9 Tokoh Panitia Sembilan dan Piagam Jakarta !!

9 Tokoh Panitia Sembilan dan Piagam Jakarta !!

tokoh panitia sembilan

Mengakujenius.com – “Cita-cita persatuan Indonesia itu bukan omong kosong, tetapi benar-benar didukung oleh kekuatan-kekuatan yang timbul pada akar sejarah bangsa kita sendiri”, begitulah kata-kata Mohammad Yamin yang merupakan seorang sastrawan, budayawan, negarawan, politikus, dan tokoh yang turut serta dalam peristiwa yang melahirkan piagam Jakarta. Piagam Jakarta sendiri merupakan bentuk perlawanan dan pemberontakan terhadap bentuk imperialisme dan kapitalisme di Indonesia. Nah, sebelum kita membahas lebih jauh alangkah baiknya kita mengetahui beberapa penjelasan berikut ini.

Terbentuknya Panitia Sembilan

Panitia Sembilan adalah panitia yang beranggotakan sembilan orang yang bertugas untuk merumuskan dasar negara Indonesia yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945. Panitia Sembilan dibentuk pada tanggal 1 Juni 1945. Terbentuknya panitia sembilan bermula ketika Jepang telah berjanji untuk memberikan kemerdekaan kepada bangsa Indonesia. Kemudian dibentuklah Badan Penyelidik Usaha Persiapan kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada tanggal 29 April 1945. Kemudian anggota-anggota BPUPKI dilantik pada tanggal 28 Mei 1945 dan persidangan pertama dilakukan keesokan harinya sampai dengan 1 Juni 1945. Setelah itu dibentuk panitia kecil yang berjumlah 9 orang yang bertujuan untuk merumuskan gagasan-gagasan tentang dasar-dasar negara.

9 Tokoh Panitia Sembilan

Panitia Sembilan tersebut terdiri dari 9 Tokoh sebagai berikut

  1. Ir. Soekarno
    Bung Karno adalah salah satu tokoh paling penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Beliau merupakan tokoh yang turut memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Tidak terkecuali perannya dalam peristiwa Piagam Jakarta. Bung Karno menjadi pemimpin dalam peristiwa tersebut. Bersama dengan 8 bangsawan lainnya, Bung Karno berhasil merumuskan asar negara Indonesia yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945. “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia”, itulah salah satu kata-kata paling terkenal daari Bung Karno.
  2. Drs. Mohammad Hatta
    Drs. Mohammad Hatta lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat, pada 12 Agustus 1902. Drs. Mohammad Hatta lebih dikenal dengan sebutan “Bung” Hatta merupakan sosok yang santun, rendah hati, taat beragama, dan jujur, serta berani melawan penjajah. Bung Hatta adalah wakil ketua dalam Panitia Sembilan. Dalam mewujudkan kemerdekaan negara Indoenesia, Drs. Mohammad Hatta memiliki peranan yang sangat penting yang tidak dapat digantikan oleh siapapun. Seperti perannya dalam merumuskan dasar negara yang menghasilkan piagam Jakarta.
  3. A. A Maramis
    Mr Alexander Andries Maramis lahir di Manado, Sulawesi Utara, Hindia Belanda 20 Juni tahun 1897 – meninggal di Indonesia tahun 1977 pada usia 80 tahun) adalah pejuang kemerdekaan Indonesia. Dia pernah jadi anggota KNIP, anggota BPUPKI. Beliau merupakan satu-satunya tokoh yang bergama kristen dalam paniata sembilan yang merumuskan Piagam Jakarta.
  4. Mr. Achmad Soebardjo
    Raden Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo lahir di Karawang, Jawa Barat, 23 Maret 1896 – meninggal 15 Desember 1978 pada umur 82 tahun) adalah tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia, diplomat, dan seorang Pahlawan Nasional Indonesia. Ia adalah Menteri Luar Negeri Indonesia yang pertama. Beliau termasuk salah satu pejuang yang turut merebut kemerdekaan dari pihak penjajah.
  5. Abikusno Cokrosuyoso
    Abikusno Cokrosuyoso, lahir di Kota Karangayar, Kebumen tahun 1897 meninggal tahun 1968. Beliau adalah salah satu Bapak Pendiri Kemerdekaan Indonesia dan penandatangan konstitusi. Ia merupakan anggota Panitia Sembilan yang merancang pembukaan UUD 1945 (dikenal dengan Piagam Jakarta).
  6. H. Agoes Salim
    Haji Agus Salim (lahir dengan nama Mashudul Haq (berarti “pembela kebenaran”); lahir di Koto Gadang, Agam, Sumatera Barat, Hindia Belanda, 8 Oktober 1884 – meninggal di Jakarta, Indonesia, 4 November 1954pada umur 70 tahun) adalah seorang pejuang kemerdekaan Indonesia. Haji Agus Salim ditetapkan sebagai salah satu Pahlawan Nasional Indonesia pada tanggal 27 Desember 1961 melalui Keppres nomor 657 tahun 1961.
  7. Abdul Kahar Muzakir
    Prof. KH. Abdoel Kahar Moezakir atau ejaan baru Abdul Kahar Muzakir, adalah Rektor Magnificus yang dipilih Universitas Islam Indonesia untuk pertama kali dengan nama STI selama 2 periode 1945 – 1948 dan 1948 – 1960. Ia adalah anggota BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia).
  8. Abdul Wahid Hasyim
    Abdul Wahid Hasyim lahir di Jombang Jawa Timur, 1 Juni 1914 – meninggal di Cimahi Jawa Barat, 19 April 1953 pada umur 38 tahun) adalah pahlawan nasional Indonesia dan menteri negara dalam kabinet pertama Indonesia. Ia adalah ayah dari presiden keempat Indonesi, Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan anak dari Mohammad Hasyim Asy’ari salah satu pahlawan nasional Indonesia. Wahid Hasjim dimakamkan di Tebuireng, Jombang.
  9. Prof. Mr. Mohammad Yamin
    Prof. Mr. Mohammad Yamin, S.H. lahir di Talawi, Sawahlunto, Sumatera Barat, 24 Agustus 1903 – meninggal di Jakarta, 17 Oktober 1962 pada umur 59 tahun) adalah sastrawan, sejarawan, budayawan, politikus, dan ahli hukum yang telah dihormati sebagai pahalwan nasional Indoensia. Salah satu perannya paling bersejarah adalah ikut serta merumuskan dasar negara yang menghasilkan Piagam Jakarta.

