Pengertian Fabel (Ciri-ciri, Struktur, Contoh) Lengkap

Pengertian Fabel (Ciri-ciri, Struktur, Contoh) Lengkap

Pada kesempatan kali ini mimin akan membahas mengenai fabel, meliputi pengertian, ciri-ciri, struktur, dan contohnya. Fabel merupakan materei pembelajaran yang menarik untuk dibahas. Mungkin sebagian dari anda sudah pernah mempelajari menegenai fabel , tapi pada artikel kali ini mimin akan mencoba membahasnya secara ringan dan mudah dipahami. Sebelum kita membahasnya lebih jauh, alangkah baiknya kita mengetahui pengertiannya terlebih dahulu. Perhatikan pernyataan berikut.

Pengertian Fabel

Fabel adalah cerita yang menceritakan tokoh yang berupa hewan hang seolah mempunyai karakter seperti manusia. Fabel merupakan cerita fiksi/hayalan semata. Cerita yang terkandung dalam fabel biasanya terdapat pesan-pesan moral yang baik. Fabel bersifat menarik karrena ceritanya yang penuh kejutan dan dapat menyentuh hati pembaca. Fabel adalah cerita yang tergolong hayalan/fiksi, maka dari itu konflik yang dialami tokoh dalam cerita fabel seringkali diluar akal sehat kita. Akan tetapi, meskipun bersifat khayalan/fiksi, alur cerita dan konflik dalam cerita fabel tetap menarik untuk dibaca. Supaya anda lebih memahami dengan lebih mudah, perhatikan ciri-ciri fabel berikut ini.

Ciri-ciri Fabel

  1. Sebuah cerita yang mempunyai tokoh berupa hewan.
  2. Fabel mengandung pesan-pesan moral yang baik.
  3. Fabel biasanya bertema sosial dan mengandung nilai-nilai kehidupan.
  4. Tokoh yang berupa hewan seolah-olah dapat berperan dan berkatrakter seperti manuia.
  5. Konflik yang terjadi dalam cerita fabel merupakan konflik yang seperti dialami manusia.
  6. Cerita fabel bersifat naratif, yakni menceritakan berdasarkan urutan waktu dan tempat.
  7. Cerita fabel menggunakan sudut pandang orang ke tiga.
  8. Cerita fabel biasanya lebih banyak menggunakan alur maju.
  9. Bahasa yang digunakan adalah bahasa informal/bahasa sehari-hari yang mudah dipahami.

Struktur Fabel

Dalam cerita pasti terdapat srtuktur yang membangun suatu cerita tersebut. Seperti halnya dengan fabel terdapat beberapa bagian yaitu orientasi, komplikasi, resolusi, dan koda. Berikut ini adalah penjelasannya lengkap.

  1. Orientasi
    Orientasi adalah Bagian awal yang biasanya berupa pengenalan tokoh yang meliputi tempat tinggal, suasana lingkungannya dan karakter tokoh (latar tempat dan waktu). Bagian orientasi adalah bagian yang sangat penting. Hal yang harus diperhatikan adalah, orientasi harus dibuat semenarik mungkin supaya tidak menimbulkan kesan monoton, sehingga pembaca akan terus mengikuti alur ceritanya.
  2. Komplikasi
    Komplikasi adalah bagian yang merupakan pertemuan tokoh dengan konflik-konflik yang terdapat dalam cerita. Konflik-konflik inilah yang akan membuat cerita semakin menegangkan dan menarik untuk terus mengikuti alurnya hingga akhir cerita. Konflik yang dialami tokoh hewan dalam fabel biasanya seperti konflik yang dialami oleh manusia.
  3. Resolusi
    Resolusi merupakan bagian yang merupakan penyelesaian masalah yang dialami tokoh pada bagian komplikasi. Resolusi merupakan bagian yang biasanya penuh dengan kejutan-kejutan yang sangat menarik untuk dibaca.
  4. Koda 
    Koda adalah bagian yang paling akhir dari cerita fabel biasanya berisi pesan-pesan moral yang terkandung dalam cerita tersebut. Pesan moral tersebut dissampiakan secara ringan, namun mudah untuk dimengerti. Bahasa yang digunakan fabel cenderung bersifat tidak terlalu formal, seperti bahasa yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh Cerita Fabel

Si Kancil Pencuri Timun

Orientasi 

Disebuah kebun timun yang rimbun terdapat seekor kancil liar yang bertahan hidup dengan mengandalkan timun-timun yang ditanam di kebun, kebun itu milik Pak Tono. Sementara itu terdapat seekor anjing penjaga kebun pak tono. Anjing tersebut adalah anjing kesayangan Pak Tono, yang selalu menjaga dan ikut merawat kebun milik pak tono. Si Kancil adalah hewan cerdik namun sering merugikan Pak Tani. Tidak jarang kancil dengan diam-diam mencuri timun pak tani dan merusak tanaman yang ada di kebun Pak Tani.

Komplikasi

Suatu hari ketika musim panen timun telah tiba, waktu menunjukan senja yang berarti matahari sesegera mungkin akan tenggelam. Di saat itulah Si Kancil melaksanakan aksinya mencuri timun.

“malam telah tiba, inilah saatnya aku mengambil timun Pak Tono”, gumam Si Kancil.

Sementara Si Anjing yang telah berjaga seharian kelelahan sehingga ia tertidur lelap sehingga tidak mengetahui kedatangan Si Kancil. Anjing tidur dengan mendengkur, dengkurannya cukup keras sehingga sampi ke telinga Si Kancil. Si Kancil yang mengetahui Si Anjing sedang tertidur lelap langsung menuju ke tengah kebun untuk mengambil timun. Tidak tanggung-tanggung Si kancil mencuri timun sebanyak dua karung penuh. Aksi malam itu tidak ketahuan sama sekali oleh Si Anjing maupun oleh Pak Tono. Kemudian pada pagi harinya ketika Pak Tono melihat kebunnya yang sebagian hancur berantakan.

