Pengertian Sosialisasi Politik Lengkap !!

Pengertian Sosialisasi Politik, Tipe-tipe & Sarana Sosialisasi Politik Lengkap !!

Mengakujenius.com – Manusia hidup bermasyarakat disuatu negara memang tidak bisa terlepas dari bersosialisasi degan masyarakat. Dalam bersosialisasi dengan individu lainnya, manusia perlu mempelajari dan memahami bagaimana bersosialisasi degan baik, tidak terkecuali dalam bersosialisasi politik. Pada kesempatan kali ini kami akan membahas mengenaisi sosialisasi politik. Namun sebelum kita membahasnya lebih jauh alangkah baiknya kita mengetahui beberapa penjelasan berikut ini.

Pengertian Sosialisasi Politik

Sosialisasi politik adalah merupakan psuatu roses pembentukan sikap dan orientasi politik setiap anggota masyarakat dalam menjalani kehidupan politik di dalam suatu negara. Proses sosialisasi berlangsung selama seumur hidup dan berkesinambungan yang diperoleh secara sengaja melalui pendidikan formal seperti sekolah dan instansi-intansi pendidikan lainnya, nonformal, dan informal maupun secara tidak sengaja melalui kontak dan pengalaman sehari-hari pada setiap anggota masyarakat, baik dalam kehidupan keluarga masyarakat, berbangsa dan bernegara. Berbagai pengertian dan batasan mengenai sosialisasi politik telah dikemukakan oleh para sarjana terkemuka, di antaranya adalah sebagai berikut.

Pengertian Sosialisasi Politik Menurut Para Ahli

  1. Gabriel Almond (2000)
    Sosialisasi politik merupakan proses tempat sikap-sikap dan pola tingkah laku politik diperoleh atau dibentuk. Sosialisasi politik juga merupakan sarana bagi suatu generasi untuk menyampaikan patokan-patokan politik dan keyakinan-keyakinan politik pada generasi berikutnya.
  2. Ramlan Surbakti (1992)
    Sosialisasi politik merupakan proses pembentukan sikap dan orientasi politik anggota masyarakat.
  3. Kenneth P. Langton (1969)
    Sosialisasi politik merupakan suatu cara masyarakat meneruskan kebudayaan politik yang telah mengakar dan mendarah daging di negaranya.
  4. Richard E. Dawson (1992)
    Sosialisasi politik dapat dipandang sebagai pewarisan pengetahuan, nilai-nilai,
    dan pandangan-pandangan politik dari orang tua, guru, dan sarana-sarana
    sosialisasi lainnya kepada warga negara baru dan mereka yang menginjak
    dewasa.

Poin-poin Penting dalam Sosialisasi Politik

Sejatinya, sosialisasi politik adalah suatu proses untuk memasyarakatkan nilai-nilai atau budaya politik ke dalam suatu masyarakat di suatu negara.

  • Sosialisasi politik merupakan proses belajar dari pengalaman.
  • Sosialisasi politik merupakan prakondisi bagi aktivitas sosial politik.
  • Sosialisasi politik berlangsung tidak hanya pada usia dini dan remaja, tetapi tetap berlanjut sepanjang kehidupan.
  • Sosialisasi politik memberikan hasil belajar yang berupa informasi, pengetahuan, sikap, motif, nilai-nilai yang tidak hanya berkaitan dengan individu tetapi juga dengan kelompok.
  • Menurut Ramlan Surbakti, sosialisasi politik dibagi dua, yaitu pendidikan politik dan indoktrinasi politik. Pendidikan politik merupakan proses dialogis diantara pemberi dan penerima pesan. Hal ini dapat dilakukan melalui kegiatan kursus, latihan kepemimpinan, diskusi, atau keikutsertaan dalam berbagai pretemuan. Indoktrinasi politik merupakan proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi warga masyarakat untuk menerima nilai, norma, dan simbol yang dianggap oleh pihak yang berkuasa sebagai ideal dan baik.

Tipe-tipe Sosialisasi Politik

Tipe sosialisasi merupakan bagaimana cara atau mekanisme sosialisasi politik berlangsung di tengah-tengah masyarakat. Ada dua tipe sosialisasi politik, yakni sebagai berikut.

