Pengertian Sintaksis, Klausa, dan Frasa Lengkap !!

Pengertian Sintaksis, Klausa, dan Frasa Lengkap !!

Mengakujenius.com – Pada kesempatan kali ini akan membahas mengenai sintaksis, kaluasa dan frasa. Ketiga hal ini merupakan materi pokok yang harus ada saat mempelajari kaidah-kaidah bahasa Indonesia. Nah,pada artikel kali ini mimin akan membahasnya secara ringan dan mudah dipahami. Sebelum kita membahasnya lebih jauh, alangkah baiknya kita mengetahui beberapa penjelsan berikut ini.

Pengertian sintaksis, frase dan klausa

1. Sintaksis

Kata sintaksis berasal dari Yunani, yaitu “sun” dan “tatein”, yang artinya “ menempatkan”. Jadi kata sintaksis secara etimologis berarti menempatkan bersama-sama kata-kata menjadi kelompok kata atau kalimat. Dengan kata lain sintaksis adalah tata bahasa yang membahas  hubungan antar kata dalam tuturan. Sama halnya dengan morfologi, akan tetapi morfologi menyangkut struktur gramatikal di dalam kata. Unsur bahasa yang termasuk di dalam sintaksis adalah frasa, klausa, dan kalimat.  Tuturan dalam hal ini menyangkut apa saja yang dituturkan orang dalam bentuk kalimat.  Menurut Ramlan (1981) Sintaksis adalah bagian atau cabang dari ilmu bahasa yang membicarakan seluk-beluk wacana, kalimat, klausa, frasa.

Kata sebagai satuan sintaksis

Dalam tataran sintaksis, kata merupakan satuan terkecil, yang secara hierarkial menjadi komponenpemnentuk satuan sintaksis yang lebih besar, yaitu frasa. Maka disini, kata hanya diicarakan sebagai satuan terkecil dalam sintaksis. Yaitu dalam hubungannya dengan unsur-unsur pembentuk satuan yang lebih besar, yaitu frasa, klausa, dan kalimat. Dalam pembicaraan kata sebagai pengisi satuan sintaksis, pertama-tama harus kita bedakan dulu adanya dua macam kata, yaitu yang disebut dengan kata penuh (Fullword) dan kata tugas (Funcionword). Yang merupakan kata penuh adalah kata kata yang ternasuk kategori nomina, adjektiva, adverbial, dan numeralia. Sedangkan yang termasuk kata tugas adalah kata-kata yang berkategori preposisi dan kojungsi.

2. Klausa 

Klausa adalah satuan sintaksis yang berupa runtutan kata-kata berkonstruksi predikat. Artinya dalam konstruksi itu ada komponen berupa kata atau frasa yang berfungsi sebagai predikat dan yang lain berfungsi sebagai subjek, sebagai objek, dan yang lainnya sebagai keterangan. Badudu (1976) mengatakan bahwa klausa adalah sebuah kalimat yang merupakan bagian daripada kalimat yang lebih besar. Sebuah konstruksi disebut kalimat apabila dalam konstruksi tersebut diberikan intonasi final atau intonasi kalimat. Seperti dalam klausa “Ayah mandi” beru dapat disebut kalimat jika diberikan intonasi final atau intonasi kalimat, jika tidak mendapatkan intonasi final, konstruksi tersebut masih berstatus klausa dan belum disebut kalimat. Tempat klausa adalah di dalam kalimat.

3. Frasa

Frasa lazim didefinisikan sebagai satuan gramatikal yang berupa gabungan kata yang berupa non predikatif, atau lazim disebut sebagai gabungan kata yang mengisi salah satu fungsi sintaksis dalam kalimat.

Frasa tidak memiliki makna baru, melainkan makna sintaktik atau makna gramatikal. Bedanya dengan kata majemuk yaitu sebagai komposisi yang memiliki makna baru atau memiliki satu makna.

Jenis jenis frasa

  • Frase eksosentris
    adalah frasa yang komponen-komponennya tidak mempunyai perilaku sintaksis yang sama dengan keseluruhannya. Misalnya frasa, “di pasar” yang terdiri dari komponen “di” dan “pasar”. Frasa eksosentrik biasanya dibedakan atas rasa eksosentrik direktif dan eksosentrik nondirektif.
  • Frasa Endosentris
    Frasa endosentris adalah frasa yang salah satu unsur atau komponennya memiliki perilaku sintaksis yang sama dengan keseluruhannya. Misalnya “sedang membaca” dari komponen tersebut dapat kita pahami bahwa komponen “membaca” saja sudah cukup menggantikan frasa tersebut.
  • Frasa koordinatif
    Frasa kkordinatif adalah frasa yang komponen pembentuknya terdiri dari dua komponen atau lebih yang sama dan sederajat secar potensial dapat dihubungkan oleh konjungsi koordinatif.
  • Frasa Apositif
    Frasa apositif adalah frasa koordinatif yang kedua komponennya membentuk saling merujuk sesamanya, dan oleh karena itu urutan komponennya dapat dipertukarkan.

Nah, dari beberapa penjelasan di atas kita dapat mengetahui mengenai sintaksis serta seluk beluknya. Demikianlah Pengertian Sintaksis, Klausa, dan Frasa Lengkap !!. Sekian yang dapat kami sampaikan pada artikel kali ini semoga dapat membantu anda dalam memberikan informasi yang anda butuhkan. Semoga apa yang kami sampaikan bermanfaat dan terimakasih telah berkunjung.

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published.