3 Jenis-jenis Manusia Purba di Indonesia Lengkap !!

10 Jenis-jenis Manusia Purba di Indonesia Lengkap !!

Mengakujenius.com – Jika kita membahas tentang sejarah tentu akan muncul berbagai pertanyaan yang tidak akan ada habisnya. Tidak terkecuali sejarah tentang manusia purba di Indonesia. Sejarah manusia purba yang ditemukan di wilayah nusantara disebut-sebut sebagai manusia purba tertua di dunia. Benarkah demikian? Nah, pada artikel kali ini kami akan membahas mengenai sejarah manusia purba di Indonesia. Namun sebelum kita membahasnya lebih jauh alangkah baiknya kita mengetahui beberapa penjelasan berikut ini.

Pengertian Manusia Purba

Manusia Purba adalah manusia yang hidup pada zaman pra sejarah, yakni zaman manusia belum mengenal tulisan. Manusia purba tertua yang pernah di temukan diperkirakan berumur lebih dari 4 juta tahun yang lalu. Oleh karena itu para ahli sejarah menyebutnya sebagai Prehistoric People yakni manusia prasejarah. Manusia purba banyak ditemukan diberbagai belahan dunia. Namun lebih banyak yang ditemukan di bumi nusantara. Fosil manusia purba yang ditemukan di Indonesia merupakan salah satu fosil yang berumur jutaan tahun yang lalu. Fosil merupakan sisa-sisa tulang makhluk hidup seperti manusia, hewan, dan tumbuhan yang terkubur di dalam tanah dan membatu.

Dari kedalam 4-10 meter di dalam tanah kita dapat menemukan fosil-fosil makhluk zaman prasejarah. Namun fosil-fosil tersebut tidak dapat ditemukan disembarang tempat. Di Indonesia sendiri terdapat beberapa titik tempat yang sering ditemukan fosil-fosil manusia prasejarah seperti di daerah Mojokerto, Tulungagung, Solo, dan Ngawi. Selain fosil manusia purba, ditemukan juga peralatan dan perlengkapan yang digunakan oleh manusia purba sebagai hasil budaya manusia, seperti peralatan rumah tangga, senjata, bangunan, dan perhiasan.

Sejarah Manusia Purba

Munculnya manusia purba terkadang digunakan sebagai contoh dari keseimbangan bersela yakni teori biologi evolusioner yang menyatakan bahwa sebagian besar spesies hanya menunjukkan sedikit perubahan evolusioner dalam sebagian besar sejarah geologisnya. Hal ini terjadi saat suatu spesies melalui evolusi biologis yang besar-besaran selama periode waktu yang relatif singkat. Kemudian, spesies tersebut mengalami perubahan yang sangat sedikit untuk periode yang lama sampai sela berikutnya. Ukuran otak dari manusia purba berkembang secara signifikan dari 900 kubik sentimeter pada Homo. erectus menjadi 1300 kubik sentimeter. Sejak ukuran otak manusia mencapai puncakya selama masa purba, ukurannya mulai menurun.

Mengenai bahasa yang di pakai oleh manusia purba, Robin Dunbar berpendapat bahwa manusia purba adalah yang pertama menggunakan bahasa. Berdasarkan analisisnya terhadap hubungan antara ukuran otak dan besar kelompok hominid, dia menyimpulkan bahwa manusia purba memiliki otak yang besar, mereka pastilah hidup di dalam satu kelompok yang lebih dari 120 individu. Dunbar menyatakan bahwa hampir tidak mungkin untuk Hominid untuk hidup dalam satu kelompok yang besar tanpa menggunakan bahasa, kalau tidak maka tidak akan ada kekompakan dan kelompok akan terpecah. Mausia purba pada jaman dahulu diperkirakan telah mempunyai tatanan masyarakat tersendiri.

3 Jenis-jenis Purba

1. Meganthropus Palaeojavanicus

Meganthropus Palaeojavanicus merupakan manusia purba raksasa yang berasal dari jawa. Meganthropus merupakan manusia purba paling primitif yang pernah ditemukan. Meganthropus Palaeojavanicus pertama kali di temukan oleh Van Koenigswald antara tahun 1936 sampai 1941 di daerah Sangiran, Sragen, Jawa Tengah. Daerah Sangiran termasuk dalam Fauna Jetis yang digolongkan dalam lapisan Pleistosen Bawah. Fauna dari masa ini disebut Fauna Jetis, dengan binatangnya seperti gajah, kerbau, sapi, rusa, menjangan, dan kuda air yang masih primitif.. Fosil yang ditemukan adalah bagian rahang bawah dan rahang atas kiri dengan gigi geraham Manusia purba jenis Meganthropus Paleojavanicus memiliki ciri-ciri sebagai berikut ini.
rahang meganthropus

Gambar : Meganthropus Erectus

  • Memiliki tulang pipi yang cukup tebal
  • Memiliki tonjolan kening yang sangat mencolok
  • Memiliki rahang yang besar
  • Memiliki tonjolan belakang yang tajam
  • Tidak memiliki dagu dan memiliki hidung yang lebar
  • Memiliki bentuk geraham seperti manusia tetapi tidak berdagu seperti kera.
  • Memiliki perawakan yang tegap dan besar
  • Memakan jenis tumbuh-tumbuhan
  • Memiliki tubuh yang kekar dan tegap
  • Hidup pada 2 –1 juta tahun yang lalu.

