal silikat, dan garam minyak.
  4. Jaringan epidermis memiliki vakuola besar yang berisi antosianin.
  5. Memiliki dinding sel yang beragam tergantung posisi dan jenis tumbuhan.
  6. Ada sebagian kecil yang memiliki kloroplas, yaitu tumbuhan yang hidup di air (hidrofit).
  7. Jaringan epidermis terdiri atas satu lapis sel tunggal.
  8. Jaringannya tersusun atas sel-sel hidup.
  9. Dinding sel jaringan epidermis bagian luar yang berbatasan dengan udara mengalami penebalan, sedangkan dinding sel jaringan epidermis bagian dalam yang berbatasan dengan jaringan lain dinding selnya tetap tipis.

5 Fungsi Jaringan Epidermis 

Berikut ini adalah fungsi jaringan epidrmis secara umum.

  1. Jaringan pelindung

    Jaringan epidermis merupakan jaringan utam yang berfungsi untuk melindungi setiap organ pada tumbuhan. Yaitu meliputi akar, batang dan daun sehingga tidak mudah rusak oleh pengaruh-pengaruh lingkungan. Jaringan epidermis tersusun dari sel-sel yang yang berderet rapi sehingga dapat melindungi organ dalam tubuh dari segala perubahan udara, kelembapan, dan infeksi bakteri. Pada umumnya jaringan epidermis bersifat keras jika dibandingkan dengan jaringan lainnya sehingga dapat menunjang perannya dalam melindungi organ tumbuhan.

  2. Membatasi penguapan pada tumbuhan

    Jaringan epidermis berfungsi untuk mengatur proses transpirasi, termasuk dalam membatasi penguapan pada tumbuhan. Di dalam jaringan epidermis terdapat stomata yang berfungsi untuk mengatur transpirasi, termasuk dalam mengatur ketia suhu udara tinggi maka jaringan epidermis akan menutup untuk membatasi penguapan sehingga tumbuhan tidak kehabisan cadangan air.

  3. Tempat penyimpanan cadangan air

    Jaringan epidermis juga berfungsi untuk cadangan air bagi tumbuhan. Di dalam jaringan epidermis terdapat protoplasma yang berbentuk lebih pipih dari jaringan yang lainnya sehingga memungkinkan jaringan epidermis menyimpan air yang lebih banyak. Ketika musim kemarau panjang tiba, maka cadangan air yang terdapat dalam jaringan epidermis diangkut dan disalurkan ke seluruh tubuh.

  4. Pertukaran oksegen dan karbondioksida

    Selain sebagai jaringan pelindung, jaringan epidermis juga berfungsi sebagai tempat pertukaran oksigen dan karbondioksida. hal itu terjadi ketika tumbuhan melakukan respirasi dan sekresi hasi fotosintesis. Proses ini terjadi pada daun, karena pada umunya pada daun memiliki stomata untuk melakukan difusi oksigen dan karbondioksida.

  5. Tempat penyerapan air dan unsur hara

    Jaringan epidermis juga berfungsi untuk penyerapan air dan unsur hara. Sel-sel epidermis yang terdapat pada akar berfungsi untuk menyerap air dan unsur-unsur hara yang diperlukan oleh tanaman. Di dalam akar terdapat trikomata yang termodifikasi menjadi bulu akar, sehingga memungkinkan untuk melakukan tugasnya dengan baik.

Nah, dari beberapa ciri-ciri dan fungsi jaringan epidermis kita dapat dengan mudah membedakan jaringan epidermis dengan jaringan yang lainnya. Demikianlah 9 Ciri-ciri Jaringan Epidermis dan Fungsinya Lengkap. Sekian yang dapat mimin sampaikan melalui artikel ini semoga dapat membantu anda dalam memberikan informasi yang anda butuhkan. Semoga bermanfaat, dan terimakasih telah membaca.

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published.