Proses Anabolisme dan Katabolisme Pada Makhluk Hidup

Proses Anabolisme dan Katabolisme Pada Makhluk Hidup

Pada kesempatan kali ini mimin akan membahas tentang proses-proses metabolisme pada setiap organisme yang meliputi anabolisme dan katabolisme. Sejatinya metabolisme adalah suatu reaksi kimia yang terjadi dalam tubuh organisme untuk mempertahankan hidupnya. Mengapa demikian? Nah, sebelum kita membahasnya lebih jauh alangkah baiknya kita mengetahui dan memahami beberapa penjelasan dasar mengenai metabolisme berikut ini.

Pengertian Metabolisme

Metabolisme berasal dari bahasa Yunani, yaitu “metabolismos” yang artinya “perubahan”. Jadi metabolisme adalah semua reaksi kimia yang terjadi di dalam makhluk hidup, termasuk yang terjadi di tingkat seluler. Metabolisme merupakan suatu proses yang sangat penting bagi makhluk hidup. Hal ini dikarenakan, setiap aktifitas yang dilakukan makhluk hidup memerlukan pengaruh dari metabolisme yang dilakukan oleh makhluk hidup tersebut.

Metabolisme yang terjadi pada setiap tubuh organisme merupakan sebuah reaksi yang bersifat kimia. Proses ini terjadi di dalam sel makhluk hidup, mulai darai organisme multiseluler hingga organisme uniseluler. Proses metabolisme inilah yang dapat menentukan kelangsungan hidup makhluk hidup. Seperti yang terjadi pada tubuh manusia, prose metabolisme yang terjadi di dalam tubuh manusia dapat membantu segala aktifitas manusia seperti berjalan, berlari, dan berbagai macam aktifitas lainnya. Jika metabolisme tidak dapat berjalan dengan baik maka tubuh akan mengalami gangguan yang abnormal sehingga dapat menghambat manusia dalam melakukan aktifitas.

Proses Anabolisme dan Katabolisme

Secara garis besar, proses metablisme dibedakan menjadi dua, yaitu reaksi anabolisme dan reaksi katabolisme. berikut ini adalah penjelasn mengenai proses anabolisme dan katabolisme.

1. Anabolisme 

Anabolisme adalah sebuah proses yang merupakan bagian dari metabolisme yang terjadi dalam rangkaian rekasi kimia berupa penyusunan zat kompleks dari zat-zat yang sederhana. Dengan kata lain proses anabolisme adalah proses kimia berupa penyusunan zat-zat sederhana menjadi zat-zat yang lebih kompleks.

Mekanisme Kerja Reaksi Anabolisme

Reaksi anabolisme merupakan suatu lintasan metabolisme yang menyusun beberapa senyawa orgnik sederhana menjadi senyawa kimia atau molekul kompleks. Proses ini membutuhkan energi dari luar. Energi yang digunakan dalam reaksi ini dapat berupa energi cahaya maupun energi kimia lainnya. Energi tersebut, selanjutnya digunakan untuk mengikat senyawa-senyawa sederhana tersebut menjadi senyawa yang lebih kompleks. Jadi, dalam proses ini energi yang diperlukan tersebut tidak hilang, tetapi tersimpan dalam bentuk ikatan-ikatan kimia pada senyawa kompleks yang terbentuk.

Anabolisme meliputi tiga tahapan dasar. Pertama, produksi prekursor seperti asam amino, monosakarida, dan nukleotida. Kedua, adalah aktivasi senyawa-senyawa tersebut menjadi bentuk reaktif menggunakan energi dari ATP. Ketiga, penggabungan prekursor tersebut menjadi molekul kompleks, seperti protein, polisakarida, lemak, dan asam nukleat.

Anabolisme yang menggunakan energi cahaya dikenal dengan fotosintesis, sedangkan anabolisme yang menggunakan energi kimia dikenal dengan kemosintesis.

Hasil-hasil anabolisme berguna dalam fungsi yang esensial. Hasil-hasil tersebut misalnya glikogen dan protein sebagai bahan bakar dalam tubuh, asam nukleat untuk pengkopian informasi genetik. Protein, lipid, dan karbohidrat menyusun struktur tubuh makhluk hidup, baik intraselular maupun ekstraselular. Bila sintesis bahan-bahan ini lebih cepat dari perombakannya, maka organisme akan tumbuh.

2. Katabolisme

Katabolisme adalah suatu proses kimia yang terjadi dalam organisme berupa perpecahan molekul/zzat kompleks menjadi molekul/zat yang lebih sederhana. Katabolisme merupakan kebalikan dari proses anabolisme.

Mekanisme Kerja Reaksi Katabolisme

Katabolisme merupakan lintasan metabolisme yang merombak suatu substrat kompleks molekul organik menjadi komponen-komponen penyusunnya sambil melepaskan energi, pada umumnya berupa ATP. Pada lintasan katabolisme, molekul berukuran besar seperti polisakarida, lipid, asam nukleat dan protein akan terombak menjadi beberapa molekul yang lebih kecil seperti monosakarida, asam lemak, nukleotida, dan asam amino.

Pada reeaksi katabolisme akan menyederhanakan bentuk protein menjadi asam amino. Kemudian asam amino ini dioksidasi menjadi urea dan karbondioksida. Reaksi ini menghasilkan energi. Selain memecah protein, katabolisme juga bisa memecah karbohidrat kompleks (polisakarida) menjadi karbohidrat sederhana (glukosa, fruktosa, dan ribosa). Karbohidrat sederhana ini akan dipecah lagi melalui sebuah reaksi yang dinamakan glikolisis. Dari reaksi inilah energi dihasilkan.

Sedangkan lemak akan melalui proses pemecahan yang disebut proses hidrolisis. Proses ini menghasilkan asam lemak dan gliserol, yang selanjutnya akan melalui reaksi glikolisis dan reaksi lainnya hingga terbentuklah energi. Energi yang dihasilkan sangat dibutuhkan oleh setiap organisme, jadi terjawab sudah betapa pentingnya metabolisme dalam tubuh organisme, termasuk manusia.

Nah, daribeberapa penjelasan di atas kita dapat memahami bagaimana mekanisme kerja pada proses metabolisme sehingga menghasilkan energi. Demikianlah Proses Anabolisme dan Katabolisme Pada Makhluk Hidup. Sekian yang dapat mimin sampaikan melalui artikel kali ini semiga dapat membantu anda dalam memberikan informasi. Semoga bermanfaat.

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published.