2. Pithecanthropus

Pithecantropus adalah salah satu manusia purba tertua yang pernah ditemukan. Indonesia merupakan negara dengan temuan terbanyak dari fosil-fosil manusia purba. Tempat-tempat di Indonesia yang sering ditemukan fosil-fosil purba seperti di Solo, Sragen, Ngawi, Tulungagung, dan Mojokerto.

A. Pitehcantropus Erectus

Pithecanthropus erectus oleh Eugene Dubois, pemimpin tim yang berhasil menemukan fosil tengkoraknya di Trinil. Trinil adalah situs paleoantropologi di Indonesia yang sedikit lebih kecil dari situs Sangiran. Tempat ini terletak di Desa Kawu, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi Jawa Timur, kira-kira 13 km sebelum pusat kota Ngawi dari arah kota Solo pada tahun 1891. Nama Pithecanthropus erectus sendiri berasal dari akar bahasa Yunani dan latin yang memiliki arti “manusia-kera yang dapat berdiri”

Pithecantropus erectus

Gambar : Pithecanthropus Erectus

  • Tinggi badan sekitar 165 – 180 cm
  • Volume otak berkisar antara 750 – 1350 cc
  • Bentuk tubuh & anggota badan tegap, tetapi tidak setegap meganthropus
  • Alat pengunyah dan alat tengkuk sangat kuat
  • Bentuk graham besar dengan rahang yang sangat kuat
  • Bentuk tonjolan kening tebal melintang di dahi dari sisi ke sisi
  • Bentuk hidung tebal
  • Bagian belakang kepala tampak menonjol menyerupai wanita berkonde
  • Muka menonjol ke depan, dahi miring ke belakang

B. Pithecanthropus soloensis

Pithecanthropus Soloensis adalah salah satu manusia purba yang ditemukan dan diperkirakan bertahan hidup sampai akhir Pleistosen Tengah. Fosil Pithecanthropus soloensis pertama ditemukan di Ngandong, di tepi sungai Bengawan Solo pada sekitar tahun 1931-1934. Para peneliti Pithecanthropus Soloensis, antara lain von Koenigswald, Oppennorth, dan Ter Haar. Hasil penemuan Pithecanthropus di lapisan Pleistosen Tengah mempunyai arti penting bagi penemuan sejarah manusia purba di Indonesia karena menghasilkan satu seri tengkorak berukuran besar dalam waktu singkat pada satu tempat. Hasil temuan tersebut berupa bagian atas tengkorak, tulang dahi, fragmen tulang pendinding, dan tulang kering. Dari temuan tersebut, jenis kelamin, usia, bahkan kapasitas otaknya dapat diukur.

  • Volume otaknya antara 1000 – 1200 cc
  • Tinggi badan antara 130 – 210 cm
  • Otot tengkuk mengalami penyusutan
  • Muka tidak menonjol ke depan
  • Berdiri tegak dan berjalan lebih sempurna

3. Homo Sapiens

Homo sapiens adalah manusia modern yang hidup pada periode dimulai dari 500.000 tahun lalu. Manusia modern diteorikan berkembang dari manusia purba, yang berkembang dari Homo Erectus Jenis dari manusia purba dikelompokan di bawah nama binomial “Homo sapiens” karena ukuran otaknya sangat mirip dengan manusia modern. Manusia purba memiliki ukuran otak 1200 sampai 1400 kubik sentimeter, yang melebihi rentang pada manusia modern. Manusia purba dibedakan dari anatomi manusia modern dan dari tengkoraknya yang tebal, tonjolan bubung alis dan tidak menonjolnya dagu.

Homo Soloensis

Gambar : Homo Soloensis

Fosil Homo soloensis ditemukan di Ngandong, Blora, di Sangiran dan Sambung Macan, Sragen, oleh Ter Haar, Oppenoorth, dan Von Koenigswald pada tahun 1931—1933 dari lapisan Pleistosen Atas. Homo Soloensis diperkirakan hidup sekitar 900.000 sampai 300.000 tahun yang lalu. Volume otaknya mencapai 1300 cc.

Menurut Von Koenigswald makhluk ini lebih tinggi tingkatannya dibandingkan dengan Pithecanthropus Erectus. Diperkirakan makhluk ini merupakan evolusi dan Pithecanthropus Mojokertensis. Oleh sebagian ahli, Homo Soloensis digolongkan dengan Homo Neanderthalensis yang merupakan manusia purba jenis Homo Sapiens dari Asia, Eropa, dan Afrika berasal dari lapisan Pleistosen Atas.

Diantara jenis jenis Homo Sapiens adalah

  • Homo Soloensis
  • Homo Eretus 
  • Homo Floresiensis
  • Homo Habilis Habilis
  • Homo Wajakensis

Ciri-ciri Homo Sapiens

  • Volume otaknya antara 1000 – 1200 cc
  • Tinggi badan antara 130 – 210 cm
  • Otot tengkuk mengalami penyusutan
  • Muka tidak menonjol ke depan
  • Berdiri tegak dan berjalan lebih sempurna

Nah, dari beberapa penjelasan di atas kita dapat mengetahui mengenai macam-macam Manusia Purba yang pernah di temukan hingga saat ini. Demikianlah 3 Jenis-jenis Manusia Purba di Indonesia Lengkap !!. Sekian yang dapat kami sampaikan pada artikel kali ini semoga dapat memberikan anda informasi secara lengkap dan akurat. Semoga bermanfaat. Jangan lupa share ya 😀

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published.