Proses Respirasi Tumbuhan dan Penjelasannya Lengkap

Proses Respirasi Tumbuhan dan Penjelasannya Lengkap

proses respirasi tumbuhan

Setiap makhluk hidup pasti melakukan suatu proses untuk mempertahankan hidupnya. Tidak terkecuali degan tumbuhan yang melakukan proses respirasi untuik menjaga kelangsunagn hidupnya. Nah, pada kesempatan kali ini mimin akan membahas mengenai sistem respirasi pada tumbuhan. Sebelum kita membahasnya lebih jauh, alangkah baiknya kita memahami beberapa penjelasan berikut ini.

Proses Respirasi Tumbuhan

Seperti halnya hewan, energi yang perlukan oleh tumbuhan berasal dari hasil oksidasi senyawa-senyawa yang terdapat dalam tubuh, terutama karbohidrat dan lemak. Untuk keperluan tersebut harus ada oksigen di udara. Jadi, dalam hal ini tumbuhan pun melakuakn proses pernapasan yang disebut dengan (respirasi). Pada proses fotosintesis telah kita ketahui bahwa energi cahaya matahari disimpan oleh tumbuhan hijau sebagai energi potensial dalam senyawa-senyawa organik. Pada proses respirasi energi tersebut dilepaskan kembali. Jadi, dalam hal ini respirasi merupakan proses berkebalikan dengan prose fotosintesis. Jika di dalam pernapasan digunakan glukosa, maka oksidasinya dapat digambarkan persamaan reaksi sebagai berikut.

C6H12O6 + 6O2 ——— 6CO2 + 12H2O + 674 kkal

Dari persamaan reaksi diatas menunjukan bahwa pada peristiwa pernapasan dihasilkan karbondioksida, air, dan energi.

Pada tumbuhan tingkat tinggi, respirasi terjadi pada seluruh bagian tubuhnya, yaitu akar, batang dan daun. Di daun, oksigen masuk secara difusi melalui stomata. Selanjutnya oksigen masuk menuju jaringan pagar dan jaringan spons. Oksigen digunakan oleh sel untuk pernapasan. Tujuan pernapasan adalah untuk mendapatkan energi. Saat terjadi proses fotosistensis pada pagi dan sore hari, oksigen yang dihasilkan akan diperoleh dari jaringan pagar dan jaringan spons untuk proses pernapasan sel. Sedangkan karbondioksida yang dikeluarkan saat pernapasan digunakan untuk proses fotosintesis. Sebagian hasil fotosintesis dan karbondioksida sisa pernapasan akan dikeluarkan juga dari daun nelalui stomata. Pada malam hari, tumbuhan hanya melakukan pernapasan. Dalam hal ini tumbuhan memerlukan oksigen dan mengeluarkan karbondioksida.

Pada batang, oksigen masuk melalui inti sel secara difusi. Selanjutnya oksigen berdifusi sel-sel dan digunakan untuk pernapasan sel. Karbondioksida sisa pernapasan akan dikeluarkan melalui intisel. Akar yang terdapat di dalam tanah ternyata juga melakukan pernapasan. Proses tersebut terutama terjadi pada akar yang masih muda. Untuk menyerap air dan unsur hara akar memerlukan oksigen yang cukup. Hal ini menunjukan bahwa proses penyerapan air dan unsur hara memerlukan energi.

Tumbuhan yang hidup di hutan mangrove pada umumnya mempunyai akar napas. Akar itu berfungsi untuk berdaptasi terhadap kadar oksigen yang rendah di dalam tanah.  Tumbuhan tersebut misalnya Avicenna, Bruguiria, Sonneratia, dan tumbuhan bakau. Jenis-jenis tumbuahn tertentu mempunyai akar gantung yang tumbuh dari bagian batang di atas tanah meuju ke bawah. Akar tersebut berfungsi untuk menyerap udara. Pohon beringin mempunyai akar gantung yang dapat membesar dan akhirnya menjadi batang. Tumbuhan air misalnya teratai, mempunyai saluran udara di dalam batangnya yang berfungsi untuk memperlancar pernapasan sel tumbuhan.

