9 Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Syair dan Penjelasannya

9 Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Syair dan Penjelasannya

unsur intrinsik dan ekstrinsik syair

Pada kesempatan kali ini mimin akan membahas mengenai unsur-unsur untrinsik syair. Mungkin sebagian dari anda sudah pernah mempelajarinya ketika duduk di bangku sekolah. Nah, pada kesempatan kali ini mimin akan membahasnya secara ringan dan mudah dipahami. Sebelum kita membahasnya lebih jauh, alangkah baiknya kita mengetahui pengertiannya berikut ini.

Pengertian Syair

Kata “syair” berasal dari bahasa Arab syu’ur yang berarti “perasaan”. Kata syu’ur berkembang menjadi kata syi’ru yang berarti “puisi” dalam pengertian umum. Syair merupakan salah satu jenis puisi yang digemari dan sangat populer. Syair dalam kesusastraan Melayu merujuk pada pengertian puisi secara umum. Akan tetapi, dalam perkembangannya syair tersebut mengalami perubahan dan modifikasi sehingga syair di desain sesuai dengan keadaan dan situasi yang terjadi dengan kondisi masyarakat yang ada.

Dalam perkembangannya di Asia Tenggara, syair tersebut mengalami perubahan dan modifikasi sehingga menjadi khas Melayu, tidak lagi mengacu pada tradisi sastra syair di negeri Arab. Penyair yang berperan besar dalam membentuk syair khas Melayu adalah Hamzah Fansuri dengan karyanya, antara lain: Syair Perahu, Syair Burung Pingai, Syair Dagang, dan Syair Sidang Fakir.

Ciri-ciri Syair

Berikut ini adalah ciri-ciri syair secara umum

  1. Setiap bait terdiri dari 4 baris
  2. Setiap bait memiliki arti dan maksud yang utuh.
  3. Setiap baris terdiri dari 4 kata
  4. Setip baris memiliki (8-16) suku kata.
  5. Bersajak (a-a-a-a).
  6. Setiap baris adalah isi
  7. Memounyai amanat atau pesan moral tertentu.

Unsur Intrinsik Syair

Berikut ini adalah unsur-unsur intrinsik syair;

  1. Tema 

    Tema syair adalah hal yang paling mendasar dari keseluruhan isi syair. Tema adalah hal yang paling pokok dalam pembuatan syair. Jika tema yang diusung dalam syair baik, maka isi dalam syair pun juga baik dan dapat dipahami, namun jika tema dalam syair tidak jelas, maka isi syair pun tidak dapat dipahami oleh penikmat-penikmatnya. Contoh tema pada syair adalah tema keagamaan yang biasanya menagndung pesan-pesan moral yang baik, syair bertema tentang cinta biasanya menjelaskan tentang kisah-kisah cinta yang di alami penulis syair, dan masih banyak lagi tema-tema yang lain seperti tentang lingkungan, komedi, kritik sosial, dan lain-lain.

  2. Nada

    Nada dalam syair dapat menentukan suasana dalam syair. Seperti halnya dalam puisi, jika puisinya bertema tentang kebahagiaan maka nada dalam puisi tersebut juga akan bernada riang dan bahagia, begitupun sebaliknya jika puisinya bertemakan tentang kesedihan maka nada dalam puisi tersebut juga akan bernada sedih dan sendu. Nada yang tinggi biasanya menggambarkan kemarahan, dan nada rendah biasanya menggambarkan kesedihan. Selain itu ada nada yang menunjukan sebuah protes, ada nada yang menunjukan kebencian, ada nada yang menunjukan keterkejutan, ada nada yang menunjukan sebuah sindiran, dan lain-lain.