1. Sosialisasi Politik Tidak Langsung

Sosialisasi politik tidak langsung pada mulanya berorientasi pada hal-hal yang bukan politik, kemudian warga dipengaruhi untuk memiliki orientasi politik. Sosialisasi politik tidak langsung dapat dilakukan melalui cara sebagai berikut.

  • Magang
    Magang adalah suatu bentuk aktivitas sebagai sarana belajar. Magang di tempat-tempat tertentu atau organisasi nonpolitik dapat memengaruhi orang ketika berhubungan dengan politik.
  • Pengalihan hubungan antarindividu
    Hubungan antarindividu yang pada mulanya tidak berkaitan dengan politik, akhirnya \individu akan terpengaruh ketika berhubungan atau berorientasi
    dengan kehidupan politik. Contohnya, hubungan anak dengan orang tua
    nantinya akan membentuk orientasi anak ketika ia bertemu atau berhubungan
    dengan pihak luar.
  • Generalisasi
    Menurut tipe generalisasi, kepercayaan dan nilai-nilai yang diyakini yang
    sebenarnya tidak berkaitan dengan politik dapat memengaruhi orang untuk
    berorientasi pada objek politik tertentu.

2. Sosialisasi Politik Langsung

Pada tipe ini, sosialisasi politik berlangsung dalam satu tahap saja, yaitu bahwa
hal-hal yang diorientasikan dan ditransmisikan adalah hal-hal yang bersifat politik.

Sosialisasi politik langsung dapat dilakukan melalui beberapa cara, yakni sebagai
berikut.

  • Pengalaman politik
    Pengalaman politik adalah belajar langsung dalam kegiatan-kegiatan politik atau kegiatan yang bersifatnya publik. Contohnya, adalah keterlibatan langsung seseorang dalam kegiatan partai politik, serta gerakan-gerakan yang dapat memupuk pengetahuan politik lainnya
  • Pendidikan politik
    Sosialisasi politik melalui pendidikan politik adalah upaya yang secara sadar dan sengaja serta direncanakan untuk menyampaikan, menanamkan, dan membelajarkan anak untuk memiliki orientasi-orientasi politik tertentu. Pendidikan politik dapat dilakukan melalui diskusi politik, kegiatan partai politik, dan pendidikan di sekolah.
  • Peniruan Perilaku
    Proses ini berlangsung dengan cara mendapatkan  orientasi politik dengan cara meniru
    orang lain yang beraa disekitarnya. Contohnya, seorang siswa akan mendukung calon presiden tertentu karena kakaknya juga mendukung calon presiden tersebut.
  • Sosialisasi antisipatori
    Sosialisasi politik dengan cara belajar bersikap dan berperilaku seperti tokoh politik yang diidealkan. Misalnya, seorang anak belajar bersikap dan dan cara berbicara seperti presiden karena ia memang mengidealkan peran itu.

Sarana Sosialisasi Politik

Menurut Gabriel A. Almond (2000), sosialisasi politik dapat membentuk dan mentransmisikan kebudayaan politik suatu bangsa. Sosialisasi politik juga dapat memelihara kebudayaan politik suatu bangsa dalam bentuk penyampaian kebudayaan itu dari generasi tua kepada generasi muda, serta dapat pulamengubah kebudayaan politik. Untuk dapat menyampaikan atau mentransmisikan pandangan, nilai, sikap, dan keyakinan-keyakinan politik diperlukan sarana atau agen-agen sosialisasi politik. Terdapat enam macam sarana atau agen sosialisasi, yaitu keluarga, kelompok bergaul atau bermain, sekolah, tempat kerja, media massa, dan kontak politik langsung.

  1. Keluarga

    Keluarga merupakan lembaga pertama yang dijumpai oleh individu. Keluarga
    juga merupakan sarana bagi sosialisasi politik yang sangat strategis terutama untuk
    pembentukan kepribadian dasar serta sikap-sikap sosial anak yang nanti
    berpengaruh untuk orientasi politik. Pengalaman berpartisipasi dalam pembuatan
    keputusan keluarga dapat meningkatkan kompetensi anak. Pengalaman itu dapat
    juga memberi kecakapan-kecakapan untuk melakukan interaksi politik.