“siapa yang merusak kebun timunku? akan ku beri pelajaran jika tretangkap”, kata Pak Tono. Pak Tono tidak mengetahui siapa yang telah mencuri timun di kebunnya. Kemudian Pak Tono bertanya kepada Si Anjing.

“Hai anjing kesayangan, apakah kau melihat yang mencuri timun ku?”, kata Pak Tono.

“Aku tak tahu juragan.., tadi malam aku ketiduran. Maafkan aku juragan!”, kata Si Anjing.

Kemudian Pak Tono kembali ke rumah dan mempersiapkan jebakan untuk menjebak yang telah mencuri timunnya. Pak Tono memasang tali yang yang melingkari kebunnya, berharap kancil akan terjebak disana.

Pada malam selanjutnya Si Kancil kembali melancarkan aksinya. Si Kancil telah mempersiapkan dua karung lagi untuk mengambil timun malam ini. Sama seperti malam sebelumnya, Si Kancil mengawasi pergerakan Si Anjing penjaga kebun. Namun kali ini Si Anjing mulai geram dan berjanji akan menangkap pencuri timun Pak Tono.

“malam ini aku harus bisa menangkap si pencuri timun juragan, jika tertangkap akan ku habisi dia”, kata Si Anjing”.

Kemudian Si Anjing tetap berjaga-jaga kebun Pak Tono dengan sigap dan waspada. Si Anjing berjalan kesana kemari dan mengawasi setiap pergerakan-pergerakan disekitarnya. Tak lama kemudian Si Kancil datang tanpa sepengetahuan Si Anjing. Dengan cerdik Si Kancil memperdaya Si Anjing sehingga luput dari pengawasannya. Sambil menunggu Si Anjing lelah dan tertidur pulas, Si Kancil sembunyi di semak-semak yang cukup rimbun.

“Nah, sebentar lagi kesempatanku mengambil timun Pak Tono, dasar Anjing malas yang suka tidur, kali ini akan aku babat kembun timun Pak Tani”, kata Si Kancil.

Ketika Si Anjing benar-benar tertidur pulas, Si Kancil kemudian melancarkan aksinya yang kedua kali mencuri timun Pk Tani. Ketika Sedang asik-asiknya memasukan timun di dalam karung, Si Anjing kemudian terbangun dari tidurnya dan melihat ekor si kancil.

“ekor siapa itu? jangan-jangan, itu yang mencuri timun juragan kemarin malam…Aku harus berhasil menangkapnya”, kata Si Anjing. Dengan geram Si Anjing berlari menuju ekor Si Kancil dan kemudian menggigitnya.

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaarrrgggghhh……”, teriak Si Kancil.

Kali ini kancil tertangkap basah oleh SI Anjing sedang mencuri timun. Dengan sigap Si Anjing menangkap Si Kancil. Tanpa ampun Si Anjing membawa Si Kancil menuju ke rumah jurangan, yakni Pak Tono. Tapi apa yang terjadi? ketika hendak keluar dari kebun, kaki Si Anjing terjerat jebakan yang di pasang oleh juragannya sendiri. Dengan begitu Si Kancil pun segera melarikan diri.

Si Kancil gagal di tangkap oleh SI Anjing. Pada keesokan harinya Si Anjing menceritakan semuanya kepada Pak Tono. Kemudian mereka bersama-sama merancang dan merencanakan untuk membuat jebakan untuk menjebak Si Kancil yang telah merusak kebun Pak Tono.

“Kali ini kau tak akan lolos wahai kancil”, kata pak Tono geram.

Resolusi

Pagi kemudian Pak Tono dan SI Anjing mempersiapkan jebakannya berupa jaring yang cukup lebar. Si Anjing yang berperan dalam memasang jaring di atas pohon yang berada di sekitar kebun Pak Tono. Setelah senja mulai meredup, malam pun tiba. Kali ini Pak Tono menyempatkan diri untuk tidak tidur. Bersama dengan Si Anjing, Pak Tono ikut mengawasi pergerakan Si Kancil dari atas pohon yang telah di pasang jaring.

Seolah tidak ada kapoknya Si Kancil kembali datang ke kebun Pak Tono ketika malam mulai tiba. Wakti itu Si Kancil mengawasi Si Anjing sedang tertidur. Ternyata Si Anjing hanya berpura-pura tidur. Ketika kancil mulai memasuki kebun, Pak Tono yang bersiap-siap dari atas pohon menjatuhkan jaring. Tepat di atas kepala Si Kancil jaring meluncur dari atas pohon. Dengan begitu Si Kancil benar-benar tidak bisa melarikan diri. Dan sekarang tertangkaplah pelaku yang selama ini mencuri timun di kebun Pak Tono.

Koda

Ibarat kata pepatah, “sepandai-pandai tupai melompat pasti akan jatuh juga”. Seperti itulah yang dialami Si Kancil. Sepandai-pandainya kita melakukan keburukan dan mentutup-tutupinya, pasti akan ketahuan juga.

Nah, demikianlah Pengertian Fabel (Ciri-ciri, Struktur, Contoh) Lengkap. Sekian yang dapat mimin sampaikan pada artikel ini semoga dapat membantu anda dalam memberikan informasi yang anda butuhkan. Semoga bermanfaaat, dan terimakasih telah membaca,

 

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published.