Fungsi Negara Menurut Para Ahli Lengkap !!

Fungsi Negara Menurut Para Ahli Lengkap !!

Fungsi Negara

Gambar : Presiden Ir. Jokowidodo

Mengakujenius.com – Pada kesempatan kali ini mimin akan membahas tentang Fungsi Negara menurut para ahli Mungkin sebagian dari anda sudah pernah mempelejarinya ketika duduk di bangku sekolah. Sebelum kita membahasnya lebih jauh, alangkah baiknya kita mengetahui penjelasan berikut ini.

Pengertian Negara

Menurut etimologi (asal kata) negara dalam bahasa inggris disebut dengan “state”, bahasa Belanda disebut dengan “staat”. Dan di negara Prancis negara disebut dengan “stat”. Kata state, staat, dan stat berasal dari bahasa latin yakni “status atau stacum” yang berarti keadaan yang tegak dan tetap, atau sesuatu yang memiliki sifat-sifat yang tegak dan tetap. Sedangkan kata negara berasal dari bahasa sansekerta, yaitu negari atau negara yang berarti kota. Berikut ini adalah hakikat negara dalam arti luas dan arti sempit.

Negara dalam arti Luas

Pengertian mengenai hakikat negara dalam arti luas dapat dijelaskan sebagai berikut

  1. Negara adalah kesatuan sosial yang diatur secara konstitusional untuk mewujudkan kepentingan bersama.
  2. Negara merupakan integrasi dan kesatuan politik.
  3. Negara adalah organisasi pokok dari kekuasaan politik.
  4. Negara adalan agency (alat) dari masyarakat yang mempunyai kekuasaan untuk mengatur hubungan-hubungan manusia dalam masyarakat dan menertibkan gejala-gejala kekuasaan dalam masyarakat (Nur Wahyu Rochmadi)
  5. Negara adalah suatu bentuk pergaulan hidup tertentu yang harus memenuhi tiga syarat pokok, yaitu rakyat tertentu, wilayah tertentu, dan pemerintahan yang berdaulat (Mr. M. Nasrun).

Negara dalam Arti Sempit

Pengertian mengenai hakikat negara dalam arti luas dapat dijelaskan sebagai berikut

  1. Negara adalah organisas kemasyarakatan yang mempunyai daerah tertentu dimana daerah kekuasaan negara berlaku sepenuhnya sebagai souverein/kedaulatan (Soenarko).
  2. Negara adalah suatu organisasi manusia atau kumpulan manusia-manusia yang berada di bawah suatau pemerintahan yang sama (R. Djokosoetono).
  3. Negara adalah persekutuan antara keluarga dan desa untuk mencapai kehidupan yang sebaik-baiknya (Aristoteles)
  4. Negara sebagai alat (agency) atau wewenang (authority) yang mengatur atau mengendalikan persoalan bersama atas nama masyarakat atau negara (Roger F. Soltau).

Nah, dari beberapa penjelasan di atas, kita dapat mengetahui pengertian negara dalam arti luas dan dalam arti sempit. Berikut ini adalah fungsi negara menurut para ahli.

Fungsi Negara Menurut Para Ahli

Para pakar atau ahli hukum kenegaraan masih belum mempunyai kesamaan pandangan dalam mengartikan fungsi negara. Dalam hal ini kita dapat lihat dari beberapa pendapat-pendapat yang diungkapkan para ahli hukum kenegaraan tersebut.

  1. R. M. Mac Iver

    R. M. Mac Iver dalam bukunya The Modern State (1926) dan The Web of goverment (1947) berpendapat bahwa fungsi negara adalah sebagai berikut.

    • Fungsi memelihara ketertiban (order) dalam batasan wilayah-wilayah negara.
    • Fungsi konservasi (penyelamatan) dan perkembangan. Negara dengan seluruh alat perlengkapannya dapat menjalankan fungsi-fungsi yang dapat dinikmati oleh generasi yang akan datang.
    • Fungsi negara yang tetap dilaksanakan oleh semua negara, isalnya fungsi kepolisian dan penyelenggaraan pengadilan.
    • Fungsi kultural, fungsi kesejahteraan umum, dan fungsi perekonomian.
  2. Van Vollen Hoven

    Van Vollen Hoven menyatakan bahwa fungsi negara mencakup 4 tugas pokok berikut :

    • Regellingmembuat peraturan
    • Besture : menyelenggarakan peraturan
    • Rechtpraak : fungsi mengadili.
    • Politic : fungsi ketertiban dan keamanan.
  3. John Locke

    John Locke membagi fungsi negara menjadi tiga bagian, yaitu

    • Fungsi legislatif, yaitu membuat peraturan
    • Fungsi eksekitif, yaitu melaksanakan peraturan
    • Fungsi federatif, yaitu mengurusi urusan luar negeri, urusan perang, dan urusan perdamaian dengan negara lain.
  4. Montesquieu

    Montesquieu menyatakan bahwa fungsi negara mencakup tiga tugas pokok, yaitu,

    • Fungsi legislatif, yaitu membuat undang-undang
    • Fungsi eksekutif, melaksanakan undang-undang.
    • Fungsi yudukatif, mengawasi agar semua peraturan di taati (mengadili)
      Teori ini dikenal dengan tema “Trias Politica” masing-masing fungsi ini terpisah satu dengan yang lainnya.
  5. Goodnos

    Goodnos membagi fungsi negara menjadi tugas pokok sebagai berikut

    • Policy making, yaitu kebjakan negara pada waktu tertentu untuk seluruh masyarakat.
    • Policy eksecuting, kebijakan yang harus dilaksanakan untuk mencapai policy making.
      Teori ini kemudian dikenal dengan teori “dwipraja” (dictionary). Jadi, teori dwipraja merupakan teori fungsi negara menjadi policy making dan policy excecuting.
  6. Moh Kusnadi S.H.

    Moh Kusnadi membagi fungsi negara menjadi dua bagian, seperti berikut ini

    • Melaksanakan ketertiban (Law and rder)
      Untuk mencapai tujuan bersama dan mencegah bentrokan-bentrokan dalam masyarakat, negara harus melaksanakan ketertiban. Negara bertindak sebagai stabilitator.
    • Menghendaki kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya
      Dewasa ini, fungsi demikian dianggap sangat penting. Setiap negara mencoba meningkatkan dan memperluas taraf kehidupan ekonomi masyarakat

Fungsi negara di Indonesia menggunakan teori “Trias Politica”. Dalam pengertian pembagian kekuasaan (distribution of power), bukan pemisahan kekuasaan (separation of power), misalnya seperti berikut.

  1. Presiden (eksekutif) mengajukan rancangan UU kepada DPR termasuk rancangan UU Anggaran Pendapatan Belanja Negara.
  2. Presiden (eksekutif) memberi grasi dan rehabilitasi dengan memperhatikan pertimbangan MA (Yudukatif).
  3. Presiden (eksekutif) memberi amnesti dan abolisi (yudikatif) dengan memperhatikan pertimbangan DPR (legislatif).

Nah, dari beberapa penjelasan di atas dapat kita pahami mengenai fungsi negara. Fungsi negara yang paling terkenal dan yang mayoritas digunakan dalam negara demokrasi dunia adalah teri “trias politica” yang meliputi Eksekutif, Legislatif, dan Yudukatif. Sekian yang dapat mimin sampaikan pada artike kali ini semoga dapat membantu anda adalam memberikan informasi. Terimakasih telah berkunjung semoga bermanfaat, jangan lupa share ya 😀

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published.