  2. Pergaulan

    Kelompok pergaulan dapat menjadi sarana sosialisasi politik yang efektif setelah anak berada diluar dari lingkungan keluarga. Dalam kelompok pergaulan, seseorang akan melakukan tindakan tertentu karena teman-temannya di dalam kelompoknya melakukan tindakan tersebut. Kelompok pergaulan menyosialisasikan anggota-anggotanya dengan cara
    mendorong atau mendesak mereka untuk menyesuaikan diri terhadap sikapsikap atau tingkah laku yang dianut oleh kelompok itu. Seseorang mungkin menjadi tertarik pada politik atau mulai mengikuti peristiwa-peristiwa politik karena teman-temannya berbuat demikian. Lingkungan kelompok pergaulan lebih luas dan menjadikan mereka memiliki pengalaman bersama karena kegiatan yang mereka lakukan. Pengalaman yang
    dimiliki oleh seorang anak seringkali tidak diperoleh dari keluarga.

  3. Sekolah

    Proses pendidikan politik sejak dari bangku sekolah merupakan usaha pemerintah memperkenalkan politik kepada masyarakat sejak dini. Sekolah berperan penting dalam sosialisasi politik. Sekolah memberi pengetahuan kepada para siswa tentang dunia politik dan peranan mereka di dalamnya. Sekolah juga memberikan pandangan yang lebih konkrit tentang lembaga-lembaga politik dan hubungan-hubungan politik. Anak belajar mengenal nilai, norma, dan atribut politik negaranya. Kegiatan sosialisasi politik melalui sekolah dapat berupa kegiatan intrakurikuler, upacara bendera, kegiatan ekstra, dan barisberbaris.

  4. Lingkungan Kerja

    Organisasi-organisasi formal atau informal yang dibentuk atas dasar pekerjaan
    juga dapat memainkan peran sebagai agen sosialisasi politik. Organisasi-organisasi
    tersebut dapat berbentuk serikat kerja atau serikat buruh yang sering kita temui di kota-kota besar seperti Jakarta. Dengan menjadi anggota dan aktif dalam organisasi tersebut mereka mendapat sosialisasi politik yang efektif. Bagi para anggotanya, organisasi-organisasi tersebut dapat berfungsi sebagai penyuluh di bidang politik. Secara tidak langsung, para anggota akan belajar tentang berorganisasi. Pengetahuan tersebut akan bermanfaat dan berpengaruh ketika mereka terjun ke dunia politik. Individu-individu yang mempunyai pengalaman berorganisasi umumnya tidak akan canggung apabila suatu ketika terjun ke dunia politik. Misalnya, melakukan pertemuan dengan pejabat soal UMR, bermusyawarah dengan pimpinan perusahaan soal kesejahteraan, bahkan kegiatan demonstrasi yang sesuai dengan aturan yang berlaku.

  5. Media Massa

    Media massa bagi masyarakat modern memberikan informasi-informasi politik yang cepat dan dalam jangkauan yang luas. Dalam hal itulah, media massa baik surat kabar, majalah, radio, televisi, maupun internet memegang peranan penting. Media massa juga merupakan sarana ampuh untuk membentuk sikap-sikap dan keyakinan-keyakinan politik. Melalui media massa, ideologi negara dapat ditanamkan kepada masyarakat, dan melalui media massa pula politik negara dapat diketahui oleh masyarakat luas.

  6. Politik Langsung
    Politik langsung dapat berupa pengalaman nyata yang dirasakan oleh seseorang dalam kehidupan politik. Betapa pun positifnya pandangan terhadap sistem politik yang telah ditanamkan oleh keluarga atau sekolah, apabila pengalaman nyata seseorang bersifat negatif, maka hal itu dapat mengubah pandangan politiknya,. Sarana politik langsung inilah yang  yang paling meenentukan baikburuknya seorang politisi. Hal ini dikarenakan bapengalaman politik langsung merupakan langkah yang konkrit dalam dunia politik.

Nah, dari beberapa penjelasan di atas kita dapat mengetahui mengenai sosialisasi politik. Demikianlah Pengertian Sosialisasi Politik, Tipe-tipe & Sarana Sosialisasi Politik Lengkap !! Sekian yang dapat kami sampaikan pada artikel kali ini semoga dapat membantu anda dalam memberikan informasi.

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published.