Faktor dan Ciri-ciri Perang Dingin Lengkap (Wajib Baca)

Faktor dan Ciri-ciri Perang Dingin Lengkap (Wajib Baca)

Pengertian, Faktor, dan Ciri-ciri Perang Dingin Lengkap

Pengertian Perang Dingin

Berakhirya Perang Dunia II Tidak menyelesaikan segala pertikaian antar negara di dunia. Meskipun terjadi penurunan konflik bersenjata antar negara-negara besar, namun ketegangan diantara mereka berubah dalam bentuk perang dingin. Pengertian perang dingin adalah perang dalam bentuk ketegangan tanpa menyebabkan konflik bersenjata secara langsung, sebagai perwujudanya dari konflik-konflik kepentingan, supremasi, dan perbedaan ideologi antara negara-negara adidaya pemenang Perang Dunia II, yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet. Setelah kemenangan sekutu atas pihak poros Jerman-Italia-Jepang, terjadi perbedaan visi antara Amerika Serikat dan Uni Soviet  mengenai tatanan dunia yang akan di bangun. Amerika Serikat menginginkan ideologi demokrasi liberal, sementara Uni Soviet menginginkan dunia berideologi komunis.

Akhir Perang Dunia II pada tahun 1945 juga membawa dampak dalam berbagai bidang kehidupan, sehingga menumbuhkan kesadaran negara-negara di Asia-Afrika untuk memerdekakan diri dan terlepas dari penjajahan dari kolonial negara barat. Meskipun demikian bukan berarti penjajahan telah lenyap. Justru sebaliknya, muncul bentuk imperialisme dan kolonialisme modern. Hal tersebut dapat dilihat dari munculnya persaingan di antara negara-negara adikuasa dalam kepentingan ekonomi dan politik. Mereka berusaha untuk menyebarkan pengaruh ideologinya masing-masing, seperti Blok Barat membawa ideologi liberal-kapitalis, sedangkan Blok timur membawa ideologi sosialis-komunis.

Persaingan kedua blok tersebut memunculkan terjadinya perang dingin yang ditandai oleh perlombaan senjata nuklir dan perlombaan teknologi ruang angkasa, yang menyebabkan perkembangan iptek yang sangat luar biasa pesat. Namun disisi lain, perkembangan iptek tersebut dapat mengancam keterlangsungan hidup manusia, terutama bahaya radiasi tenaga nuklir.

Faktor Penyebab Terjadinya Perang dingin

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya pernag dingin antara lain yaitu

  1. Kekuatan Negara-negara Adikuasa

    Untuk mencegah meluasnya pengaruh Uni Soviet, pada4 April 1949 negara-negara Eropa Barat  dan Amerika Serikat membentuk suatu organisasi pertahanan bersama yang disebut NATO ( Nort Atlantic Teaty Organization) yaitu Organisasi Pertahanan Atlantik Utara. Adapun anggota NATO saat terjadinya perang dingin adalah Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Prancis, Portugal, Irlandia, Islandia, Norwegia, Denmark, Luxemburg, Jerman (barat), Belgia, Turki dan Belanda.

    Tujuan dibentuknya NATO adalah

    a. Menyelesaikan persengketaan secara damai
    b. Tidak menggunakan kekerasan maupun ancaman militer dalam hubungan internasional.
    c. Menghilangkan persengketaan ekonomi dan politik dunia.
    d. Memupuk kerjasama ekonomi diantara negara anggota.
    e. Serangan terhadap salah satu anggota NATO berarti menyerang seluruh negara anggota NATO.
    Pada tahun 1955 Uni Soviet  mendirikan organisasi pertahanan untuk mengimbangi NATO yaitu Warsawa. Anggota pakta Warsawa terdiri atas Uni Soviet, Albania, Bulgaria, Cekoslovakia, Jerman (timur), Hungaria, Polandia, dan Rumania.

    Tujuan dibentuknya pakta Warsawa adalah

    a. Mempersatukan negara-negara komunis.
    b. Memupuk kerja sama negara-negara anggota dalam bidang militer untuk mengimbangi NATO
    c. Berusaha menandingi politik Amerika Serikat yang berpengarug di Eropa Barat.
    d. Menghendaki persatuan di Eropa Timur.
    Dari tujuannya dapat dilihat bahwa pakta Warsawa adalah organisasi yang sifatnya rektif atas di bentuknya NATO. Mereka semata-mata hanya berkonsentrasi dalam bidang militer dan mempertahankan eksistensi komunis. Selama berlangsungnya perang dingin, Amerika Serikat dan Uni Soviet tidak pernah bertemu dalam peperangan dan konrak fisik secara langsung. Keduanya lebih terlihat dalam perlombaan senjata yang mutakhir, yang intinya ingin memperlihatkan kekuatan masing-masing melalui hal tersebut. Akan tetapi kedua negara tersebut selalu dibelakang negara yan bertikai. Masing-masing memberikan bantuan, terutama dalam bentuan senjata kepada negara-negara yang bertikai.

  2. Perbedaan Ideologi

    Perbedaan ideologi antara Amerika Serikat dan Uni soviet mempengaruhi perbedaan di segala aspek kehidupan lainnya, seperti ekonomi, sosial, budaya, politik, pertahanan, dan keamanan. Uni Soviet yang berideologi sosialis-komunis mengakui hak kolektif dan menginginkan kesejahteraan rakyat tanpa adanya kelas sosial adn persaingan bebas. Untuk mencapai kesejahteraan tersebut dapat dilakukan melalui pembangunan lima tahun yang dikelola oleh pemerintah secara langsung, sehingga menggunakan sistem ekonomi terpimpin.
    Hal inilah yang membuat negara Uni Soviet mendapat julukan“negar di balik tirai besi” , sedangkan Amerika Serikat memiliki ideologi liberal-kapitalis yang mengakui adanya persaingan bebas dan kebebasan antar individu serta memberikan jaminan atas Hak Asasi Manusia. Perbedaan ideologi tersebut menjadi penyebab utama munculnya persaingan antara Blok Barat dan Blok timur.

