Komponen Sistem Kekebalan Tubuh !!

4 Komponen Sistem Kekebalan Tubuh !!

Mengakujenius.com – Pada kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai komonen sistem kekebalan tubuh manusia. Untuk menjaga ketahanan dan kesehatan diri, manusia memiliki sistem imun yang dapat menjaga tubuh dari berbagai s3erangan penyakit yang berbahaya. Pada artikel ini kami akan membahs mengenai komponen sistem kekebalan tubuh manusia. Namun sebelum kita membahsnya lebih jauh, alangkah baiknya kita mengetahui mengenai penjelasan berikut ini.

Pengertian Sistem Imun

Sistem imun merupakan sekumpulan sel, molekul, dan organ yang bersama-sama secara aktif mempertahankan tubuh dari serangan benda-benda asing yang dapat menyebabkan penyakit, seperti virus, bakteri, dan jamur. Kesehatan tubuh tubuh manusia tergantung kemampuan sistem imun dalam mendeteksi, melindungi dan memusnahkan bibit-bibit penyakit tersebut. Kemampuan tubuh dalam menjaga pertahanannya ini disebut respon imun. Respon imun memiliki dua mekanisme, yaitu respon imun yang dilakukan oleh sel-sel darah putih melalui sel dan respon sistem imun yang dilakukan oleh molekul protein yang tersimpan di dalam limfa dan plasma darah yang disebut antibodi.

Macam-macam Kekebalan Tubuh (Sistem Imun)

Respon imun yang dilakukan oleh antibodi disebut juga respon humoral (imunitas humoral). Sementara itu sistem imun/kekebalan tubuh dapat dibagi menjadi dua tipe, yaitu kekebalan bawaan dan kekebalan adaptasi. Berikut ini adalah penjelasannya lengkap ;

  1. Kekebalan Bawaan

    Kekebalan bawaan adalah kekebalan tidak spesifik. Kekebalan bawaan merupakan tameng utama tubuh yang pertama melawan semua agen asing dan serangan-seragan radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh manusia. Alat yang menghalangi dalam imunitas bawaan, seperti kulit, air mata, mukus, dan air ludah yang mencegah laju peradangan setelah terjadi luka atau infeksi. Mekanisme kekebalan bawaan adalah menghalangi masuknya dan penyebaran penyakit, tetapi jarang mencegah penyakit secara keseluruhan.

  2. Kekebalan Adaptasi

    Kekebalan ini disebut juga dengan kekebalan spesifik, jika garis pertama kekebalan tubuh mendapat serbuan maka sel, molekul dan organ dari sistem imun menghasilkan suatu imun yang spesifik (khusus) untuk melawan agen yang disesuaikan dengan jenis agen penyerang tersebut. Sehingga, sistem imun ini akan bekerja untuk melawan bila agen asing menyerang lagi. Kekebalan adaptasi terbentuk dari pengalam sistem imun dalam mempertahankan tubuh, jika suatu saat tubuh akan menghadapi radikal asing yang akan menyerang tubuh, maka sistem imun dalam tubuh akan segera berdaptasi.

Komponen Sistem Kekebalan Tubuh

Kemampuan sistem imun yang terdapat di dalam tubuh manusia dalam memberikan respon pada penyakit tergantung pada interaksi yang sangat komplek antara komponen sistem imun dan antigen yang merupakan agen-agen patogen atau agen penyebab penyakit yang dapat membahayakan tubuh. Antigen merupakan bahan-bahan asing yang masuk ke dalam tubuh. Jaringan dan organ yang berperan dalam sistem imun berada di bagian seluruh tubuh. Pada manusia dan mamalia lainnya, organ-organ yang menjadi pusat sistem imun adalah sumsum tulang.

  1. Makrofag

    Sumsum tulang yang ada dalam tulang mengandung sel-sel batang yang menghasilkan  sel-sel darah, salah satunya adalah sel darah putih. Sel darah putih yang sangat berperan dalam sistem imunitas atau kekebalan tubuh adalah limfosit yang akan berkembang itulah yang disebut dengan makrofag. Perkembangan limfosit menjadi makrofag dilakukan oleh monosit. Makrofag menjalankan tugasnya sebagai sistem imun dengan melakukan fagositosis terhadap bahan-bahan asing atau bakteri yang masuk ke dalam tubuh manusia. Proses fagositosis terjadi dengan cara mengelilingi, kemudian memakan dan menghancurkan antigen tersebut, proses ini merupakan bagian dari reaksi peradangan, dengan begitu tubuh akan terjaga dengan adanya sistem imunyag berjalandengan baik. Makrofag juga mempunyai peran yang penting dalam imun adaptif, dalam hal ini makrofag akan mengambil antigen dan mengantarkannya untuk dihancurkan oleh komponen-komponen imun lain dalam sistem imun adaptif.

