4 Hormon dalam Proses Spermatogenesis Lengkap !!

4 Hormon dalam Proses Spermatogenesis Lengkap !!

Mengakujenius.com – Dalam proses pembuahan tidak dapat terlepas dari proses spermatogenesiss dan Oogenesis. Pada kesempatan kali ini mimin akan membahas mengenai pembuahan yang terjadi ketika tahap spermatogenesis dan oogenesis. Namun sebelum kita membahasnya lebih jauh, alangkah baiknya kita mengetahui beberapa penjelasan berikut ini.

Pengertian Gametogenesis

Gametogenesis adalah pembentukan telur dan sperma pada kedua induknya. Pembentukan sperma disebut spermagenesis, sedangkan, pembentukan sel telur disebut oogenesis. Selama gametogenesis berlangsung pembelahan secara meosis (berasal dari bahasa Yunani “meioun” yang berarti berkurang), yaitu berkurangnya jumlah kromosom dari keadaan diploid menjadi haploid. Jika dua gamet bersatu pada waktu fertilisasi, gabungan kedua nukleusnya akan membentuk 2n kromosom.

Spermatogenesis

Spermatogenesis adalah proses yang terjadi pada organ reproduksi pria,  Spermatogenesis merupakan proses gametogenesis yang terjadi scara mitosis dan meiosis dan terjadi pada organ reproduksi pria, yaitu testis. Spermatogenesis dimulai dengan pertumbuhan spermatogonium menjadi sel yang lebih besar disebut spermatosit primer. Sel-sel ini membelah secara mitosis menjadi dua spermatosit sekunder yang sama besar, kemudian mengalami pembelahan meiosis menjadi empat spermatid yang sama besar.

Spermatid merupakan sebuah sel bundar dengan sejumlah besar yang terdapat protoplasma dan merupakan gamet dewasa dengan sejumlah kromosom haploid. Pada akhir prosesnya terjadi pertumbuhan serta perkembangan atau diferensiasi yang sangat rumit, tetapi bukan pembelahan sel, yaitu mengubah spermatid menjadi sperma yang fungsional (dapat berfungsi dengan baik). Nukleus mengecil dan menjadi kepala sperma, sedangkan sebagian besar sitoplasma dibuang. Sperma ini mengandung enzim yang memegang peranan dalam menembus membran sel telur.

Spermatogenesis terjadi secara diklik di semua bagian tubulus seminiferus. Di setiap satu bagian tubulus, berbagai tahapan tersebut berlangsung secara berurutan. Pada bagian tubulus yang berdekatan, sel cenderung berada dalam satu tahapan lebih maju atau lebih dini. Pada manusia, perkembangan spermatogonium menjadi sperma matang membutuhkan waktu 16 hari. Spermatogenesis dipengaruhi oleh hormon gonadotropin, Follicle Stimulating Hormone (FSH), Luteinizing hormone (LH), dan hormon testosteron.

Hormon yang berperan dalam Spermatogenesis

  1. Hormon Gonadrotopin

    Gonadotropin merupakan hormon yang diproduksi oleh aktivitas sel pada ovarium. Hormon gonadotropin dihasilkan oleh hipotalamus. Hormon ini berfungsi untuk merangsang kelenjar hipofisa bagian depan (anterior) agar mengeluarkan hormon FSH dan LH.

  2. FSH (Follicle Stimulating Hormone)

    FSH dihasilkan oleh hipofisa anterior. Hormon ini berfungsi mempengaruhi serta merangsang perkembangan tubulus seminiferus dan sel sertoli untuk menghasilkan ABP (Androgen Binding Protein) yang memacu pembentukan sperma. Selain itu hormon FSH merupakan hormon yang dikeluarkan oleh gonadrop FSH yang berfungsi untuk memacu pertumbuhan dan kematangan folikel atau sel telur yang terdapat dalam ovarium dan juga berpengaruh pada peningkatan hormon esterogen pada wanita. Pada pria, FSH mengatur dan memelihara proses pembentukan sperma.

  3. Hormon LH (Luteinizing Hormone)

    Hormon LH  dihasilkan oleh hipofisa anterior. Hormon ini berfungsi merangsang sel-sel interstitial (sel leydig) agar mensekresi hormon testosteron (androgen). Hormon LH dapat merangsang sekresi steroid seks dari gonad,  yang dimana pada testis (buah Zakar) pria hormon ini sering berikatan dengan reseptor yang terdapat pada sel-sel leydic  untuk merangsang sintesis dan sekresi hormon testosteron. Sedangkan pada ovarium (wanita) hormon ini  dapat menyebabkan ovulasi serta pengembangan korpus luteum apabila terjadi kenaikan akut atau yang dikenal dengan Surge LH.

  4. Hormon Testosteron

    Hormon testosteron adalah hormon yang terdapat pada pria yang dihasilkan oleh testis (buah zakar). Hormon testosteron berfungsi merangsang perkembangan organ seks primer pada saat embrio, mempengaruhi perkembangan alat reproduksi. Hormon testosteron juga berfungsi dalam pembentukan kepadatan tulang dan kekuatan otot.  Hormon Testosteron merupakan hormon yang dianggap sebagai androgen atau hormon generatif pria.
    Ketika terjadi pembuahan , hormon testosteron membantu dalam terjadinya pembentukan genital laki-laki pada janin. Hal ini terjadi ketika pembuahan berusia tujuh minggu atau lebih. Saat laki-laki beranjak remaja atau dewasa, produksi testosteron pun meningkat, maka mulailah terjadinya pembentukan perubahan yang lebih lanjut pada penis atau testis.

Nah, setelah mengetahui beberapa penjelasan di atas, kita dapat lebih memperdalam wawasan mengenai hormon yang berperan dalam proses spermatogenesis. Demikianlah 4 Hormon dalam Proses Spermatogenesis Lengkap !!. Sekian yang dapat kami sampaikan pada artikel kali ini semoga dapat membantu anda dalam memberikan informasi yang bermanfaat.

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published.