  3. Munculnya Sistem Aliansi

    Sistem Aliansi adalah sistem mencari kawan. Amerika Serikat dan Uni Soviet mengajak negara-negara jajahannya untuk berkoalisi dalam Perang Dingin. Hal itu nampak dengan terbentuknya persekutuan negara-negara komunis dan negara-negara pendukung liberalis baik di Asia maupun di Afrika. Orgaisasi negara pendukung tersebut antara lain.
    a. Pembentukan Cominform pada tahun 1947 yang merupakan wadah kerja sama antar negara-negara komunis di beogard, Yugoslavia.
    b. Pembentukan NATO pada tahun 1949 untuk membendung kekuatan komunis di Atlantik Utara.
    c. Pembentukan pakta ANZUS, yaitu pakta pertahanan negara-negara di Amerika, Australia, dan Selandia Baru.
    d. Pembentukan pakta Warsawa pada tahun1955yang merupakan pertahanan dan keamanan negara-negara komunis.
    e. Pembentukan SEATO (South East Asia Treaty Organization) pada tahun 1954 yang merupakan pertahanan negar-negar liberalis di asia tenggara yang beranggotakan Filiphina, Singapura, Selandia Baru, Prancis, Inggris, dan Amerika Serikat.

Ciri-ciri Perang Dingin

  1. Perselisihan senjata dan satelit.

    Pengertian, Faktor, dan Ciri-ciri Perang Dingin Lengkap

    Pada waktu kekuatan senjata yang paling baik adalah Amerika Serikat, sebagian besar kegiatannya adalah mengembangkan teknologo senjata untuk mengintimidasi lawannya.

  2. Persaingan senjata-senjata Nuklir

    Pengertian, Faktor, dan Ciri-ciri Perang Dingin Lengkap

    Perang Dingin semakin jauh dari sikap pengenduran dan ketegangan pada tahun 1970an. Hal ini dipicu oleh semangat kedua negara adikuasa dunia tersebut selalu bersikeras untuk menjadi yang terbaik di dunia, sehinga kedua negara tesebut saling bersaing untuk menjadi yang terhebat di dunia. Persaingan tersebut di awali dari persaingan senjata pemusnah massal yang paling mematikan yaitu senjata nuklir. Pada akhir 1970an hingga awal 1980an hubungan AS-Soviet kembali renggang, tetapi hubungan semakin membaik ketika blok kekuatan Soviet menunjukan tanda-tanda kejatuhan pada akhir 1980an. Runtuhnya Uni Soviet pada 1991 menyebabkan  hilangnya kekuasaan salah satu negara adikuasa.

  3. Perang Teknologi

    Pengertian, Faktor, dan Ciri-ciri Perang Dingin Lengkap

    Strategi perang dingin antara AS-Soviet di arena global adalah lebih mengedepankan perang teknologi. Mereka terlibat konflik secara menyeluruh dalam bidang teknologi ini, selain itu juga banyak pengiriman intelijen-intelijen antara kedua negara adikuasa tersebut. Perang dingin selalu bertumpu pada perkembangan senjata nuklir. Persoalan utamanya adalah ketika suatu negara yang bertikai menghasilkan senjata modern, maka negara yang menjadi lawannya akan menyainginya dengan senjata yang lebih canggih.

  4. Perang Propaganda

    Pengertian, Faktor, dan Ciri-ciri Perang Dingin Lengkap

    Salah satu ciri-ciri perang dingin adalah munculnya propaganda yang mengeluarkan doktrin-doktrin paham yang dianut oleh negara-negara yang bertikai. Hal ini dilakukan untuk mencari sekutu yang lebih banyak diantara negara yang bertikai.

  5. Pecahnya Negara Eropa Barat dan Eropa Timur
    Pengertian, Faktor, dan Ciri-ciri Perang Dingin Lengkap

    Ciri-ciri terjadinya perang dingin lainnya adalah terpecahnya negara-negara Eropa Barat dan Eropa Timur. Hal ini ditandai dengan dibangunnya tembok berlin di Jerman. Secara tidak langsung, Jerman adalah negara yang menjadi simbol dari perang dingin di Eropa.

Perang dingin sejatinya selalu memunculkan konflik-konflik yang berkepanjangan antara kedua negara adikuasa di dunia. Akibat adanya perang dingin tersebut, negara-negara adikuasa selalu bersaing untuk menjadi yang terbaik di dunia, baik dalam persenjataan dan teknologi yang canggih, mereka juga menyebarkan pengaruhnya di bidang sosial, budaya, politik, dan ideologi. Nah, dari beberapa keterangan tersebut dapat kita pahami bahwa perang dingin juga dapat membawa dampak pada keterlangsungan hidup manusia di bumi karena berkembangnya senjata nuklir.

Demikianlah Faktor dan Ciri-ciri Perang Dingin Lengkap (Wajib Baca) Sekian yang dapat mimin sampaikan melaui artikel ini semoga dapat membantu anda dalam memberikan informasi yang anda inginkan. Terimasih telah membaca.

BACA JUGA : 

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published.