10 Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Cerpen Beserta Penjelasannya

10 Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Cerpen  Beserta Penjelasannya10 Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Cerpen Beserta Penjelasannya

(Keterangan : Gambar hanya pemanis)

Pegertian Cerpen 

Sebuah karya sastra memang selalu menimbulkan daya tarik tersendiri bagi penggemarnya termasuk cerpen. Ceritanya yang cukup singkat dan alur ceritanya yang penuh kejutan membuat cerpen sangat digemari banyak orang dari berbagai kalangan, mulai dari kaum muda hingga lansia. Pada kesempatan kali ini, mimin akan membahas mengenai cerpen serta unsur intrinsik dan ekstrinsiknya. Sebelum membahasnya lebih jauh, alangkah baiknya kita mengetahui pengertian cerpen terlebih dahulu.

 Cerpen disebut juga cerita pendek, yaitu sebuah karya sastra yang hanya menceritakan satu kejadian dengan tema yang tidak luas. Karena bemtuknya yang pendek, cerpen menuntut penceritaan yang serba ringkas, tidak sampai pada detail-detail khusus yang lebih bersifat memperpanjang cerita.

5 Ciri-ciri Cerpen dan Penjelasannya

Supaya lebih mudah dalam mengidentifikasi sebuah cerpen, berikut ciri-cirinya.

  1. Cepen habis dibaca sekali duduk
    Artinya adalah cerpen dapat dibaca dalam waktu yang relatif singkat, sesingkat orang yang sedang duduk dan membaca cerpen hingga selesai. Karena ceritanya yang tidak begitu rumit itulah yang membuat cerpen mempunyai daya tarik tersendiri.
  2. Panjang cerpen tidak lebih dari 10.000 kata
    Cerita yang di muat dalam cerpen tidak muluk-muluk sehingga panjang cerpen tidak lebih dari 10.000 kata. Hal ini berbeda dengan novel, karena novel menceritakan kejadian-kejadian secara kompleks sedangkan cerpen hanya sesingkat dan alurnya tidak tidak lebih dari satu.
  3. Alur dan temanya tunggal
    Hanya ada satu tema di dalam cerpen sehingga memudahkan pembaca mengidentifikasi sebuah tema yang terkandung dalam sebuah cerpen. Selain itu erpen juga memiliki alur tunggal sehingga tidak terlalu rumit konflik yang diceritakan dalam sebuah cerpen.
  4. Watak tokoh digambarkan secara sederhana
    Dalam penggambaran watak tokoh dalam cerita novel digambarkan secara sedehana. Jauh berbeda dengan novel yang menceritakan dan mendeskripsikan watak tokoh secara kompleks dan lebih lengkap. Di dalam cerpen watak tokoh hanya diceritakan sebagian saja, terkadang melalui cerita tersirat.
  5. Konflik tidak sampai mengubah nasib tokoh
    Konflik yang diceritakan dalam sebuah novel tidak sampai mengubah nasib tokoh, sebab alurnya yang singkat dan temanya tunggal. Bebeda dengan novel yang konfliknya mengubah nasib tokoh, dan biasanya menceritakan tokoh dari kecil hingga masa tuanya.

10 Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Cerpen  Beserta Penjelasannya

Unsur Intrinsik Cerpen

Karya sastra pada umumnya seperti novel, puisi, hikayat, memiliki unusur-unsur yang membangun sebuah karya sastra tersebut, tak terkecuali dengan cerpen. Berikut unsur- unsur yang membangun cerpen dari dalam (unsur intrinsik).

  1. Tema

    Tema adalah pikiran pokok yang mendasari pengembangan sebuah cerita. Sebuah cerita tidak dapat dikembangkan menjadi suatu cerita yang menarik jika tema yang terdapat dalam cerita tersebut tidak ditentukan sehingga sebuah cerita tidak dapat dipahami oleh pembaca. Tema yang terdapat dalam cerpen bermacam-macam, seperti kehidupan sekolah, perjuangan hidup, kematian, dan lain-lain.

  2. Latar

    Latar adalah gambaran waktu, tempat dan suasana yang terjadi dalam suatu cerita. Dalam cerpen, latar menjadi saah satu unsur yang sangat penting karena pembaca dapat mengetahui suasana yang terjadi dalam sebuah cerpen. Suasana yang dimuat dalam cerpen dapat mempengaruhi pembaca untuk lebih menghayati cerita dalam cerpen.
    Perhatikan contoh latar berikut.

