Prinsip-prinsip Penulisan Kritik dan Esai Beserta Penjelasannya

Prinsip-prinsip Penulisan Kritik dan Esai Beserta Penjelasannya

Prinsip-prinsip Penulisan Kritik dan Esai Beserta Penjelasannya

Pengertian Kritik Sastra

Kritik karya sastra merupakan pertimbangan baik dan buruknya karya sastra tersebut. Pada keempata kali ini mimin akan membahas mengenai prinsip-prinsip penulisan kritik dan esai. Sebelum kita mempelajarinya lebih lanjut alangkah baiknya kita mengetahui pengertian kritik sastra.

Kritik sastra adalah salah satu cabang ilmu sastra untuk menghakimi suatu karya sastra.  Kritik sastra mencakup penilaian guna memberi keputusan bermutu tidaknya suatu karya sastra. Kritik sastra biasanya dihasilkan oleh kritikus sastra. Penting bagi seorang kritikus sastra untuk memiliki wawasan mengenai ilmu-ilmu lain yang berkaitan dengan karya sastra, sejarah, biografi, penciptaan karya sastra, latar belakang karya sastra, dan ilmu lain yang terkait. Kritik sastra memungkinkan suatu karya dapat dianalisis, diklasifikasi dan akhirnya dinilai. Seorang kritikus sastra mengurai pemikiran, paham-paham, filsafat, pandangan hidup yang terdapat dalam suatu karya sastra. Sebuah kritik sastra yang baik harus menyertakan alasan-alasan dan bukti-bukti baik langsung maupun tidak langsung dalam penilaiannya. (Wikipedia)

5 Syarat-syarat kritik dalam Karya Sastra

Dalam mengkritik karya sastra ada beberapa syarat yang perlu diketahui. Syarat-syarat kritik dalam karya sastra sebagai berikut.

  1. Kritikan harus berupaya membangun dan menaian taraf kehidupan sastra.
  2. Kritikan harus bersifat objektif tanpa prasangka dan secaa jujur dapat mengatakan yang baik itu baik, dan yang kurang itu kurang.
  3. Kritikan harus memperbaiki cara berfikir, cara hidup, dan cara bekerja para sastrawan sebab hal itu memberi pengaruh terhadap hasil karyanya.
  4. Kritikan harus disesuaikan dengan lingkup kebudayaan dan tata nilai yang berlaku serta memiliki rasa cinta dan tanggung jawab yang mendalam terhadap pembinaan kebudayaan dan tata nilai yang benar.
  5. Kritikan dapat membimbing pembaca berfikir kritis dan dapat menaikkan kemampuan apresiasi masyarakat terhadap sastra.

Adapun fngsi kritik sastra sebagai berikut

  1. Untuk pembinaan dan pembimbingan sastra
  2. Untuk pembinaan kebudayaan dan apresiasi seni
  3. Untuk menunjang ilmu kesusastraan.

Selain kritik dikenal juga esai, baik esai sastra maupun esai non sastra. Dalam esai penulis membahas suatu objek yang aktual dengan menggunakan sudut pandang pribadi. Esai berisi pendapat atau pandangan pribadi penulis terhadap suatu objek. Esai berupaya meyaiknakan pembaca untuk menerima pendapat atau pandangan. Objek esai boleh apa saja dari masalah kecil sampai masalah besar. Seperti msalah ekonomi, kebudayaan, sosial, keamanan, karya sastra, atau politik.

Esai cenderung padat, singkat, dan terfokus pada objek yang ditulis. Esai menggunakan gaya bahasa yang sangat pribadi atau personal sesuai dengan karakter penulis. Selain itu pilihan kata atau istilah yang digunakan pun sangat pribadi. Gaya bahasa dan pilihan kata yang digunakan dalam esai ditentukan oleh penulis esai sendiri. Misalnya Mahbuh Djunaedi (alm.),ia dikenal sebagai penulis esai dengan gaya bahasa satire (sindiran). Banyak sindiran yang dikemukakan oleh Mahbuh, esainya menggelitik, jenaka, dan enak dibaca meskipun esainya merupakan kritik pedas. Esai dapat anda temukan pada majalah maupun surat kabar.