  2. Limfosit 

    Limfosit merupakan salah satu jenis sel darah putih yang terdapat di dalam peredaran darah tubuh manusia. Seperti yang telah kita ketahui bahwa sel darah putih berfungsi membantu melindungi tubuh terhadap penyakit dan melawan infeksi dan agen-agen penyebab penyakit lainnya. Jika dilihat menggunakan mikroskop, maka akan tampak bahwa limfosit mempunyai bentuk yang sama, tetapi memiliki fungsi yang berbeda-beda dalam melakukan tugasnya menjaga pertahanan tubuh. Limfosit dapat dibagi menjadi dua, yaitu limfosit B dan limfosit T.
    Kehidupan limfosit T dimulai di dalam sumsum tulang belakang, dan segera menuju ke timus untuk berdiferensiasi lebih lanjut dan siap menjalankan fungsinya. Limfosit B diproduksi tumbuh dewasa di dalam sumsum tulang, namun aktif menjalankan peran sebagai imunitas bila sudah meninggalkan sumsum tulang dan. Sistem imun memiliki tugas utama, salah satunya adalah membentuk pertahanan terhadap benda-benda asing (antigen) yang masuk ke dalam tubuh yang memungkinkan mencegah dari berbagai penyakit yang menyerang tubuh. Sumsum tulang dan timus secara umum berperan untuk sistem pertahanan. Sebelum menjalankan fungsinya, limfosit B maupun limfosit T keluar dari sumsum tulang dan timus berada di jaringan-jaringan tubuh, seperti limpa, kelenjar limfa dan tonsil. Apabila terdapat antigen, misalnya bakteri yang berada pada jaringan, maka oleh cairan limfa dibawa ke kelenjar limfa. Di kelenjar ini, bakteri akan dihancurkan oleh makrofag melalui suatu proses yang puncaknya terjadi respon imun humoral. Respon imun sel dilakukan oleh limfosit T. Jika limfosit T kebal terhadap suatu antigen tertentu, dan menjumpai antigen itu kembali maka limfosit T akan mempersiapkan sel-sel lain, misalnya makrofag untuk bertindak. Peranan limfosit B adalah memproduksi antibodi. Dalam respon humoral yang dilakukan limfosit B memerlukan bantuan limfosit T juga. Dengan limfosit T memungkinkan limfosit B yang spesifik bagi suatu antigen, untuk membelah dan  memperbanyak diri dan berkembang menjadi sel-sel plasma. Sel-sel plasma inilah yang kemudian akan mensekresikan antibodi.

  3. Reseptor Antigen

    Salah satu karakteristik imunitas adaptasi adalah kekhususan spesifikasi. Spesifikasi, artinya setiap zat anti yang dihasilkan oleh tubuh hanya mampu untuk melawan antigen
    tertentu saja, tidak semua antigen dapat dihancurkan reseptor antigen. Di antara respon tersebut adalah menyesuaikan tipe yang spesifik dari antigen. Limfosit akan memproduksi reseptor antigen, yang memiliki struktur yang spesifik untuk mengikuti dan sesuai dengan struktur antigen seperti kunci dan gemboknya. Limfosit dapat membuat berjuta-juta macam reseptor antigen di dalam tubuh sehingga dapat memungkinkan tubuh terhindar dari berbagai agen-agen penyakit berbahaya.

  4. Sel Pengenal Antigen

    Saat antigen memasuki tubuh, ada suatu molekul transpor yang bertugas mengenali antigen tersebut untuk limfosit T. Molekul transpor tersebut adalah Major Histocompatability (MHC) dikenal dengan molekul MHC. Molekul MHC kelas 1
    berfungsi sebagai pengenal antigen untuk sel T pembunuh, dan molekul MHC kelas II sebagai pengenal antigen untuk sel T pembantu. Pengenalan terhadap benda asing merupakan ciri khas yang dimiliki sistem imunitas dalam tubuh. Tubuh mampu
    membedakan kuman tertentu sehingga respons kebal yang dihasilkan juga berbeda. Misalnya, tubuh mampu membedakan kuman campak dan cacar. Hal ini, menunjukkan bahwa sistem kekebalan tubuh mempunyai daya ingat terhadap benda asing atau antigen yang menyerang tubuh. Sel tubuh yang memiliki kemampuan untuk mengingat benda asing yang pernah menginfeksinya disebut sel memori.

Nah, dari beberapa penjelasan di atas kita dapat mengetahui komponen sistem kekebalan tubuh. Demikianlah Komponen Sistem Kekebalan Tubuh !!. Sekian yang dapat kami sampaikan pada artikel kali ini semoga dapat membantu anda dalam memberikan informasi yang anda butuhkan. Semoga bermanfaat jangan lupa share ya guys. 😀

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published.