    Sore itu, Aminah pergi ke mushola dengan mengayuh sepeda begitu cepat. Gerimis mengguyur sebagian tubuhnya seraya ia menangis mengingat kata-kata kasar yang dilontarkan oleh bapaknya. Ia dibentak cuma karena meminta uang saku ketika hendak berangkat mengaji.
  3. Alur atau Plot

    Alur adalah rangkaian cerita yang dibentuk oleh tahapan-tahapan peristiwa sehingga menjalin sebuah cerita yang di hadirkan oleh tokoh dalam suatu cerita. Alu disebut juga plot. Berikut ini adalah tahapan-tahapan sebuah alur.
    a. Tahap Orientasi.
    b. Tahap Pemunculan konflik.
    c. Tahap Penigkatan konflik.
    d. Tahap Pemuncakan konflik (klimaks).
    e. Tahap Penyelesaian konflik.

    Terdapat 3  macam alur yang terdapat dalam sebuah cerita. yaitu sebagai berikut :
    a. Alur  Maju
    Alur maju adalah rangkaian peristiwa yang ceritanya bergerak maju. Contoh sederhananya adalah misalnya cerpen itu awalnya menceritakan tentang seorang anak kecil dan berkembang / berakhir saat dia telah remaja.
    b. Alur Mundur
    Alur mundur adalah rangkaian peristiwa yang ceritanya bergerak mundur. Alur mundur biasanya menceritakan latar belakang sebuah kejadian. Contohnya adalah seorang preman pensiun yang menceritakan pengalamannya ketika masih menjadi preman.
    c. Alur Campuran 
    Adalah cerita yang memiliki campuran alur maju dan mundur. Biasanya cerita ini dimulai di tengah-tengah. Sementara cerita berkembang maju, beberapa kali ditampilkan beberapa potongan flashback yang menjelaskan latar belakang cerita.

  4. Penokohan atau Perwatakan

    Penokohan atau perwatakan adalah penggambaran karakter tokoh dalam suatu cerita. Ada dua cara dalam menggambarkan watak tokoh, yaitu sebagai berikut.
    a. Analitik/langsung, yaitu pengarang langsung menyebut watak tokoh .
    b. Dramatik/tidak langsung, yaitu pengarang langsung mengungkapkan watak tokoh melalui jalan pikiran dan perasaan, cara berbicara ,cara bertingkah laku , tempat tinggal, ciri fisik , atau tanggapan tokoh lain.
    Selain tiu ada tiga pembagian berdasarkan watak tokoh, yaitu sebagai berikut :
    a. Protagonis, adalah tokoh atau pemeran utama yang baik dalam suatu cerita.
    b. Antagonis, adalah tokoh atau pemeran utama yang jahat dalam suatu cerita.
    c. Tirtagonis, adalah tokoh atau pemeran penengah atau pembantu dalam suatu cerita.

  5. Sudut pandang/point of view

    Sudut pandang yaitu gambaran kedudukan pengarang dalam cerita. Sudut pandang dalam cerpen terdapat beberapa macam yaitu sebagai berikut.

    a. Sudut Pndang Orang Pertama

    yaitu kedudukan seorang pengarang dalam menyampaikan cerita-ceritanya seperti ia ikut terlibat dalam suatu cerita. Pada teknik ini pengarang menggunakan kata “aku” sebagai sudut pandang orang pertama tunggal. Dan menggunakan kata “kami” sebagai sudit pandnag orang pertama jamak.

    b. Sudut Pandang Orang Ketiga
    Sudut Pandnag orang ketiga adalah cara pandang pengarang yang memposisikan dirinya diluar bagian dari sebuah cerita. Pada teknik ini, pengarang menggunakan kata “dia” untuk mengungkapkan sudut pandang orang ketiga tunggal. Dan menggunakan kata “mereka” untuk mengungkapkan sudut pandang orang ketiga jamak. Selain itu penyebutan sudut pandang orang ketiga bisa saja mengungkapkan nama tokoh secara langsung seperti penggalan cerpen berikut.

     AHAD itu, Andini mengajak Bu Minah ke Lubuklinggau. Sebelum men-starter sepeda motor, ia menitipkan kunci kepada Wak Samin. Ia juga berpesan; kalau ada yang datang berobat, silakan kembali bakda ashar.

    c. Sudut Pandang campuran
    Sudut pandang campuran adalah cara memposisikan pengarang dengan menggunakan gabungan dari teknik sudut pandang orang pertama dan sudut pandang orang ketiga.

  6. Amanat

    Amanat yaitu pesan/nasihat pengarang kepada pembaca yang dimuat dalam cerita, baik disampaikan secara eksplisit maupun implisit. Cerpen yang baik selalu terdapat sebuah pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang. Bukn cerita kosong yang tiada pesan-pesan maupun kritik sosial. Amanat yang terkandung dalam cerpen harus sesuai dengan nilai-niai kebaikan. Perhatikan contoh amanat berikut ini !