  3. Diksi

    Dalam syair terdapat diksi, yaitu pemilihan kata yang tepat dalam syair. Pemilihan diksi yang baik dapat menghidupkan syair. Jika pemlihan katanya tepat maka syair akan dengan mudah di pahami dan terima oleh penikmat-penikmatnya. Akan tetapi jika pemilihan kata dalam syair kurang tepat maka syair akan sulit dipahami maknanya sehingga tidak dapat mengambil dari syair tersebut. Sama halnya dalam puisi, kata yang digunakan dalam puisi biasanya kata yang sangat jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari akan tetapi mempunyai makna yang sangat istimewa. Namun ada pula puisi yang diksinya sama seperti kata-kata yang digunakan dalam sehari-hari namun mempunyai kekuatan kata yang sangat bagus tergantung penempatan dan pemilihan katanya.

  4. Sajak atau Rima

    Sajak atau rima adalah unsur pembangun syair dari dalam. Sajak dalam syair berpola (a-a-a-a). Antara bunyi dengan unsur irama saling mendukung dalam memperindah puisi. Irama untuk memperindah puisinya, sedangkan bunyi untuk persajakannya. Dalam sajak-sajak puisi atau syair biasanya terdapat persamaan kata dalam beberapa bait.

  5. Amanat 

    Amanat adalah hal yang paling penting dalam syair. Syair yang bertema tentang agama biasanya mengandung pesan atau amanat tentang keagamaan, syair yang bertema tentang kisah cinta biasanya mengandung pesan tentang hubungan kisah percintaan, dan lain-lain. Jika suatu syair tidak terkandung amanat atau pesan tertentu maka syair akan terasa hambar. Tidak ada kesan baik ketika membaca syair tersebut. Penyampaian amanat dalam syair juga menjadi salah satu yang menarik dalam syair. Amanat yang terkandung dalam syair yang disampaikan secara biasa saja maka akan menimbulkan efek biasa-biasa saja, namun apabila penyampaian amanat dalam syair secara unik dan penuh kejutan, maka akan menimbulkan efek yang sangat baik bagi pembaca syair terutama dapat mengambil pelajaran dam syair yang di baca.

Unsur Ekstrinsik Syair

Unsur ekstrinsik syair merupakan unsur yang membangun karya sastra dari luar. Dengan kata lain unsur ekstrinsik adalah unsur yang tidak terdapat dalam karya sastra tersebut. Akan tetapi keberadaan unsur ekstrinsik cukup mempengaruhi pembuatan maupun hasil karya sastrra. Berikut ini adalah unsur ekstrinsik syair.

  1. Unsur Biografi 

    Unsur boigrafi ini adalah latar belakang pengarang. Latar belakang cukup berpengaruh dalam pembuatan syair, misalkan penulis syair/puisi yang latar belakangnya berasal dari keluarga miskin, maka jika ia membuat syair akan sangat menyentuh hati para pembacanya, yang terbawa dari latar belakang penulis sehingga mampu dikesankan dalam sebuah syair.

  2. Unsur Sosial

    Unsur sosial sangat erat kaitanya dengan kondisi masyarakat ketika syair itu dibuat. Misalkan syair itu dibuat ketika masa orde baru menjelang berakhir. Pada saat itu kondisi masyarakat itu sedang sangat kacau dan keadaan pemerintahan pun sangat carut marut, sehingga syair/puisi yang dibuat pada saat itu adalah syair/puisi yang mengandung sindiran-sindiran terhadap masyarakat.

  3. Unsur Nilai 

    Unsur nilai dalam syair ini meliputi unsur yang berkaitan dengan pendidikan, seni, ekonomi, politik, sosial, budaya, adat-istiadat, hukum, dan lain-lain. Nilai yang terkandung dalam syair menjadi daya tarik tersendiri sehingga sangat mempengaruhi baik atau tidaknya syair/puisi.

Nah, dar beberapa keterangan di atas kita dapat mengetahui tentang syair. Demikianlah 9 Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Syair dan Penjelasannya. Sekian yang dapat mimin sampaikan melaui artikel ini semoga dapat membantu anda dalam memberikan informasi yang anda butuhkan. Terimakasih telah membaca dan semoga bermanfaat.

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published.