Selain tumbuhan tingkat tinggi, pernapasan juga terjadi pada tumbuhan tingkat rendah. Tumbuhan tingkat rendah adalah tumbuhan yang belum mempunyai akar, batang, dan daun sejati. Kelompok tumbuhan tingkat rendah meliputi ganggang dan lumut. Pada tumbuhan ganggang dan lumut difusi oksigen dan karbondioksida berlangsung melalui permykaan tubuhnya. Selain tumbuhan tingkat rendah dan jamur, terdapat pula organisme prokariota yang bersel tunggal. Organisme tersebut tidak mempunyai membran inti sehingga organel selnya tersebar dalam sitoplasma. Contoh monera adalah bakteri. Bakteri juga melakukan pernapasan melalui perukaan sel secara difusi.

Pernapasan pada tumbuhan tingkat rendah pada jamur dan bakteri yang bersifat aerob dan ada pula yang bersifat anaerob. Tumbuhan tingkat rendah yang berklorofil (anggang dan lumut) membutuhkan oksigen dalam pernapasan selnya. Untuk memperoleh energi melalui respirasi, bakteri ada yang memerlukan oksigen dan ada yang tidak memerlukan oksigen. Bakteri yang memerlukan oksigen untuk bernapas disebut Nitrococcus dan Nitromonas. Bakteri nitrat misalnya Nitrobacter. Bakteri yang tidak memerlukan oksigen dalam pernapasannya disebut bakteri anaerob. Contohnya adalah bakteri Clostridium tetani (penyebab tetanus) dan Clostridium desulfuricans.

Pada jamur satu sel, misalnya khamir (Saccharomyces cereviceae) proses pernapasannya tidak memerlukan oksigen. Untuk mendapatkan energi khamir menguraikan zat tepung menjadi gula, kemudian gula diubah menjadi alkohol dan karbondioksida. Kamir atau sel ragi digunakan untuk pembuatan tape, tempe, tahu, maupun roti. Jamur Rhizopus memperoleh energi dengan cara mengurai bahan makanan pada tempat hidupnya, yaitu keledai. Kedelai akan diubah oloeh Rhizopus menjadi tempe. Proses penguraian ini tidak memerlukan oksigen.

Proses penguraian bahan makanan baik nyang dilakukan oleh sel ragi maupaun Rhizopus memerlukan enzim atau fermen. Proses ini disebut dengan fermentasi. Jadi fermentasi adalah zproses penguraian yang dilakukan oleh mikroorganisme (jamur dan bakteri) yang berlangsung dalam keadaan anaerob untuk memperoleh energi. Menurut hasil sampingan yang terbentuk, fermentasai dapat dibedakan menjadi fermentasi alkohol, fermentasi asam cuka, fermentasi asam butirat, dan sebagainya. Jika dalam proses penguraian tersebut terbentuk zat-zat yang berbau busuk, maka proses tersebut disebut pembusukan.

Fermentasi yang terpenting adalah fermentasi alkohol yang dapat dilakukan oleh berbagai jenis Saccharomyces terhadap gula menurut persamaan reaksi berikut.

C6H12O6 —— 2C2H5OH + CO2 + 28 kal

Dari persamaan reaksi diatas terlihat bahwa pernapasan anaerob, misalnya fermentasi, sebenarnya merugikan tumbuhan. Adapun kerugiannya adalah

  • Dari setiap zat yang sama terbentuk lebih sedikit energi
  • Pernapasan tersebut menimbulkan zat-zat yang dapat merusak, dalam contoh di atas timbul alkohol (C2H5OH) yang merupakan racun bagi plasma sel.

Peristiwa fermentasi dimanfaatkan oleh manusia dalam pembuatan alkohol dan minuman keras lainya, seperti anggur dan bir, serta dalam pembuatan roti. Terbentuknya CO2 dalam peristiwa tersebut menjadikan roti mengembang dan empuk.

BACA JUGA : 

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published.