    Pada suatu hari walaupun tidak disetujui oleh Alimah, Siti Nurbaya membeli kue yang dijajakan oleh pendekar empat, kaki tangan Datuk Meringgih. Kue yang sengaja disediakan khusus untuk Siti Nurbaya itu telah diisi racun. Setelah penjaja kue itu pergi, Siti Nurbaya makan kue yang baru saja dibelinya. Setelah makan kue itu kepala Siti Nurbaya pening. Tak lama kemudian ia meninggal.

    Keterangan : Amanat yang ingin disampaikan oleh pengarang pada penggalan cerpen diatas adalah, kita harus patuh dan taat kepada orang tua supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

  7. Gaya Bahasa

    Gaya bahasa adalah cara begaimana sang pengarang mengungkapkan pemikiran atau ide melalui bahasa-bahasa yang unik dan khas sehingga menimbulkan kesan keindahan bahasa.
    Gaya bahasa atau majas yang digunakan oleh pengarang dalam menceritakan kejadian-kejadian dalam sebuah cerita, menjadi unsur yang sangat penting untuk mewujudkan sebuah cerita yang menarik untuk dibaca. Perhatikan penggalan cerpen berikut ini.

    Namun, tentulah bukan kehidupan namanya, bila kebaikan bisa berlayar tanpa diusik gelombang. Beberapa guru menjulukinya mantri abal-abal, mantri yang memanfaatkan kebodohan para penduduk untuk menangguk rupiah. Mereka seolah-olah mengkambinghitamkan persediaan beras, sayur-mayur, lauk-pauk, atau bahkan kain lasem yang Bunga Raya miliki sebagai dasar gunjingan. Terakhir, Bunga Raya mendapati mereka menggunjingkan dedikasinya terhadap anak-anak didiknya. “Terlampau sibuk cari uang dengan menjual ramuan, bisa-bisa PNS baru tu menelantarkan anak-anak di sekolah.” (cuplikan cerpen “air akar”)

Unsur Ekstrinsik Cerpen

Unsur intrinsik adalah unsur-unsur yang membangun sebuah karya sastra dari luar. Unsur ekstrinsik tidak dapat ditemukan didalam sebuah karya sastra, namun unsur ekstrinsik berkaitan erat dengan hasil karya sastra yang dibuat ole pengarang.

  1. Unsur Biografi 

    Unsur boigrafi ini adalah latar belakang pengarang. Latar belakang cukup berpengaruh dalam pembuatan puisi, misalkan penulis puisi yang latar belakangnya berasal dari keluarga miskin, maka jika ia membuat puisi akan sangat menyentuh hati para pembacanya, yang terbawa dari latar belakang penulis sehingga mampu dikesankan dalam sebuah puisi.

  2. Unsur Sosial

    Unsur sosial sangat erat kaitanya dengan kondisi masyarakat ketika puisi itu dibuat. Misalkan puisi itu dibuat ketika masa orde baru menjelang berakhir. Pada saat itu kondisi masyarakat itu sedang sangat kacau dan keadaan pemerintahan pun sangat carut marut, sehingga puisi yang dibuat pada saat itu adalah puisi yang mengandung sindiran-sindiran terhadap masyarakat.

  3. Unsur Nilai 

    Unsur nilai dalam puisi ini meliputi unsur yang berkaitan dengan pendidikan, seni, ekonomi, politik, sosial,budaya,  adat-istiadat, hukum, dan lain-lain. Nilai yang terkandung dalam puisi menjadi daya tarik tersendiri sehingga sangat mempengaruhi baik atau tidaknya puisi.

Daya Tarik Cerpen

Setiap karya sastra mempunyai daya tarik, dan berikut daya tarik cerpen.

  1. Peristiwa langka atau yang pernah di alami oleh penulis cerpen itu belum pernah dialami oleh penulis cerpen yang lain.
  2. Alurnya mendebarkan
  3. Ending ceritanya penuh kejutan.
  4. Tokohnya penuh simpatik dan heroik.
  5. Latarnya penuh pesona dan keindahan.
  6. rangkaian katanya memikat dan lain-lain.

Nah, dari berbagai keterangan di atas yang telah mimin ssampaikan, semoga anda dapat memahaminya lebih dalam, sehingga dapat mengidentifikasi unsur intrinsik maupun unsur ekstrinsik sebuah cerpen. Demikianlah 10 Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Cerpen  Beserta Penjelasannya. Sekian yang dapat mimin sampaikan melalui artikel ini semoga bermanfaat. Dan terimakasih telah membaca sampai jumpa lagi di artikel selanjutnya.

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published.