Sifat Totipotensi sebagai Dasar kultur Jaringan dan Penjelasan

Sifat Totipotensi sebagai Dasar kultur Jaringan dan Penjelasan

Pengertian Titopotensi (total genetik potential), yaitu kemampuan setiap sel tumbuhan untuk menjadi individu yang sempurna. Teori titopotensi ini dikemukakan oleh seorang ahli fisiologi yang berasal dari Jerman yang bernama G. Heberlandt tahun1898. Pada tahun 1969, F.C. Steward menguji teori tersebut dengan cara menumbuhkan satu sel empulur wortel menjadi individu tanaman wortel. sifat titopotensi ini dimanfaatkan dalamsuatu teknik perbanyakan tanaman secara vegetatif yang disebut kultur jaringan

Kultur jaringan merupakan teknik perbanyakan tanaman dengan cara mengisolasi bagian tanaman seperti daun, mata, tunas, serta menumbuhkan bagian-bagian tersebut dalam media buatan secara aseptik yang kaya nutrisi dan zat pengatur tubuh dalam wadah tertutup yang tembus cahaya sehingga bagian tanaman dapat memperbanyak diri dan bergenerasi menjadi tanaman lengkap.

Sedangkan menurut Wikipedia pengertian Kultur jaringan adalah suatu metode untuk mengisolasi bagian dari tanaman seperti sekelompok sel atau jaringan yang ditumbuhkan dengan kondisi aseptik, sehingga bagian tanaman tersebut dapat memperbanyak diri tumbuh menjadi tanaman lengkap kembali.

Menurut Suryowinoto (1991), kultur jaringan dalam bahasa asing disebut sebagai tissue culture. Kultur adalah budidaya dan jaringan adalah sekelompok sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama. jadi, kultur jaringan berarti membudidayakan suatu jaringan tanaman menjadi tanaman kecil yang mempunyai sifat seperti induknya.

5 Tahapan Kultur Jaringan adalah :

  1. Pembuatan Media 

    02 PESIAPAN PEMBUATAN MEDIA 5

    Pembuatan Median yang mengandung garam mineral, vitamin, dan hormon, kadang dengan menggunakan tambahan gula dan agar. Media ditempatkan dalam wadah kaca, seperti botol kaca, cawan petri, atau tabunhg reaksi yang bersifat tembus cahaya.

  2. Inisiasi
    gambar10
    Inisiasi yaitu pengambilan eksplan (bagian tanaman yang akan di kulturkan). Tujuan utama tahap ini adalah mengusahakan kultur yang aseptic atau aksenik. Aseptik berarti bebas dari mikroorganisme, sedangkan aksenik berarti bebas dari mikroorganisme yang tidak diinginkan
  3. Sterilisasi, yaitu mensterilkan eksplan dan alat-alat yang akan digunakan untuk mencegah kontaminasi mikroorganisme. Dalam sterilisasi bahan tanaman, hal yang penting yang harus mendapat perhatian adalah; bahwa sel tanaman dan kontaminan adalah sama-sama benda hidup. Kontaminan harus dihilangkan tanpa mematikan sel tanaman. Bahan-bahan sterilisasi ini pada umumnya bersifat toxic/racun terhadap jaringan tanaman.
    2011-10-05 10.08.22
    Pembilasan yang berkali-kali sesudah perendaman eksplan di dalam larutan bahan streilisasi, sangat diperlukan untuk menghilangkan sisa-sisa bahan aktif yang masih menempel dipermukaan bahan tanaman.
  4. Multiplikasi, yaitu kegiatan memperbanyak  calon tanaman dengan menanameksplan pada media. Eksplan dapat langsung tumbuh menjadi planlet (tanaman kecil), namun kadang kala eksplan harus mealui tahap Kalus. Kalus adalah massa sel yang tidak terdeferensiasi.
    kultur-stroberi-resize
    Dengan penambahan hormon, kalus dapat tumbuh menjadi planlet. Pada umumnya eksplan akan membentuk akar pada minggu awal dalam pertumbuhannya, kemudian berlanjut dengan pertumbuhan pada tunas-tunasnya. Tunas-tunas tersebut kemudian dipisahkan untuk mendapatkan tanaman yang baru lagi.
  5. Aklimatisasi, adalah kegiatan memindahkan planlet dari media ke tanah. Aklimatisasi adalah masa adaptasi tanaman hasil kultur jaringan yang semula kondisinya terkendali menjadi lingkungan yang tidak terkendali.  Tujuan dari aklimatisasi adalah untuk mengkondisikan tanaman agar tidak terjadi stress pada waktu ditanam di lapangan.
    Net House Aklimatisasi

6 Kelebihan dalam menggunakan Teknik Kultur Jaringan

Keuntungan teknik perbanyakan dengan metode kultur jaringan adalah sebagai berikut :

  1. Bibit yang dihasilkan mempunyai sifat yang identik dengan induknya
  2. Perbanyakan tidak bergantung musim
  3. Tidak membutuhkan tempat yang luas
  4. Mampu menghasilkan bibit dengan jumlah besar dalam waktu yang singkat.
  5. Kesehatan dan mutu bibit lebih terjaminkarena di tumbuhkan dalam tempat yang steril dan bebas hama\
  6. Kecepatan tumbuh bibit lebih cepat dibandingkan dengan perbanyakan konvensional.

Pengaplikasian teknik kultur jaringan dalam bidang pertanian adalah :

  1. Perbanyakan vegetatif secara cepat (mikropropagasi).
  2. Memebersihkan bahan tanaman/ bibit tanaman dari virus.
  3. Memebantu program pemuliaan tanaman melalui kultur haploid, embryo rescue, selaksi in vitro, variasi somaklonal, fusi protoplas, transformasi gen, rekayasa genetika, dan lain-lain.
  4. Produksi metabolit sekunder untuk bahan obat, kosmetik dan lain-lain.

6 Kelemahan dalam menggunakan Teknik Kultur Jaringan

  1. Bagi sebagian orang, perbanyakan menggunakan teknik kultur jaringan dinilai membutuhkan biaya yang cukup banyak (mahal) dan sulit karena kurangnya pengetahuan seperti petani-petani di pelosok desa.
  2. Membutuhkan modal investasi awal yang tinggi untuk bangunan (laboratorium khusus), peralatan dan perlengkapan.
  3. Memerlukan SDM (Sumber Daya Manusia) yang handal untuk mendapatkan hasil kultur jaringan yang memuaskan.
  4. Produk kultur jaringan biasanya memiliki akar dan batang yang tidak kokoh.

Nah dari berbagai keterangan yang sudah mimin sampaikan di atas, kita dapat memahami bahwa, teknik perbanyakan dengan menggunakan kultur jaringan sangat bermanfaat dalam menciptakan bibit yang unggul dengan waktu yang relatif singkat. Namun, adapula beberapa kekurangan yang dimiliki teknik kultur jaringan. Demikianlah Sifat Totipotensi sebagai Dasar kultur Jaringan dan Penjelasan. Sekian yang dapat mimin sampaikan melalui artikel ini semoga dapat menambah wawasan anda mengenai ilmu biologi yang diterapkan dalam kehidupan. Dan terimakasih telah membaca.

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published.