Isi Piagam Jakarta

Panitia Sembilan ini menyusun naskah yang awalnya dimaksudkan sebagai teks proklamasi kemerdekaan, akan tetapi pada akhirnya naskah tersebut dijadikan Pembukaan dalam UUD 1945. Naskah inilah yang disebut sebagai Piagam Jakarta (Jakarta Charter).  Piagam Jakarta merupakan piagam atau naskah yang disusun dalam rapat Panitia Sembilan atau 9 tokoh Indonesia pada tanggal 22 Juni.

 

Bahwa sesoenggoehnja kemerdekaan itoe ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itoe maka pendjadjahan di atas doenia haroes dihapoeskan, karena tidak sesoeai dengan peri-kemanoesiaan dan peri-keadilan.

Dan perdjoeangan pergerakan Kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat jang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan Rakjat Indonesia ke-depan pintoe-gerbang Negara Indonesia, jang merdeka, bersatoe, berdaulat, adil dan makmoer.

Atas berkat Rahmat Allah Jang Maha Koeasa, dan dengan didorongkan oleh keinginan jang loehoer, soepaja berkehidoepan kebangsaan jang bebas, maka Rakjat Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaannja.

Kemoedian daripada itoe, oentoek membentoek soeatoe Pemerintah Negara Indonesia jang melindoengi segenap Bangsa Indonesia dan seloeroeh toempah darah Indonesia, dan oentoek memadjoekan kesedjahteraan oemoem, mentjerdaskan kehidoepan bangsa, dan ikoet melaksanakan ketertiban doenia jang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disoesoenlah kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itoe dalam suatu Hoekoem Dasar Negara Indonesia, jang terbentoek dalam soeatoe soesoenan negara Repoeblik Indonesia jang berkedaaulatan Rakjat, dengan berdasar kepada:

  1. Ketoehanan, dengan kewajiban mendjalankan sjariat Islam bagi pemeloek-pemeloeknja
  2. Kemanoesiaan jang adil dan beradab
  3. Persatoean Indonesia
  4. Kerakjatan jang dipimpin oleh hikmat, kebidjaksanaan dalam permoesjawaratan/perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seloeroeh Rakjat Indonesia.

Djakarta, 22-6-1945

Panitia Sembilan

  1. Ir. Soekarno
  2. Drs. Mohammad Hatta
  3. Mr A. A. Maramis
  4. Abikoesno Tjokrosoejoso
  5. Abdoel Kahar Moedzakir
  6. H. Agoes Salim
  7. Mr Achmad Soebardjo
  8. Wahid Hasjim
  9. Mr Moehammad Yamin.

Nah, beberapa pemaparan di atas adalah rangkuman beberapa peristiwa bersejarah yang dapat kami sajikan pada artikel kali ini. 9 Tokoh Panitia Sembilan dan Piagam Jakarta !!. Sekian yang dapat mimin sampaikan semoga dapat membantu anda dalam memeberikan informasi secara akurat. Semoga bermanfaat dan jangan lupa share ya 😀

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published.