5 Langkah-langkah menulis kritik dan esai 

  1. Menentukan objek atau masalah yang akan anda bahas dalam kritik atau esai, yaitu objek yang aktual.
  2. Menentukan kerangka kritik maupun esai yang akan ditulis berdasarkan masalah atau objek yang ingin dibahas.
  3. Menyusun paragraf pembuka
  4. Menuliskan isi kritik maupun esai dalam bebrapa paragraf.
    Isi esai adalah pendapat pribadi penulis esai terhadap suatu masalah yang dianggap menarik. Isi kritik adala penilaian karya sastra yang di anggap menarik.
  5. Menuliskan paragraf penutup.
    Paragraf penutup boleh ada boleh tidak, tergantung penulis esai atau kritik.

Kritik sastra maupun esai merupakan suatu cabang ilmu sastra dalam pengadaan analisis, penafsiran, serta penilaian sebuah teks sastra.Kritik karya sastra merupakan pertimbangan baik dan buruk suatu karya satra. Adapun esai merupakan karangan yang membahas suatu masalah secara sepintas dari sudut pandang pribadinya.

 

Ciri-ciri Esai

Esai memiliki ciri sebagai berikut

  1. Esai cenderung singkat, padat, dan terfokus pada objek yang ditulis.
  2. Menggunakan gaya bahasa yang sangat pribadi atau personal sesuai dengan karakter penulis.
  3. Pilihan kata maupun istilah yang digunakan sangat pribadi. Gaya bahasa dan pilihan kata pada esai ditentukan oleh penulis sendiri.

Kritik satra yang baik harus mempertimbangkan komponen berikut.

  1. Data/fakta.
  2. Inference atau simpulan.
  3. Evaluasi atau judgement.
  4. Penilaian.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menulis kritik dan esai suatu karya satra sebagai berikut

  1. Setiap kriikus yang cakap harus memperhatikan berbagai hal yang terdapat pada setiap karya sastra.
  2. Kecermatan dalam mengungkaokan berbagai hal yang terdapat dalam karya sastra tergantung pada tingkat ketajaman perasaan kritikus.
  3. Agar kritikus dapat menangkap kepribadian karya sastra maka harus melalui rekreasi artistik.
  4. Kritikus harus mengatahui bahsa yang digunakan sastrawan atau harus akrab dengan berbagai jenis gaya bahasa/idiom, komposisi, serta latar belakang kebudayaan.

3 Aspek Penulisan Esai/Kritik

Pada Prinsipnya menuliskan kritik dan esai berkaitan dengan tiga aspek penting, yaitu sebgai berikut.

  1. Aspek historis, yaitu berkaitan dengan watak dan orientasi kesejarahan (mengungkapkan apa yang ingin diungkapkan sastrawan dan menafsirkan hasrat keinginan berdasarkan minat sastrawan serta latar belakang budayanya).
  2. Aspek rekreatif, yaitu mneghubungkan apa yang telah ditangkap /telah diungkapkan sastrawan serta menuliskan kesan-kesan tentang pengalaman rohani yang diperoleh dari karya sastra yang telah dibaca.
  3. Aspek penghakiman, yaitu berkaitan dengan nilai-nilai kadar artistiknya. Penentuan nilai harus memenuhi tiga kriteria berikut.
    a. Estetik, yaitu pencapaiannya sebagai karya seni
    b. Epistemik, yaitu tentang kebenaran-kebenaran.
    c. Normatif, yaitu tentang arti kepetingan, keagungan, dan kedalamannya.

Demikianlah Prinsip-prinsip Penulisan Kritik dan Esai. Semoga dapat membantun anda dalam memberikan informasi yang anda butuhkan. Sekian yang dapat mimin sampaikan melalui artike ini, bertemu lagi di artikel selanjutnya. Dan terimakasih telah membaca.

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published.